Perempuan Adalah Pusat Emosi di Rumah

Menurut Roslina Verauli – Psikolog Keluarga, perempuan adalah pusat emosi dalam sebuah keluarga. Jadi, penting bagi perempuan atau ibu untuk menjaga emosi agar suasana di rumah juga menyenangkan.

Iya sih, memang tidak mudah menjaga emosi di saat semua urusan nampaknya harus kita handle. Ya urusan rumah, urusan sekolah anak, urusan anak sakit, urusan hari ini mau menu apa, urusan kantor, sampai urusan jalanan macet. Sudahlah menjadi pusat emosi di rumah, pakai harus menjalani peran ganda bahkan lebih. Belum lagi kalau support system di sekelilingnya belum berjalan dengan baik.

stress1

Gambar dari sini

Data yang dipaparkan oleh Verauli menunjukkan bahwa tuntutan terhadap perempuan saat ini sangatlah tinggi.  Sebuah riset menunjukkan bahwa perempuan 2/3 lebih banyak mengerjakan pekerjaan rumah tangga daripada laki-laki, meskipun sama-sama bekerja. Dan dua kali lipat lebih banyak mengurus anak daripada suaminya. Maka, Vera mengingatkan, dengan begitu hebatnya tuntutan terhadap peran seorang perempuan, perempuan butuh punya teknik untuk mengistirahatkan atau memurnikan pikiran sejenak dari semua tuntutan tadi dengan cepat.

Bagi Anda yang ingin mengurangi tekanan-tekanan akibat kegiatan harian yang begitu padat dan berpotensi mendatangkan stres atau bahkan sudah terlanjur stres,  Vera merekomendasikan Anda melakukan teknik relaksasi, artinya momen yang mengondisikan Anda berhenti sejenak dari huru hara kegiatan – fungsinya agar kesadaran Anda untuk fokus ke dalam diri bisa dimurnikan kembali. Sehingga dapat melihat masalah dalam perspektif yang lebih baik dan siap mengelola, apa sih, yang menjadi isu stres Anda?

Misalnya saat sedang akan marah atau menghadapi deadline pekerjaan yang menumpuk, duduk dan minum teh sejenak dan berpikir untuk mengambil tindakan selanjutnya – jadi jangan langsung ‘tantrum’ atau cranky, ya, Mommies. Kegiatan minum tadi sudah bisa membuat Anda berhenti sejenak dari rutinitas.

Pilihan lainnya, Anda bisa pergi ke toilet dan duduk sejenak, mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya kembali – Verauli menyebutnya sebagai kegiatan yang tidak memiliki unsur menganalisis apapun atau “Nonanalitikal”. Tapiii, perlu diingat nih – hindari berinteraksi dengan gagdet saat Anda merasa stres, karena secara otomatis Anda akan menganalils isi timeline Anda. “Kegiatan semacam ini, hanya akan membuat pikiran Anda menjadi tambah sibuk.” Kata Verauli.

Ternyata dengan mengetahui tekniknya, stres bisa diatasi dengan cara yang sederhana dan tidak memakan biaya yang fantastis ya Mommies :)


Post Comment