Seperti Apa Pospak yang Baik Untuk si Kecil?

Namanya juga orangtua, untuk memenuhi kebutuhan si kecil perlu cermat dan dan teliti. Termasuk saat  memilih pospak. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Masih ingat nggak dengan kondisi kulit anak kita saat baru lahir? Bisa dipastikan, ya, kalau kulitnya begitu sensitif. Seperti yang dipaparkan dokter spesialis anak Rini Sekartini Sp.A(K), kulit bayi khususnya newborn memang belum tumbuh sempurna sehingga memerlukan perawatan ekstra dan khusus.  Untuk itulah bayi butuh perlindungan ekstra untuk menjaga kelembapan kulitnya.

Packshoot_Small (1)

 

Ketika menjadi ibu baru, hal ini juga yang jadi concern saya. Saya masih ingat, ketakutan saya adalah menghadapi kondisi kulit bayi yang  rentan dengan berbagai gangguan. Mulai dari munculnya ruam, iritasi, biang keringat, hingga lecet pada kulit. Bisa kebayang, ya, betapa tidak nyamannya anak kita? Harapan untuk melihat senyumannya mengembang di pagi hari, tentu hanya menjadi impian semata.

Belum lagi kalau saya ingat bahwa gangguan kulit pada bayi bisa berdampak yang lebih buruk. Nggak cuma bisa membuat bayi tidak nyaman, namun perkembangan anak juga bisa jadi terganggu. Anak jadi cepat rewel, cengeng, dan mudah marah, bahkan gangguan itu pun akan berpotensi menghambat tumbuh kembangnya. Duh, membayangkannya saja sudah sedih, ya.

Sadar kalau masalah kulit seperti sangat berpengaruh pada tumbuh kembang si kecil, saya pun jadi ‘rewel’ saat memilih pospak. Maklum saja, produk yang satu ini kan sangat berhubungan erat dengan kondisi kulit. Kalau salah pilih, maka kenyamanan dan kesehatan bayi yang jadi  taruhannya. Belajar dari berbagai pengalaman kakak ataupun teman-teman dekat saya, saya pun makin selektif ketika memilih pospak. Apa saja yang jadi pertimbangan?

Daya Serap Tinggi

Siapa yang percaya kalau pospak yang tebal punya daya serap yang paling baik? Ternyata pendapat ini memang salah besar, lho. Pospak yang tebal, sama sekali tidak menjamin punya daya serap yang baik. Padahal,  daya serap yang tinggi merupakan pertimbangan utama. Hal ini nggak terlepas sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kelembapan pada kulit. Dengan begitu, iritasi kulit pun bisa dihindari. Dan yang nggak kalah penting tentu saja untuk agar tidak menghambat gerakan dan perkembangan bayi.  Belum lagi ketika anak kita sudah tumbuh makin besar di mana dia butuh bereksplorasi.  Pospak Pampers® Baby Dry Pants  lah yang memenuhi kriteria ini. Di mana popok celana sekali pakai yang memiliki kelebihan bisa tetap kering hingga 12 jam.  Kekuatan daya serap yang begitu tinggi ini dikarenakan Pampers telah melakukan inovasi baru menggunakan super gel yang mampu menyerap cairan pipis lebih cepat – dan menyebar ke permukaan.

Memiliki Pori-pori

Saya yakin, semua Mommies sudah paham kalau kulit butuh bernafas. Wajah kita saja perlu bernafas, apalagi kulit bayi yang masih sangat sensitif, ya? Untuk itulah, ketika saya memilih pospak, pertimbangan selanjutnya adalah bagaimana memilih popok sekali pakai yang memiliki pori-pori sehingga memberi kesempatan pada kulit bayi untuk bernapas.  Biar bagaimana pun, kalau kulit tertutup terus-menerus tentu mengakibatkan kulit mudah lembap dan muncul iritasi. Rupanya, hal ini juga yang jadi perhatian khusus Pampers, karena produk teranyar yang dikeluarkannya telah dikembangkan  dengan ketersediaan pori-pori di lembaran belakang. Fungsinya, tentu saja supaya kulit bayi masih bisa bernafas. Memang, sih, kondisi kulit bayi tidak bisa dipukul rata, karena ada bayi yang lebih sensitif ataupun punya riwayat alergi. Namun, dengan adanya pori-pori besar pada  Pampers® Baby Dry Pants , mampu memberikan keleluasan kulit untuk bernafas, sehingga sirkulasi udara pun jadi lancar.

Perkembangan usia

Faktor yang nggak kalah penting adalah memilih pospak yang sesuai dengan usia si kecil. Sejauh ini, ada dua jenis popok yang bisa dipilih, pospak dengan waist band atau pull-up diaper. Ketika Bumi masih bayi, saya sempat mengenakan ke dua jenis ini.  Namun, ketika masih newborn, saya memang memilih popok yang menggunakan perekat di daerah pinggang bukan model pospak berbentuk celana. Setelah anak makin aktif, saya pun baru memilih mengguanakan pospak model celana. Lagi pula, model ini memudahkan saya untuk mengajarkan toilet training. Selain mempertimbangkan perkembangan usia si kecil, saat memilih pospak sesuaikan juga dengan ukurannya, jangan sampai pospak yang dipilih kekecilan ataupun kebesaran. Hal ini memang tergantung pada pada berat badannya si bayi.

Sejauh ini, 3 faktor di atas yang jadi pertimbangan saya ketika memilih pospak. Mungkin di antara Mommies punya kriteria yang lain? Boleh share juga, lho.

*Artikel ini merupakan hasil kerjasama MommiesDaily dengan Pampers Indonesia


Post Comment