Menyiasati Makanan Bagi Anak yang Alergi Gluten

Ditulis oleh: Saskia Elizabeth

Anak ‘divonis’ alergi gluten itu bukan berarti akhir dari segalanya kok. Panik dan bingung boleh, tapi ada banyak cara menyiasatinya.

Pertama mengetahui bahwa anak-anak saya positif alergi gluten, saya bukan main paniknya. Karena pada saat itu  saya tak hanya harus memikirkan pola makan baru buat si kecil tapi juga buat saya yang masih memberikan ASI. Awalnya sulit sekali, karena saya harus memusnahkan hampir seluruh isi lemari makan/kulkas dan menyiapkan menu makanan yang berubah total. Tapi ada juga hikmahnya, saya merasa sangat beruntung mendapat kesempatan menimba ilmu baru. Saya jadi mengenal berbagai jenis makanan lainnya dan manfaat setiap makanan yang saya konsumsi. Hidup kami menjadi jauh lebih sehat!

gluten free text

*Gambar dari sini

Intinya bagi yang anak yang alergi gluten, ia tidak bisa mengonsumsi makanan yang diolah dengan tepung terigu/gandum (wheat flour). Contohnya bakmie, roti, pizza, donat, kukis, bakwan, dan banyak lagi. Dua hal penting yang harus segera Anda lakukan:

  1. Saat berbelanja, WAJIB baca semua komposisi yang akan dibeli untuk dikonsumsi. Untuk beberapa produk walaupun tidak mengandung gluten, tapi diproduksi di pabrik yang mengolah gluten, ada yang menjelaskan hal ini pada kemasan ada yang tidak.
  2. Saat makan di restoran harus bertanya bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam mengolah makanan, contoh seperti ayam/ikan goreng tepung, pisang goreng bahkan es krim sekalipun yang disajikan kebanyakan ada campuran tepung terigunya. Padahal daftar yang saya sebutkan merupakan makanan favorit anak-anak ya. Tapi apabila nikmat di lidah hanya dalam hitungan menit saja, lalu harus merasakan efek gatal-gatal atau efek buruk lainnya terhadap tubuh dalam jangka waktu lama, rasanya tidak setimpal.

Tapi hidup tanpa gluten, is not the end of the world. Apakah Anda tahu apabila gluten merupakan bahan yang tidak dibutuhkan tubuh kita secara berlebihan? Jadi tidak mengonsumsi gluten tidak rugi! Berikut cara saya menyiasati agar saya dan anak-anak masih dapat menikmati makanan serupa yang biasa menggunakan tepung terigu.

  1. Roti/pizza/cakes/pancake/kukis dan sejenisnya.
    1. Coba mampir untuk merasakan bran lokal favorit saya; Beyond Treats (beyondtreats.com/supermarket Kemchick PP/Kemang), Igor’s Pastry (igors-pastry.com), dan Mars Kitchen (IG marskitchen). Produk mereka tidak kalah enak dengan yang menggunakan tepung terigu, loh! Sebetulnya banyak sekali produk lokal non gluten kalau punya waktu browsing online atau search manual di toko-toko yang menjual makanan organik.
    2. Apabila Anda termasuk yang senang mengolah sendiri baik secara praktis maupun from scratch, sekarang sudah banyak produsen tepung non-gluten yang dijual supermarket yang biasa menjual barang-barang impor seperti Kem Chicks, Food Hall, Ranch Market, atau bahkan di Titan pun ada. Tepung-tepung tersebut memang cukup mahal, alternatif lain mengolah kue tradisional seperti kue ketan hitam atau sifon yang tidak perlu tepung terigu.
  1. Pasta, bakmie dan sejenisnya. Cari pasta non gluten yang terbuat dari tepung beras atau tepung jagung. Bakmie non gluten cukup jarang, bahkan hampir tidak pernah bertemu di Jakarta, ganti dengan bihun/soun atau kwetiau yang menggunakan tepung beras, tepung jagung, atau kacang hijau. Enak juga kok! Masih bisa memakai bumbu yang sama dan rasanya tetap lezat!
  1. Snacks keripik/chips/sticks. Keripik yang aman dan bahkan mudah untuk dibuat sendiri adalah keripik kentang, keripik pisang dan keripik singkong. Kalau mau praktis dapat beli di supermarket/toko yang saya sebutkan tadi atau dapat pilih juga keripik jagung (tortilla) atau kacang-kacangan yang bisa jadi alternatif yang sehat. Tapi jangan lupa baca komposisi dengan baik ya, terkadang ada kacang-kacangan juga yang dipanggang dengan taburan tepung terigu agar gurih.
  1. Jenis makanan gorengan tepung (pisang goreng, ayam/ikan goreng tepung, bakwan, tempe goreng tepung, dan sejenisnya). Ganti tepung terigu dengan tepung beras yang akan membuat makanan lebih garing atau tepung sagu agar makanan lebih renyah dan chewy.
  1. Es krim dan sejenisnya. Harus jeli membaca komposisinya karena beberapa brand dan jenis es krim menggunakan tepung terigu. Yang paling aman buat sendiri seperti popsicle karena bahannya bisa menggunakan buah alami atau susu.
  1. Bukan iklan berbayar tapi brand ORGRAN (dijual di supermarket yang saya sebutkan di atas) banyak sekali varian produknya yang sangat membantu hidup saya mulai dari kukis, tepung cepat saji, sampai pasta non gluten yang bisa dikonsumsi aman untuk anak-anak saya.

Kalau sudah begini memang mommies dituntut harus lebih kreatif dalam memilih makanan untuk kesayangan. Tapi jangan khawatir, bisa karena biasa. Awalnya sulit namun kalau konsisten, Anda akan menemukan kebiasaan baru yang lebih sehat.

Saya juga tidak akan bisa paham benar hal ini apabila tidak rajin browsing baik online maupun di supermarket dan juga masukan dari para mommies lainnya. Jadi kalau ada masukan lain mengenai pengganti makanan mengandung gluten ditunggu sharing-nya ya moms!


One Comment - Write a Comment

  1. Kebanyakan yg ter-“vonis” alergi gluten cuma anak2 ya. Pdhl sebenarnya 99% org dewasa yg punya problem gluten intolerance sama sekali tidak terdiagnosa. Jd saya hanya masuk dlm 1% yg ketahuan punya problem gluten intolerance.

    Kita beruntung tinggal di Indonesia, krn disini bukan penghasil gandum, jd makanan asli/tradisional Indonesia memang kebanyakan ga pakai gandum.

    Kl saya pribadi, ketimbang beli cookies dan cakes gluten free, saya lbh milih untuk rely on traditional foods.

    Mulai dari getuk, ongol2, klepon, wajik, sampai camilan kyk keripik singkong, emping, lanting, kue semprit larut/sagu, dan masih buanyaak buanget, all gluten free naturally. It’s all healthier (no emulsifier & preservatives), cheaper and local wiser: mengandalkan bahan pangan lokal, dan mempopulerkan kembali makanan tradisional.

    I’m very grateful having this intolerance, and I’m really enjoying this diet.

Post Comment