How to Dress Your Kids Appropriately

Ada beberapa faktor yang perlu diingat ketika kita ingin mendandani anak. Apa saja?

Polka_Kids_Fashion

Banyak teman yang mengatakan saya ini miss matching. Setiap berbusana, pasti harus disesuaikan warna atau motifnya. Tanpa disadari, kebiasaan ini saya tularkan pada Bumi. Maksudnya, setiap memilihkan baju untuknya, pasti harus matching. Kalau tidak sesuai, rasanya jadi gregetan sendiri, hahaha.

Masalahnya, nih, ketika anak memasuki usia balita seperti Bumi, otomatis mereka sudah mulai memilih pakaian sendiri. Pilihannya tabrak motif? Sering. Pilihan warnanya nggak matching? Lebih sering lagi.

Kalau sudah begini, rasanya tangan bawaannya ‘gatal’ untuk memilihkan baju yang sesuai dengan selera saya sendiri. Sayangnya, tindakan seperti ini tidak bisa saya pilih. Biar bagaimana, kita sebagai orangtua kan juga harus menghargai pilihan anak. Saya pun percaya, dengan membiarkan anak untuk memiilih pakaiannya sendiri, berarti kita telah memberi kebebasan pada mereka untuk lebih bisa mengembangkan dan mengekspresikan diri. Dan, yang paling penting, mengajarkan mereka untuk lebih mandiri.

Kalau anak mau pilih baju yang tidak sesuai dengan selera kita, bahkan terlihat nggak matching, ya, biarkan saja. Bebaskan anak memilih sendiri  tanpa perlu mengotak-kotakkan. Dengan membiarkannya memilih, hal ini bisa mengajarkan anak-anak untuk memiliki kemampuan berpikir.

Rachel Waddilove, ahli parenting dan pengarang buku The Toddler Book, menulis dalam bukunya, “Sangat penting membebaskan anak untuk menentukan pilihannya sendiri. Ia jadi belajar untuk menentukan apa yang ia lakukan, dan tidak hanya sekadar mengikuti apa yang diperintahkan oleh Anda.” Jadi, semakin terbukti, ya, kalau membiarkan anak memilih pakaiannya sendiri punya dampak positif yang begitu besar.

Bicara tentang masalah memilihkan baju untuk anak, saya jadi ingat dengan acara Mom Kids & Sophoria yang digagas oleh www.blibli.com . Dalam acara itu,  Managing Editor Mommies Daily, Fibra Trias Amukti sempat sharing mengenai  “How to Dress Your Kids Appropriately”.  Soalnya, memang nggak bisa dipungkiri, kalau saat ini masih banyak orangtua yang kebablasan dalam memilihkan pakaian untuk anak-anaknya dan  masih suka bingung bagaimana gaya berpakaian yang cocok seusuai usia anak. Ujung-ujungnya, anak kerap jadi mini me-nya orangtua. Iya nggak, sih?

CFwxf0oUsAAYW5V

Waktu itu, Fia menyebutkan ada beberapa faktor yang perlu diingat ketika kita ingin mendadani anak. Apa saja?

Lokasi

Sama seperti kita yang sudah dewasa, busana anak-anak juga harus disesuaikan dengan lokasi  mereka akan beraktifitas. Jika, memang aktivitasnya lebih ke acara non formal, tentu saja pakaian santai seperti t-shirt atau celana pendek bisa mereka kenakan. Sementara untuk acara formal, outfit-nya tentu akan berbeda. Termasuk ketika anak sedang kita ajak ke tempat untuk beribadah.

Warna Cerah

Biasanya, sih, pakaian anak memang lebih banyak ditawarkan dengan warna-warna yang cenderung bright. Hal ini memang bisa menjadi salah satu refleksi kalau dunia mereka sangat cerah. Tapi, bukan berarti anak kecil nggak boleh memakai pakaian dengan warna gelap, lho. Tetap bisa, namun ada baiknya memang dipadu padankan dengan aksesoris atau sentuhan warna cerah.

Selera

Tidak jarang, selera anak dan orangtua berbeda, untuk itu ketika sedang memilihkan atau membeli baju untuk anak, coba perhatikan selera si kecil lebih dulu. Jangan perhatikan selera kita sendiri, hahaha. Untuk anak balita, tentu mereka sudah bisa diajak berdiskusi. Tanyakan saja, baju mana yang mereka sukai.  Namun, dalam hal ini kita juga harus tetap terleibat dengan mengarahkannya ketika pilihan anak tidak sesuai dengan usianya. Nggak mau kan, anak kita mendapat label ‘kecil-kecil tua’ lantaran pilihan bajunya yang salah?

Ukuran

Ketika anak kita masih bayi, tumbuh kembangnya memang terasa sangat pesat. Tidak heran banyak orangtua yang akhirnya memilih baju dengan ukuran  lebih besar dibandingkan usia anak. Lah wong kalau dibelikan baju ukuran new born, baru sekali dipakai tahu-tahu sudah sempit. Tapi, untuk anak balita, membelikan baju yang sizenya kebesaran jangan diberlakukan lagi, ya, Mommies. Ukuran memang harus diperhatikan. Jangan sampai ketika anak kita mengenakan baju kedodoran malah ‘memancing’ temannya untuk meledek. Dengan begitu si kecil bisa nggak PD.

Tawarkan Pilihan

Membiarkan anak memilih pakaiannya sendiri memang sangat baik. Namun, untuk menghindari salah kostum, tidak ada salahnya juga kita memberikan pilihan pada mereka sebelum pergi . Kita bisa membatasi pilihannya dengan memberinya 2 atau 3 pasang pakaian untuk ia pilih sendiri. Alternatif lainnya, Mommies juga bisa menyimpan pakaian si kecil dengan memberikan kategori. Misalnya, untuk laci pertama, khusus baju di rumah, laci ke dua untuk baju pergi. Jangan lupa beri label, dengan begitu si kecil juga bisa kenalan dengan huruf–huruf kan?

Urusan memilihkan busana untuk si kecil memang susah susah gampang, ya. Biar bagaimanapun banyak detail yang harus diperhatikan. Oh, ya, selain ada bazaar dan mini talkshow bersama Mommies Daily, acara Blibli.com Mom Kids & Sophoria yang dilangsungkan pada tanggal  21-24 Mei 2015  lalu ini dipenuhi dengan aktivitas seru untuk si kecil. Waktu itu, Bumi sempat ikutan lomba mewarnai. Singkat kata, ibu dan anak happy saat datang ke sana. Ibu happy bisa belanja, anak pun happy dengan aktivitas yang disediakan di sana.


Post Comment