Money Talks: Dana untuk Aktivitas Non-Sekolah

Oleh: Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance

Ingin memasukkan si kecil ke berbagai macam les, tentu saja boleh. Nah, berikut ini adalah panduan mengatur anggaran dana untuk aktivitas non-sekolah anak.

Di kala musim sekolah sudah dimulai, terkadang saya mengalami “kepusingan” dalam hal pengaturan transportasi untuk urusan les anak. Maklum, sebagai ibu bekerja dari dua orang anak yang masih usia sekolah dasar, mengatur jadwal di tengah hiruk pikuk lalu-lintas Jakarta pastinya cukup menantang. Apalagi, si kakak laki-laki tentunya punya minat dan bakat yang berbeda dengan si adik perempuan.

Bagaimana dengan Anda, mommies? Les-les apa saja yang Anda berikan kepada anak-anak tercinta? Membekali si kecil dengan berbagai les seperti Balet, Musik, Menggambar, atau bahkan Bahasa Asing sepertinya menjadi hal yang wajib untuk dilakukan. Namun, berapa banyak aktivitas yang sanggup diberikan oleh orangtua, tentu saja juga menyangkut urusan finansial.

extracurricular-activities

*Gambar dari sini

  1. Batasi Alokasi Anggaran

Jumlah ideal untuk pos pengeluaran les/ekstrakurikuler anak adalah 10% dari gaji bulanan orang tua. Artinya, jika gaji bulanan Anda adalah Rp.10.000.000,-  maka alokasi biaya les yang dapat diberikan untuk seluruh anak maksimal Rp.1.000.000,- per bulan.

  1. Buat Prioritas

Banyak orangtua yang sangat khawatir anak-anaknya kekurangan ilmu. Sehingga, hari Senin sampai Jumat menjadi penuh dengan aktivitas diluar jam sekolah. Jika harus memilih, prioritaskan les anak yang dapat memberikan tambahan ilmu di luar sekolah, seperti musik, menari, dan lainnya.

  1. Bayar Secara Bertahap

Tidak ada yang lebih menyedihkan daripada orangtua yang sudah membayar penuh untuk biaya 1 tahun, namun si kecil mogok les di tengah jalan. Jangan ragu untuk selalu ikut trial-class sebelum membayar uang pendaftaran, dan membeli peralatan pendukung secara bertahap.

  1. Cari Manfaat Moneter

Jika anak mendapatkan honor pentas atau hadiah perlombaan dari kegiatan luar sekolah ini, ajaklah mereka untuk menabung, beramal dan belanja dari hasil tersebut.

Itulah panduan mudah agar anak-anak tetap dapat mengikuti kegiatan positif, namun tidak menjadikan dompet orang tua menjadi negatif. Jadi, teringat harus mulai menyusun jadual dan alokasi anggaran untuk persiapan tahun ajaran baru anak-anak saya di rumah J. Live a Beautiful Life!

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen”, pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment