Cara Efektif Agar Si Kecil Mau Makan Sayur

Yakin, deh, rasanya hampir semua Mommies pernah menghadapi anak yang melakukan gerakan tutup mulut atau picky eater. Termasuk ketika si kecil susah sekali makan sayur.

Nah, belakangan ini saya sedang mengalaminya. Nggak tahu kenapa, setiap mau makan, Bumi selalu bertanya, “Makannya pakai apa saja, Bu? Aku nggak mau makan sayur, ya”. Duh, kesal. Padahal selama ini Bumi termasuk anak yang doyan makan dan bukan tipe pemilih.

Membuat anak-anak mau makan sayuran memang bukan perkara yang mudah,  apalagi buat anak berusia 5 tahun seperti Bumi yang memang sudah bisa memilih dan menolak. Padahal di usia pertumbuhan, anak-anak perlu sumber nutrisi, vitamin, dan mineral yang didapatkan dari sayuran. Seperti yang kita ketahui, sayuran juga merupakan sumber berbagai vitamin A, B, C, zat besi, riboflavin, karoten dan kalsium, yang dapat menyehatkan mata, kulit,  gusi, dan melindungi tubuh dari infeksi. Selain itu, sayuran juga sumber nutrisi dengan kandungan fitokimia (zat yang dapat melindungi tubuh dari kanker).

veggies-kids*foto dari sini

Sayangnya asupan sayur dan buah yang dikonsumsi masyarakat memang masih di bawah rata-rata. Saya jadi ingat dengan salah satu artikel kesehatan yang menyebutkan bahwa asupan sayur dan buah yang dianjurkan mencapai 25-30 gram setiap harinya. Di salah satu artikel yang ditulis di healthy-kids.com.au, tertulis anak usia 4-7 tahun dianjurkan untuk mengonsumsi sekitar 12 porsi sayuran. Sementara untuk anak usia 8-11 tahun anjurannya adalah 3-5 porsi sayuran.

Melihat fakta ini, saya pun jadi sedikit was-was, takut kalau kebutuhan asupan sayur pada Bumi tidak terpenuhi.  dalam rangka memenuhi asupan sayur untuk Bumi, saya pun mencoba untuk melakukan beberapa langkah seperti di bawah ini.

Jangan Ngomel

Ok, melihat anak yang menolak makan sayur memang bisa bikin kita kesal. Tapi, apakah dengan ngomel berkepanjangan akhirnya membuat anak mau sayur? Yakin, deh, kalau cara ini memang nggak akan efektif. Untuk itu dari pada kesal sendiri ataupun mengkritik anak yang tidak menghasilkan perubahan, dan justru membuat selera makannya hilang, lebih baik ciptakan suasana makan yang menyenangkan. Misalnya, ajak saja anak makan di halaman belakang dan ciptakan suasana seolah-olah sedang piknik. Pasti jadi lebih seru.

Kreatif

Meskipun sudah dikenalkan sayur sejak MPASI, ternyata drama picky earter malah saya harus hadapi sekarang. Tapi paling tidak hal ini membuat saya lebih banyak belajar dan harus lebih kreatif dalam mengatur menu makanan di rumah. Jangan sampai menu sayuran dalam seminggu sama setiap harinya. Selain itu tak ada salahnya kalau kita mengemas makanan dalam bentuk yang lebih menarik dan mengundang selera.

Lalu, apa lagi? Saya masih punya 3 kiat lainnya di halaman selanjutnya. Langsung, klik, ya, Mommies.


Post Comment