8 Tips untuk Happy Bumil Saat Lebaran

Ditulis oleh: Kurnia Midiasih

Di saat hamil, tubuh terasa tidak nyaman dan mudah lelah, namun kegiatan di Hari Lebaran super padat. Hmmm, gimana cara menyiasatinya ya supaya silaturahmi tetap jalan dan bumil tetap happy?

Saya ingat waktu hamil dulu, rasanya lumayan sengsara harus berkunjung ke seluruh keluarga selagi hamil di Hari Lebaran. Apalagi waktu itu saya sedang hamil muda, jadi rasa mual terus-terusan menghantui sepanjang perjalanan. Belum lagi kaki lelah bikin kram di malam hari. Bukan bermaksud mau mengeluh, lho!

Nah, setelah mencari-cari cara dan berkomunikasi dengan dokter kandungan, saya akhirnya menemukan beberapa cara supaya keluhan-keluhan itu bisa kita kurangi.

Pregnancy-An-Introduction-To-Pregnancy-Health-Care-Issues

*Gambar dari sini

  1. Menghindari Mual

Hindari segala sesuatu yang berbau menyengat yang bisa jadi pemicu rasa mual, dan selalu sedia biskuit, roti gandum, kacang-kacangan, atau buah di tas agar Anda bisa menyantapnya setiap kali mual menyerang. Pilihan saya dulu adalah minuman air jahe yang terbukti membantu meredakan mual. Sediakan dalam botol yang bisa Anda bawa ke mana pun. Saya juga meminta maaf karena tidak bisa membantu-bantu di dapur, nggak kuat dengan aroma masakannya.

  1. Pantang Lemas

Padatnya jadwal berkunjung saat Lebaran adalah tantangan bumil yang seringkali merasa lemas. Lemas bisa disebabkan kurangnya zat besi. Meski opor ayam dan rendang terlalu menarik untuk dihindari, bumil tetap wajib mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti sayuran hijau dan kacang merah. Lemas pada bumil juga bisa disebabkan oleh dehidrasi. Jadi, jangan lupa minum air putih yang banyak, ya. Kalau perlu setiap setengah jam sekali setengah gelas. Kalau bosan, boleh juga diganti dengan jus buah segar. Siasati keinginan untuk mengonsumsi segala  makanan beersantan dengan menyantapnya dalam porsi kecil.

  1. Istirahat saat Lelah

Selalu sediakan waktu untuk beristirahat, terlebih untuk bumil trimester akhir. Cuma lima menit kok. Duduk, bersandar santai (cari sandaran yang bisa menyangga punggung Anda dengan baik), atur napas, naikkan kaki ke sesuatu yang bisa jadi penyangga. Hindari posisi kaki menggantung. Istirahat lima menit ini bisa mengembalikan energi Anda untuk 1 – 2 jam ke depan. Di malam hari, Anda juga butuh paling sedikit 7 jam tidur nyenyak untuk menjaga kondisi. Dan sebaiknya, batasi juga jam berkunjung Anda. Kalau biasanya 3 – 4 kunjungan dari pagi sampai malam bisa Anda lakoni, saat hamil, cukup 1 – 2 saja dalam sehari.

  1. Nyamankan tubuh

Lebaran identik dengan penampilan istimewa dan sempurna. Tapi kali ini,  simpan dulu high heels Anda dan kenakan pakaian yang memudahkan Anda bergerak dan cukup baik menyerap keringat. Flat shoes/sandals mengurangi stres otot pada kaki, paha, dan tulang belakang sehingga mengurangi kram dan sakit punggung. Mandi dengan air hangat sepulang berkunjung juga boleh, lho.

  1. The don’t’s

Selama Lebaran, tetap ikuti aturan dasar bagi bumil: tidak berdiri terlalu lama, tidak mengangkat benda berat, hindari benda-benda atau zat kimia berbahaya, hindari getaran dan suara terlalu keras, serta jangan tidur terlalu malam. Mengingat Lebaran ini tiba di musim panas alias kemarau, pergilah berkunjung di pagi atau sore hari untuk menghindari suhu terlalu tinggi (meski terlalu rendah juga tidak boleh).

  1. Pilih-pilih makanan

Sama kok, saya dulu berat sekali menghindari menu Lebaran nan menggoda seperti rendang, ketupat sayur, dan opor ayam. Ditambah lagi nastar dan cake cokelat yang sulit ditolak. Tapi kalau sekali makan langsung nambah 800-900 kalori, bahaya! Bertambah berat badan di luar seharusnya dan kolesterol tinggi bagi bumil berisiko diabetes dan darah tinggi. Belum lagi masalah konstipasi. So, makan kecil-kecil saja tapi sering dan perhatikan jumlah kalori serta jangan lupakan serat.

  1. Tidak lupa ke obgyn

Padatnya jadwal Lebaran, jangan sampai membuat Anda menunda jadwal cek ke dokter kandungan atau Anda malah lupa. Apalagi di waktu yang sibuk yang bisa membuat perubahan pada kondisi bumil. Minta juga pasangan untuk mengingatkan Anda.

  1. Masalah pipis dan buang angin

Serunya ngobrol dengan keluarga di momen istimewa, Anda jadi banyak tertawa dan bersenda gurau. Tapi, aduh, repotnya kalau hamil besar, setiap kali tertawa, keluar air ‘di bawah sana’ yang tak bisa dikendalikan. Jadi agak menyebalkan, ya. Triknya, buanglah air setiap dua jam sekali (meski sedang tidak ingin) dan kenakan pantyliners. Begitu juga dengan buang angin yang seringkali tidak disadari oleh bumil. Sedang asyik-asyik ngobrol dengan mertua, tahu-tahu ada bunyi dari belakang yang tak diinginkan, aduh malunya. Triknya, lakukan senam ringan untuk abdomen serta hindari makanan penghasil gas, seperti kol, brokoli, minuman soda, dan buah yang dikeringkan. Menghindari minum susu berlaktosa juga akan membantu mengurangi buang angin.

Nah, bumil sudah siap menjalani Lebaran yang penuh dengan kebahagiaan? Selamat menghabiskan waktu dengan keluarga, ya!

 


Post Comment