Marriage Preparation Bukan Wedding Preparation

Pentingnya pendidikan Pra Nikah tak hanya membuat kita bisa menjadi pasangan yang baik namun juga lebih siap menjadi orangtua yang bertanggung jawab.

Berkaca dari pengalaman diri sendiri dan juga banyak teman yang menikah, seringkali saat menikah kita terlalu sibuk menyiapkan pesta pernikahan daripada kehidupan setelah menikah. Siapa sih yang tidak mau pesta pernikahan sekali sumur hidup berlangsung lancar, sakral dan (kalau bisa) meriah? Masalahnya adalah, setelah huru hara pesta penikahan selesai, ada step berikutnya yang akan kita jalani yang ternyata memiliki banyak sekali konsekuensi di dalamnya, yaitu kehidupan pernikahan.

WeddingPrepPack_Top

*Gambar dari sini

Dulu saat saya menikah saya belum mendengar tentang pentingnya edukasi Pra Nikah. Padahal, dari sini kita bisa benar-benar disiapkan untuk menjadi pasangan yang bertanggung jawab dan yang tak kalah penting menjadi orangtuang yang bertanggung jawab.

Salah satu tingginya tingkat kekerasan dan penelantaran yang dilakukan oleh orangtua terhadap anak, ya karena para orangtua tidak mendapat bekal yang cukup saat mau menikah dulu sehingga mereka tidak siap menjalani peran sebagai orangtua, demikian penjelasan dari Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi. Maka saat ini bersama dengan banyak pihak, mulai dari sesama psikologi, pengacara hingga dokter, mulai terbentuklah gerakan Pra Nikah.

Jadi, kalau melanjutkan tulisan saya tentang pentingnya kepedulian  masyarakat terhadap anak-anak di sekitar kita, maka jauh lebih penting menyiapkan diri kita sendiri sebaga orangtua!

Apa itu pendidikan Pra Nikah?

Pendidikan Pra Nikah merupakan sebuah usaha untuk menyadarkan para calon mempelai bahwa ada banyak konsekuensi setelah menikah yang akan dihadapi. Banyak tanggung jawab yang dimiliki. Apa konsekuensi dari sebuah pernikahan? Bahwa banyak yang akan kita ‘korban’ kan, mulai dari berkorban waktu, berkorban secara finansial hingga berkorban energi. Pada akhirnya kita akan memiliki  pasangan, memiliki keluarga besar dan memiliki anak, yang kalau kita merasa tidak cocok atau nyaman dengan semua konsekuensi itu, kita tidak bisa mundur begitu saja dengan mudahnya. Nah, pendidikan Pra Nikah akan mengajak kita untuk siap secara mental dengan semua konsekuensi tersebut.

Setelah kita paham tentang banyaknya tanggung jawab dan konsekuensi yang akan kita hadapi maka dengan pendidikan Pra Nikah kemampuan atau keterampilan kita menghadapi semua  itu akan ditingkatkan.

Dari sisi psikologi misalnya mulai dari pengenalan diri sendiri dan pengenalan pasangan. Pengenalan diri sendiri bisa berarti kita diajak untuk mengenali masalah-masalah kita yang kira-kira akan berdampak pada pernikahan, apa kelemahan kita dan apa yang harus kita lakukan.

Pengenalan pasangan, lebih kepada kita memastikan apakah dia benar-benar cocok buat saya. Saya bisa terima nggak kalau pasangan marah, terganggu nggak dengan kebiasaan-kebiasaan dia.

Pengenalan tentang interaksi antara suami dan isteri, bentuk komunikasi seperti apa yang bisa kita lakukan, seberapa jauh kita bisa berbicara tentang semua masalah-masalah kita.

Apa hubungannya antara pendidikan Pra Nikah dengan kesiapan kita sebagai orangtua?