Mockingbird Resto: ‘Fine Dining’ Redefined

Resto fine dining ramah kantong ini, bisa jadi pilihan Anda untuk berbuka puasa

mocking1

Melewati jalan raya Pondok Indah selepas PIM dan Golf Course, kita akan menemukan lokasi ‘tongkrongan’ yang dipadati warung-warung makan ala ‘street food’, atau kaki lima. Di salah satu sudutnya, sebuah bangunan berbentuk kotak berwarna serba putih bersih, tampak kontras dan berbeda sekali dengan fasad sekitarnya. Inilah Mockingbird, sebuah restoran berkonsep fine dining yang masih bersaudara dengan Steak Hotel Holycow Radal yang sudah ternama itu.

Saya sendiri awalnya tidak percaya bahwa mereka benar-benar menyajikan makanan berkonsep fine dining, di tengah ‘tetangga’ sekitarnya yang begitu kontras, makanan dan jajanan kaki lima. Dari pinggir jalan kita bisa langsung mengenalinya dengan eksterior dan interior yang serba putih, dan bentuknya pun relatif mungil.

Masuk ke dalam resto, hanya ada beberapa meja panjang kayu sederhana dengan beberapa kursi, bukan ala table for two yang biasanya ada di bayangan kita mendengar istilah fine dining. Ternyata inilah konsep berbeda yang ditawarkan oleh Mockingbird. Menurut pemiliknya, konsep fine dining seringkali diinterpretasikan cukup jauh dari makna yang sesugguhnya. Di Indonesia, ‘fine dining’ seringkali diasosiasikan dengan lokasi eksklusif, peranti serba mewah yang biasanya kita temui di hotel berbintang. Padahal sesungguhnya, arti fine dining sendiri ada pada makanannya, yang dipikirkan, dimasak dan disajikan dengan excellent. Sebuah playground bagi para juru masak, tempat mereka bisa mencurahkan semua isi hati dan talentanya di atas sebuah piring. Tentu saja, hasil masakannya pun istimewa.

Mockingbird berangkat dari idealisme tersebut, dan bahwa makanan -apapun jenisnya- bisa dinikmati oleh semua orang, tidak dibagi menurut kasta dan tingkatan. Hidangan seperti Lamb Racks bukan hanya untuk dimakan di restoran hotel berbintang, dan wagyu steak bukan hanya untuk mereka yang berkantong tebal saja.

Dan benar lho, makanan di sini semuanya disajikan secara complete meals, artinya ada startermain course dan dessert. Untuk complete meals dengan 3 pilihan daging -daging sapi, daging kambing atau ikan-, harga yang ditawarkan adalah 90 ribu hingga 170 ribu rupiah! Bayangkan harga yang biasanya kita temukan untuk sebuah set menu di resto fine dining lain, relatif jauh!

Processed with VSCOcam with e5 preset
Ini yang akan kita dapatkan untuk set menu ‘Cow Me To The Moon’ yang enaknya gak umum!
Processed with VSCOcam with e5 preset
Kalau yang ini set menu ‘Underwater Fireworks’, Barramundi crunchy skin-nya pantang dilewatkan.

So, inilah yang mereka tawarkan, sebuah tempat untuk kita bisa menikmati pengalaman fine dining (complete meals istimewa) yang sama sekali tidak mengintimidasi. Sebuah restoran keetika semua bisa menikmati hidangan yang disajikan tanpa harus direpotkan dengan tampilan ataupun dandanan, dengan harga yang jauh lebih murah dan masuk akal.

Oya, jadi jangan kaget juga kalau di daftar menu mereka hanya tersedia tiga set complete meals yang bisa dipilih, dengan menu utama beef, lamb atau fish. Jangan kuatir karena chef sudah memikirkan masak-masak kombinasi menunya, sehingga kita bisa merasakan variasi meals dalam 3 tahap, starter, main course dan dessert. Rasanya? Oooow….that’s the best thing of this restaurant, I should give them 5 stars out of 5, the best!! Crazy delicious. You shouldn’t miss it, really.

 

 


Post Comment