Memasak Bersama Anak

Memasak bersama anak memang seru. Tapi, di balik keseruan itu ada hal-hal yang bisa dipelajari oleh anak-anak, nggak hanya satu hal tapi banyak hal!

Saya ingat ketika membaca Bringing Up Bébé karangan Pamela Druckerman, disebutkan bahwa sedari kecil anak-anak Perancis diajak untuk membuat gâteau au yaourt atau kue dari yogurt hampir setiap minggu. Hal tersebut dilakukan karena resep ini sangat mudah untuk diikuti termasuk ukuran timbangannya, serta mengajarkan pelajaran mengenai kesabaran.

cooking-with-kids

*Gambar dari sini

Pelajaran memasak untuk anak sudah menjadi salah satu trend yang sedang berkembang di Indonesia, mungkin sebagai akibat terkenalnya program kompetisi memasak untuk anak-anak di TV nasional. Jika Anda mampir ke toko buku, saat ini sudah banyak buku-buku memasak untuk anak-anak, tentunya dengan resep yang sangat mudah. Tapi memasak dengan anak sudah sering dilakukan oleh ibu-ibu di Indonesia dari dulu, yang sering saya perhatikan adalah banyak ibu yang mengajak anaknya untuk turun ke dapur, sambil mereka memasak mereka juga menjaga anak.

Memasak bersama anak banyak keuntungannya, selain kita dapat memberikan pelajaran memasak paling dasar, mengasah keterampilan mereka, juga bagi saya adalah salah satu waktu menjalin kedekatan dengan anak-anak. Di saat inilah saya dapat mengenal karakter anak-anak.

Ada beberapa pelajaran yang dapat kita berikan kepada anak-anak ketika kita mengajak mereka memasak bersama antara lain:

  1. Anak-anak belajar tentang sebuah proses. Dalam suatu kegiatan memasak entah membuat opor ayam atau cupcakes, anak-anak belajar bahwa untuk mencapai sesuatu ada yang dinamakan proses bekerja. Atau di saat membuat Zuppa Soup atau Gulai Ayam, diperlukan konsistensi dan ketekunan mengaduk bahan agar santan tidak pecah. Di saat inilah kita dapat memberitahukan bahwa tidak ada yang didapat secara instan.
  2. Anak-anak belajar mengenai kesabaran. Kemarin saya mengajak anak-anak membuat Puding Pisang. Selain belajar sebuah proses, anak-anak juga belajar bahwa sebelum dapat dimakan, puding terlebih dahulu disimpan dalam lemari es agar mencapai kepadatan tertentu. Di sinilah anak-anak akan belajar melatih kesabaran.
  3. Anak-anak belajar untuk merencanakan dan mengukur bahan secara tepat. Anak-anak akan belajar mengenai takaran yang diperlukan, dampak dari setiap ukuran bila kurang atau kelebihan. Di sini menurut saya anak-anak akan belajar bahwa semua pekerjaan harus mempunyai perencanaan yang tepat. Selain itu, Anda dapat menyisipkan berbagai ilmu di pelajaran matematika, fisika dan kimia lho, seperti menggunakan timbangan, memadukan pewarna makanan, mengenai suhu masak atau apa kegunaan baking soda.
  4. Anak-anak belajar membaca instruksi dan mengikutinya. Di sini akan melatih anak-anak untuk membaca instruksi secara tepat dan mengikuti langkah-langkah yang dijabarkan dalam sebuah resep. Tentunya tidak mungkin kan kita mencampur telur dulu dengan susu sebelum mencampur dengan terigu? Di sinilah anak-anak akan mengenal apa yang disebut sebagai panduan bekerja.
  5. Anak-anak belajar menghargai jerih payah. Sudah capek mendengar keluh kesah anak-anak mengenai masakan Anda? Ajak mereka memasak bersama Anda. Sejak saya mengajak mereka memasak, anak-anak saya sudah berhenti mengeluh tentang masakan saya. Mereka yang dulu picky eater, sekarang selalu berusaha menghabiskan masakan saya. Di sinilah mereka belajar mengenai menghargai jerih payah orang lain, mengingat mereka akhirnya merasakan sulitnya proses memasak itu sendiri.
  6. Anak-anak belajar mengenai resep warisan keluarga. Saya mengingat saat memasak bersama ibu atau bapak saya dulu, menjadi momen saya mendapatkan “rahasia keluarga”. Ibu mengajarkan trik-trik membuat masakan selezat Eyang, hal-hal yang tidak pernah diajarkan dalam buku pelajaran memasak bukan? Setiap keluarga pasti mempunyai resep andalan, dan dengan mewariskan resep rahasia keluarga tentunya membuat saya merasa dipercaya mendapatkan rahasia itu.
  7. Anak-anak belajar tentang makanan sehat. Dengan mengajak anak-anak memasak bersama, anak-anak tentunya dapat kita berikan ilmu tentang makanan yang sehat, mengenal sayur mayur, tata cara mengolah makanan mentah atau membersihkan peralatan masak.
  8. Anak-anak belajar mengenai keterampilan. Anak-anak akan belajar mengenai penggunaan pisau, gunting, hal-hal yang sebenarnya harus dikuasai oleh mereka ketike mereka kelak dewasa.
  9. Orang tua belajar tentang anak-anak. Saat ini adalah bonding time saya dengan anak-anak. Di saat ini saya berusaha mengorek cerita dari anak-anak dan kegiatan mereka sehari-hari. Saya juga belajar mengenai karakter anak-anak. Saya sampai sekarang masih kangen dengan masakan ibu saya dan saat kami memasak bersama. Saya pun ingin kemanapun anak saya pergi ketika dewasa, mereka akan kembali ke dapur saya dan memasak bersama-sama.

Bagaimana dengan Anda? Apakah ada pelajaran lain ketika kita memasak bersama anak-anak?