Family Friday: Ferdi Hasan – Menginformasikan, Mengajarkan dan Menjadi Contoh

Mommies familiar dong ya dengan sosok Ferdy Hasan? Public figure yang dikenal dengan profesi MC juga pemandu acara di televisi. Laki-laki yang beristerikan Safina ini membagi kiatnya menerapkan pola hidup sehat dan menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya.

IMG_8543

Baru-baru ini Mommies Daily sempat berbincang dengan Ferdi Hasan dalam sebuah acara yang diadakan oleh Aqua, membahas caranya mengoptimalkan manfaat puasa dengan nutrisi seimbang dan pola minum #AQUA242. Berikut petikan obrolan kami dengan pria yang memiliki tiga orang anak -Farah (18), Fasya(12), dan Fachri (1).

Bagi Ferdi menerapkan pola hidup sehat bisa dimulai dengan kebiasaan minum air putih dengan teratur, ia mengaku mendapatkan banyak manfaat “Badan lebih terasa enak dan yang biasanya di awal bulan Ramadhan terjadi konstipasi atau susah buang air besar, jadi lebih lancar,” jelas Ferdi.  Ia pun tak lupa menularkan kebiasaan baik ini kepada anak dan isterinya. Khusus ke anak-anak, Ferdy menemui tantangan tersendiri pada proses tersebut. “Menerapkan ke anak-anak jadi tantangan tersendiri untuk saya, karena ada saja pertanyaan yang mereka lontarkan dan agak lebih susah untuk minum air putih – misalnya timbul pertanyaan “Kenapa harus 8 gelas sehari?” dan sebagainya. Tapi saya tetap berusaha menjelaskan, bahwa kebutuhan mineral untuk tubuh tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh dan harus didapatkan dari luar. Mungkin kedengarannya hal yang sepele, minum air saja kok harus dihitung-hitung. Tapi ternyata kontribusinya luar biasa sekali untuk tubuh kita, karena 80% tubuh kita terdiri dari cairan,” kata Ferdi.

Ferdi mulai mengenalkan pentingnya minum air putih kepada anak-anaknya semenjak mereka memang berada di usia yang layak untuk diberikan asupan air putih. Walau di tengah jalan bertemu dengan rintangan, Ferdi dan isteri selalu mempunyai cari menghadapinya – selain memberikan penjelasan seperti yang sudah disinggung di atas tadi. “Saya dan isteri selalu membekali mereka dengan semacam termos minum yang dilengkapi dengan ukuran ml-nya. Dan, saya berpesan kepada mereka, untuk kembali diisi di sekolah maupun di luar supaya metabolisme mereka berjalan baik dengan rajin minum air putih,” pungkas Ferdi.

Masih dalam kesempatan yang sama, Ferdi mengutip pernyataan dari dr. Sri Sukmaniah MSc, SpGk – Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), tentang dampak jika seseorang kekurangan cairan dalam tubuhnya. Misalnya mengalami dehidrasi ringan,  gangguan memori, cepat lupa, tidak bisa konsentrasi, mood juga akan terganggu, cemas, panik atau bahkan mudah marah.

Karenanya dengan mengaplikasikan pola minum yang benar ini Ferdi berharap dapat menjalankan ibadah puasa yang sebentar lagi akan datang dengan total, dan tentu saja bisa berpuasa sebulan penuh. Selain itu konsentrasi dalam beribadah, sehat, bertemu dengan momen lebaran dan bisa silaturahmi bersama keluarga.

Bicara tentang bulan puasa yang sudah di depan mata, Ferdi dan isterinya memilih untuk menjadi contoh terlebih dahulu untuk anak-anaknya, supaya mereka juga bisa dengan penuh kesadaran menjalankan ibadah puasa. “Fasya anak saya yang nomor dua, dari kelas dua SD dia sudah bisa berpuasa sehari penuh. Bagaimana kita mengajarkannya, ya kita sebagai orang tua memberikan contoh kepada mereka, karena anak-anak itu pasti akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Sebisa mungkin kita memberikan pondasi yang kokoh, seperti agama. Karena menurut saya agama adalah pondasi yang tidak bisa tergantikan. Dan menjadi pegangan dalam kehidupan mereka,” jelas Ferdi. Kunci lainnya adalah menginformasikan, mengajarkan dan yang paling penting adalah mereka melihat dan mereka mencoba apa yang sudah dicontohkan oleh orangtuanya.

Lalu disinggung mengenai reward untuk anak-anak selama bulan puasa, Ferdi dan pasangan lebih memilih memberikan reward berupa pujian – tentu saja pujian yang tidak berlebihan dan diberikan pada saat yang tepat. “Sebisa mungkin saya menghindari menjanjikan reward berupa material. Saya lebih memilih reward berupa apresiasi pujian. Karena saya merasa di budaya timur ini, kita jarang sekali mendapatkan reward. Misalnya saat anak mengerjakan tugas dengan baik, anak tertib dan disiplin menjalankan hal-hal tertentu – itu saja sebenarnya sudah harus kita berika reward. Misalnya “You already doing a great job!” kata Ferdi. Menurut Ferdi, karena dari reward itu mereka akan merasa dihargai. Bukan hanya di momen puasa saja. Tapi juga dalam berbagai hal di dalam keseharian mereka.

Bagaimana dengan Mommies, ada cerita menarik seputar kebiasaan minum air putih si kecil, mengenalkan kebiasaan puasa dan manejemen memberikan reward terhadap anak?


Post Comment