Transportasi Mudik Untuk Ibu Hamil

Mudik di penghujung bulan Ramadhan guna merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta memang sudah menjadi budaya di Indonesia. Namun untuk ibu hamil, apakah aman untuk tetap mudik? Jika iya, pilihan transportasi apa yang aman?

Pernah nggak merasa bingung saat waktu mudik datang? Ingin bersilaturahmi bersama keluarga besar dan merayakan hari Idul Fitri, tapi kok kondisi kehamilan tidak memungkinkan untuk menjalani ‘ritual’ mudik. Atau bingung saat menentukan jenis transportasi apa yang paling nyaman dipilih saat mudik ketika kita hamil? Sesuai dengan pengalaman saya, ketika hendak pergi ke Bandung. Jarak Jakarta-Bandung yang ditempuh kurang lebih 3,5 jam sudah cukup membuat saya salah tingkah di dalam mobil, padahal saat itu usia kehamilan saya menjelang 6 bulan. Bisa dibayangkan kan, Mommies jika durasi perjalanan, lebih lama lagi?

Pada dasarnya usia kehamilan yang aman untuk melakukan sebuah perjalanan yang cukup panjang adalah pada saat usia kehamilan menginjak trimester kedua atau pada saat kehamilan memasuki usia 4 bulan ke atas. Karena di masa-masa ini morning sickness umumnya sudah berakhir. Di usia trimester kedua ini, ibu hamil yang tidak memiliki keluhan apapun biasanya boleh melakukan perjalanan – entah menggunakan pesawat, mobil, kereta api, atau kapal laut.

Cartoon-Transportation-3

*Gambar dari sini

Sementara itu, sebaiknya hindari melakukan perjalanan jauh atau yang terlalu menguras energi di saat kehamilan berada di trimester pertama (0-12 minggu) dan pada saat usia kehamilan berada di trimester terakhir. Karena di awal usia kehamilan kondisi janin dan ibu hamil masih lemah sedangkan memasuki trimester akhir dikhawatirkan dapat  memicu kontraksi yang berpotensi terjadinya kelahiran prematur.

Sebagai pertimbangan dan tentu saja tindakan preventif, sebaiknya Mommies konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan jika akan melakukan perjalanan mudik dan meminta saran mengenai pilihan moda transportasi yang sebaiknya di pilih. Jika Mommies hendak mudik saat dalam keadaan hamil, berikut beberapa tips dari sesuai dengan pilihan moda transportasi:

Secara garis besar, pilihan moda transportasi untuk mudik dibagi tiga: Jalur Darat, Jalur Udara dan Jalur Laut.

1. Jalur Darat

Kereta Api, Bus dan Mobil pribadi masih menjadi pilihan favorit. Jika naik Kereta Api atau Bus, yang suka menjadi PR adalah toilet yang seringkali tidak terlalu bersih. Daripada selesai mudik kemudian kita terkena ISK karena BAK atau BAB di toilet yang kotor, pastikan saja kita membawa alas untuk dudukan toilet yang terbuat dari kertas (banyak dijual di supermarket atau hypermarket), sabun cuci tangan, tissue kering dan basah. Hindari menggunakan air di bak atau ember jika kita lihat kondisi penampungan air tidak bersih. Jangan lupa membawa baju hangat karena seringkali AC menjadi sangat dingin dan dapat membuat kita kembung.

Jika bujet memungkinkan, pilih kelas eksekutif baik itu untuk Kereta Api atau Bus sehingga sepanjang perjalanan Anda tetap merasa nyaman dan tidak perlu berdesakan dengan terlalu banyak orang. Siapkan camilan untuk menghindari jika bus terlambat berhenti di restoran karena kemacetan yang tidak bisa diprediksi.

Jika menggunakan mobil pribadi tentu saja bisa lebih nyaman karena kita bisa memilih rute sesuka hati dan memilih toilet yang nyaman jika memungkinkan. Jika sudah terlalu lama duduk, tak ada salahnya berhenti sebentar untuk melemaskan otot-otot kaki. Pastikan juga pemakaian sabuk pengaman tidak menganggu kenyamanan Anda.

Dan untuk kendaraan roda dua seperti motor, kami tidak menyarankan ibu hamil bepergian jaun dengan menggunakan motor. Selain kurang nyaman dan dapat membuat Anda merasa lelah, kondisi jalan yang mungkin membuat banyak guncangan dapat berbahaya bagi kehamilan Anda.

2. Jalur Udara

Penerbangan memiliki aturan yang lebih tegas mengenai izin terbang untuk ibu hamil. Untuk amannya, pastikan Anda membawa surat rekomendasi dari dokter yang mengizinkan Anda untuk terbang. Hindari membawa koper berukuran kabin, lebih baik masukkan koper ke bagasi agar Anda tidak perlu membawa ‘beban’.

Saat check in, minta ke petugas untuk mencarikan lokasi kursi di dekat lorong agar Anda mudah bolak balik jika ingin ke kamar kecil. Hal ini mengingat bahwa ibu hamil seringkali BAK. Rutin konsumsi air putih agar tidak dehidrasi karena biasanya udara di dalam kabin cenderung kering. Jangan lupa untuk setiap 15-30 menit sekali sempatkan diri untuk  jalan-jalan singkat di lorong guna menghindari kram atau kejang pada daerah kaki akibat terlalu lama duduk.

3. Jalur Laut

Tidak jauh berbeda dengan tantangan ketika memilih Kereta Api ataupun Bus, saat memilih kapal laut perhatikan kondisi toilet dan lengkapi diri Anda dengan ‘peralatan’ yang bisa membuat hal ini menjadi lebih mudah. Karena biasanya jalur laut membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama, maka pastikan Anda membawa buku, mengisi list lagu di smartphone Anda untuk mengusir rasa bosan.

Jika khawatir mabuk laut, jangan lupa bawa kantung muntah dan bawa camilan yang bisa mengurangi tingkat mual Anda. Karena ukuran kapal laut yang besar, jangan lupa cari tahu letak klinik di kapal berjaga-jaga jika Anda ada keluhan.

Selamat mudik bagi Mommies yang melakukannya, semoga selamat sampai di tujuannya masing-masing. Dan, salam hangat untuk keluarga tercinta :)


Post Comment