Motherhood Monday: Maureen T. Dayan – Usaha Balon Art yang Sukses Masuk MURI!

Keinginan untuk mengulik sesuatu dan belajar dengan tekun bisa mendatangkan banyak manfaat, di antaranya memiliki keahlian khusus yang tidak pernah disangka sebelumnya. Bahkan menjadi modal menjalankan usaha – Maureen T. Dayan lewat PartyLab membuktikannya.

IMG_1100

Saya dibuat terkagum-kagum melihat hasil karya Maureen berupa balon art di Instagram PartyLab. Awalnya saya pikir, Maureen – pendiri dari usaha ini sengaja mengikuti semacam pelatihan sehingga bisa membuat aneka macam bentuk menyerupai hewan, tumbuhan dan benda-benda lainnya dari balon. Ternyata keahlian membuat balon menjadi berbagai bentuk ini ia dapatkan dari belajar sendiri alias otodidak. Hmmm, kalau mau belajar tidak ada yang tidak mungkin ya ternyata. Ikuti cerita lengkapnya bersama kami berikut ini:

Tolong ceritakan dong, awal bisnis PartyLab ini?

Jadi awalnya saya kerja kantoran, bagian design produk dan grafis di salah satu perusahaan fotografi di Jakarta. Lalu, suatu hari ketika acara keluarga ada tukang sulap keliling membuat beruang, bunga, pedang dan lain-lain dari balon.

Saya minta satu balon yg belum dibentuk, sekaligus minta diajari oleh si tukang sulap ini – Pak Ketfie namanya. Saya masih teringat pesan dia sampai sekarang: “Yang penting jangan takut balon pecah. Kalo pecah buat lagi.”  Kalau sedang senggang di kantor, saya melihat tutorial ballon artist di luar negeri – mereka sangat ahli dan saya terkesan. Dari situ, saya mulai membuat balon sederhana diberikan ke teman-teman kantor, saudara, anak teman-teman saya dan kerabat yang sedang sakit atau berulang tahun. Seiring berjalannya waktu, ada teman yang meminta saya untuk membuatkan balon di pesta ulang tahun anaknya. Dari situ semakin banyak yang meminta saya untuk membuat dekorasi pesta. Akhirnya saya memberanikan diri untuk berhenti bekerja dan merintis PartyLab ini.

 Selain balloon art, bisnis Anda juga sebagai party planner ya?

Iya, jadi untuk memudahkan klien, PartyLab coba bantu mereka merencanakan aspek-aspek pendukung pesta ulang tahun anak selain dekorasi. Misalnya MC, sound system, sweet corner, kursi anak, kue ulang tahun, dan lain2-lain.

Sejak kapan Anda  merintis PartyLab?

Proyek pertama PartyLab datang di bulan Agustus 2012, yaitu ulang tahun keponakan saya sendiri. Hahaha. Setelah proyek pertama, sempat kosong selama beberapa bulan – di masa senggang itu saya memanfaatkan untuk mengumpulkan portfolio, rajin posting di social media, sampai akhirnya mulai dekorasi pesta ultah anaknya teman atau saudara. Setelah portfolio mulai terkumpul baru mulai berdatangan klien-klien yang bukan kenalan atau relasi. Hingga sampai di titik ini, saya membutuhkan proses yang panjang, kesabaran dan niat yang besar!

Kalau boleh tahu, Anda memulai bisnis ini membutuhkan modal berapa? Dan sekarang omzetnya berapa?

Kalau modal tergolong sedang, yang agak besar adalah modal untuk perangkat, pompa, kursi-kursi, dan barang-barang lain yang dipakai berulang kali. Semacam investasi untuk PartyLab juga. Kalau balon dan pelengkap lain yang sifatnya sekali pakai sih, masih terjangkau harganya. Untuk omzet PartyLab, yang pasti lebih besar dibandingkan waktu saya kerja kantoran, dan jam kerjanya lebih pendek tapi lebih mendebarkan, hehehe.

Masa-masa hectic kami, biasanya Kamis dan Jumat karena kami mulai membuat balon-balon untuk pesta hari Sabtu dan Minggu. Sisanya hari Senin sampai Rabu lowong, atau bahkan kami libur, ini jadi kenikmatan tersendiri, karena kalau bepergian, jalanan sepi. Kalau untuk urusan design dan printing, bisa di cicil dari jauh-jauh hari. Cuma deritanya ya kalo teman atau keluarga mengadakan acara atau kumpul-kumpul di weekend kami tidak  bisa ikut karena kerja.

Dari mana Anda mendapatkan keahlian membentuk balon dalam aneka macam bentuk?

Saya belajar membentuk balon secara otodidak. Belum pernah ikut kursus atau workshop balon sama sekali. Waktu awal belajar memang masih bisa melihat dari tutorial sederhana di youtube. Tapi berikutnya setelah tahu teknik dasarnya, jadi terlatih untuk melakukan improvisasi. Kuncinya, rajin bereksperimen, coba-coba, kalau gagal atau nggak mirip obyek yang dibuat, ya ulang lagi dari awal deh.

Anda menggunakan jenis balon apa? Impor atau balon lokal?

Untuk jenis balon yang digunakan PartyLab, campur sih, ada yang lokal ada yang import. Tapi saya pakai yang import biasanya untuk melengkapi warna, ukuran dan jenis balon yang tidak disediakan oleh supplier balon lokal.

Untuk isian udara di balon, supaya awet dan tidak mudah meledak menggunakan apa Mbak?

Kalau untuk balon yang dibentuk-bentuk, pakai udara biasa saja kok. Bisa pakai pompa tangan maupun elektrik. Supaya balon tidak mudah meledak, lebih kepada pengaruh dari kualitas balon dan memperbanyak latihan. Setelah sering latihan lama-lama bisa membentuk balon dengan ‘perasaan’ jadi nggak pecah atau kempes.

Selanjutnya, Maureen berbagi strategi pemasaran & kiat me-maintain bisnisnya


Post Comment