Family Friday : Armand Maulana, “Hal Terbaik adalah Menerima Kekurangan Istri”

“Perjalanan cinta takkan sejauh ini, bila bukan denganmu. Segala yang berarti, kulakukan bersama kamu. Tuhan mempersatukan kita berdua. Mengukir indahnya cinta. Seperti legenda…”

Ada yang suka dengan lagu “Seperti Legenda” yang jadi single terbaru Armand Maula dan Dewi Gita ini? Begitu mendengarkan tembang ini, saya langsung jatuh cinta. Bukan semata-mata  karena saya termasuk fans beratnya Armand Maulana, tapi buat saya makna lagu ini begitu dalam. Saya jadi membayangkan bagaimana perjalanan pasangan ini melewati pahit manisnya pernikahan lebih dari dua dekade.

Sebagai pasangan posohor Tanah Air, pasangan ini bisa dibilang jauh dari gosip. Paling tidak, hal ini membuktikan kalau pasangan yang menikah pada 11 januari 1994 ini mampu menjaga dan mempertahankan cinta mereka. Beruntung beberapa lalu saya sempat bertemu dengan orangtua dari Naja Dewi Maulana ketika mereka sedang mengadakan jumpa fans di Guvera.

armand

Ternyata, menerima kekurangan pasangan menjadi salah satu ‘resep’ mereka untuk menjaga keutuhan pernikahan. Seperti yang dikatakan Armand Maulana, “Kalau dari awal kita nggak bisa menerima kekukarangan pasangan, pasti akan jadi masalah terus. Kalau cari perempuan lain,  pasti ada jeleknya juga. Jadi, hal yang terbaik adalah menerima kekurangan isteri,” ungkap pria kelahiran 4 April 1971 ini.

Duh, begitu mendengarkan kalimat yang diutarakan vokalis Band Gigi ini, kok, malah saya yang meleleh, ya. Dalam hati saya berharap, semoga saja semua laki-laki di dunia ini khususnya yang sudah berkeluarga bisa punya pandangan yang sama.

Penasaran dengan cerita Armand Maulana? Lanjutkan baca kutipan wawancara saya waktu itu, ya.

Setelah menikah selama 20 tahun, kok, baru kepikiran membuat single bersama?

Armand           : Kalau rencana sebenarnya sudah lama banget pengen duet sama Gita. Tapi sebenarnya ini memang tertunda memang karena saya, sih. Saya kan masih ada band, dan saya yang jadi vokalisnya. Kalau misalnya di band saya ini main gitar atau bass, mungkin nggak begitu masalah karena suara yang nyanyi kan berbeda. Dengan kondisi tersebut, kalau kami ngeluarin duet saat pernikahan kami yang ke 5, akan jadi ribet, sih. Ya, itu memang pemikiran saya. Orang bisa akan bingung, yang lebih gawatnya, malah jadi ‘saling makan’ atau menjatuhkan.

Saat anniversary yang ke 20 baru kepikiran untuk duet bareng isteri. Angka 20 juga menurut saya sangat bagus. Dan, untuk sekarang sepertinya masyarakat juga tidak akan mempermasalahkan dan bilang, “Wah, jangan-jangan Armand ada apa-apa, nih, sama Gigi kalau sampai duet dengan isterinya.”

Ide membuat single ini tercetusnya sebenarnya dari siapa?

Dewi Gita : Kalau saya, sih, sebenarnya sudah di titik malas mau ajakin dia duet.

Hahahaha… kok, terdengar hopeless banget, sih, Teh?

Dewi Gita : Tapi memang begitu. Armand juga sudah tahu, kok. Saya mikirnya, sepertinya sudah nggak mungkin, deh. Sudah mau bikin aja, akhirnya batal. Gimana nggak hopeless? Saya ini memang harus ngalah dengan ‘istri’ pertama Armand. Kalau saya, sih, sudah nothing to loose. Tapi dengan adanya kesempatan ini, ya, saya bersyukur sekali.

Memangnya, sebelum “Sang Legenda ini, memang sudah ada rencana duet?

Armand           : Ada, dulu, sempat mau duet lagu “11 Januari”. Tapi dengan tidak jadinya kami duet, malah banyak sekali kejadian yang menantang dan persiapannya jadi lebih matang. Apa yang kami keluarkan ini jadi penuh persiapan.

Sudah menjalani pernikahan selama 20 tahun tentu banyak ceritanya. Sementara kalian berdua terlihat anteng-anteng aja, jauh dari gosip. Apa, sih, rahasianya?

Dewi Gita        : Kalau saya, sih, mengalir aja. Dalam menjalani hubungan nggak harus romantis-romantisan. Malah bisa dibilang kami berdua lebih banyak komedinya.

Armand           : Tapi, komedi itu memang perlu banget, loh. Begitu juga dengan hubungan saya dengan Gigi, kalau di belakang panggung nggak ada hal komedi, mau bagaimana? Nah, apalagi kalau dalam rumah tangga, yang tingkatan hubungannya lebih serius dan lebih dalam. Kebayang nggak kalau sampai rumah kita nggak bisa merasakan ada komedi di dalam rumah? Sesuatu yang bisa bikin kita tertawa.  Komedi itu memang mesti ada. Bahkan romantis itu bisa keluar kalau ada unsur komedi.

Di laman selanjutnya, Armand bercerita bagaimana dirinya mencegah terjadi perselingkuhan.


Post Comment