Motherhood Monday: Riri F. Hasan – Omzet 50 Juta yang Berawal Dari Dua Lembar Kain Jilbab

“Family comes first!” Quote ini dipegang teguh oleh Riri F. Hasan (41).  Ia mundur dari jabatannya sebagai Marketing Manager untuk putri dan suami tercinta.  Lalu, bisnis hijab yang ia jalani maju pesat hanya dalam jangka waktu dua bulan.

IMG_8627

Tekad Riri Hasan untuk lebih dekat dengan anak dan memaksimalkan perannya sebagai isteri dan ibu tak bisa dibendung lagi. Ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempatnya bekerja, dan merintis bisnis berjualan hijab yang ia beri nama “Hijab Groove”. Bermodalkan Rp 1,5 juta, kini ia bisa mendatangkan omzet minimal Rp 50 juta setiap bulannya. Selain mandiri secara keuangan, kini ia juga bisa menikmati waktu yang lebih luang bersama Qey (10) dan suami tercinta. Ikuti kisah selengkapnya yuk, Mommies :)

Cerita dong, kenapa memillih Hijab sebagai komoditi bisnis Anda ini?

Sebenarnya karena awalnya tidak sengaja, lebih ke kebutuhan saya pribadi. Saya pakai hijab baru tahun lalu. Iseng ke toko bahan, ingin melihat bahan-bahan di sana, dan niat awal tidak untuk berjualan. Karena saya senangnya model jilbab pashmina, kalau beli bahan dua meter untuk dijadikan model tadi, bisa dapat dua jilbab. Jadinya setiap satu motif, saya memiliki dua, saya pikir untuk apa punya dua begitu, akhirnya sisa-sisa pashmina tadi itu saya coba posting di Facebook – totalnya ada 5 waktu itu. Dan ternyata ada sambutan dari teman-teman saya, lama kelamaan saya ketagihan membeli bahan, karena motifnya yang sangat beragam. Dan saya sangat selektif memilih bahan, nggak mau yang panas maupun yang terlalu licin.

Lambat laun, saya mencoba untuk produksi sendiri, awalnya satu motif, saya hanya produksi empat buah hijab model pashmina. Sampai akhirnya memproduksi lusinan, dan menambah variasi hijab segi empat. Saya dibantu teman berjualan hijab, dia bertindak sebagai agen saya dan ternyata berjalan dengan lancar. Dari laporan teman saya itu, ternyata sambutan dari para pembeli sangat bagus dan antusias, terbukti dari enam hijab yang diposting, dalam waktu singkat bisa terjual. Akhirnya kami memutuskan untuk menambah produksi hijab kami. Dan variasi hijab segi empat juga punya peminat yang tinggi.

Modal awal dan urusan keuangan bagaimana?

Pertama beli bahan dalam jumlah yang cukup banyak, hanya menghabiskan modal Rp 1,5 juta. Untuk urusan cash flow, awalnya saya tidak serius, tapi setelah mendapatkan masukan dari suami, akhirnya saya merekrut teman yang expert di bidang keuangan, sehingga bisa teratur antara pemasukan dan pengeluaran. Dan total modal yang sekarang bergulit sekitar Rp 25 juta, dengan omzet Rp 50 jutaan, itu karena akhir-akhir ini produksi Hijab Groove sedang menurun, karena saya sedang kurang tenaga kerja. Target saya sebenarnya a bisa meraih omzet minimal Rp 100 juta dalam sebulan.

Jadi dari yang awalnya hanya iseng melihat peluang bisnis, kenapa nggak, jilbab itu kan sekarang termasuk outfit. Bahkan orang bisa lebih mahal membeli baju daripada jilbab, jadi saya pikir baju nggak perlu banyak, yang perlu banyak adalah jilbabnya, harus ganti-ganti. Dan harganya jauh lebih murah dari pada beli blouse. Saya pikir itu bisa menjadi kesempatan yang sangat bagus dari kacamata fashion.

Waktu menggeluti bisnis ini, apakah Anda juga ada pekerjaan tetap?

Jadi waktu saya memakai jilbab, saya masih bekerja. Artinya ketika saya memulali bisnis ini pun saya masih memiliki pekerjaan tetap di PHD sebagai Marketing Manajer, dan mulai menggeluti bisnis ini dengan lebih serius pada September tahun lalu.

Lalu hal apa yang memotivasi Anda untuk resign dari pekerjaan dengan posisi yang sebenarnya sudah bagus?

Alasan utama saya adalah kebutuhan saya ingin dekat dengan anak. Dan memang terbukti, semakin hari, saya semakin merasa dekat dengan anak saya, attachment kami semakin kuat. Selain itu juga karena keadaan lalu lintas Jakarta yang semakin padat dan sulit untuk diprediksi. Dan satu lagi karena ingin konsentrasi program momongan kedua. Pada akhirnya, saya juga terjun menggeluti bisnis ini, pada dasarnya saya orangnya tidak bisa diam, harus ada kegiatan dan ingin memiliki kebebasan finansial sebagai seorang perempuan.

Selanjutnya Riri berbagi tentang strategi bisnisnya.


Post Comment