Kenapa Mama dan Papa Bercerai?

Hmmm… tidak selalu mudah memberi jawaban dari tricky questions macam ini yang dilontarkan oleh anak-anak kita ketika kita menjadi single mother. Bagaimana memberi jawaban yang benar namun mudah ‘dicerna’ oleh si kecil?

Trikcy4

Gambar dari sini

Tidak ada satu orang pun yang menikah kemudian berencana untuk bercerai (ya iyalah…). Tapi jika memang dihadapkan pada perceraian, maka ada amunisi yang perlu disiapkan agar kehidupan setelah perceraian dapat tetap berjalan dengan baik-baik saja. Dari pengalaman teman-teman saya yang menjadi single mother karena perceraian, satu hal yang sering membuat mereka ‘panas dingin’ adalah jika si anak mengajukan pertanyaan yang cuku memutar otak untuk menjawabnya. Bahkan, salah seorang teman saya bilang “Mendingan ditanya sama hakim di persidangan deh, dibanding kalau anak gue udah nanya-nanya tentang ayahnya. Duh

Saya jadi berpikir, sebegitunyakah pertanyaan anak yang berhubungan dengan perceraian orangtuanya menjadi momok yang menyeramkan? Berawal dari pengalaman teman-teman saya, saya pun mengumpulkan beberapa contoh pertanyaan  yang kerap diajukan oleh si kecil, bagaimana jawaban para single mother ini? Dan, jawaban alternatif dari Irma Gustiana A,M.Psi, Psi  (Psikolog Anak dan Keluarga) dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia dan Klinik Rumah Hati. Atas permintaan dari para narasumber, nama saya samarkan ya, hehehe.

RENATA (Ibu dari 2 anak usia 7 dan 9 tahun)

Mama, kenapa Papa memilih alkohol dibandingkan kita?

Papa ada di kondisi yang disebut dengan ketergantungan mengonsumsi sesuatu di luar batas kewajaran. Hal ini terjadi bukan karena salah kamu, ataupun karena Papa tidak menyayangi kamu. Papa sangat menyayangi kalian.

Mama, kenapa Papa sudah mempunyai pacar dan akan segera menikah lagi?

Mama tidak bisa memberitahu kamu tentang perasaan  yang sedang Papa rasakan. Papa mungkin merasa sendiri karena tidak ada Mama dan kalian di sampingnya setiap hari, tapi Papa adalah Papa kamu untuk selamanya, tidak peduli apapun yang terjadi, dia akan selalu mencintai kalian.

Jawaban lain yang bisa diberikan adalah :

Nak, Papa dan Mama saat ini sudah tidak terikat dalam pernikahan. Sekarang kami adalah sahabat dan berteman. Masing-masing boleh saja memiliki teman dekat atau pacar seperti yang kamu ketahui sekarang ini. Setiap orang butuh pasangannya, seperti ada laki-laki ada perempuan, ada hitam ada putih, ada kiri ada kanan, ada suami ada istri, ada papa ada mama. Yang perlu kamu sadari adalah, Papa dan Mama tetap orangtuamu sampai kapanpun. Kami selalu mencintai dirimu selamanya.

Mama, aku takut suatu saat nanti aku akan menjadi seperti Papa, karena dalam darah aku mengalir darah Papa. Apakah aku akan seperti Papa?

Tentu kamu TIDAK AKAN menjadi seperti Papa, karena setiap orang bertanggungjawab dengan apa yang dia lakukan. Mama yakin kamu akan mengerti, apa yang Papa lakukan bukanlah hal baik untuk keluarga kita, jadi kamu tidak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti yang Papa lakukan. Dan, kamu mempunyai Mama, yang akan selalu hadir untuk kamu, membimbing kamu dan mencintai kamu dalam keadaan apapun.

Jawaban lain yang bisa diberikan adalah :

Nak, setiap orang harus menjadi dirinya sendiri. Walaupun dalam dirimu ada darah Papa yang mengalir, namun kamu adalah orang yang berbeda dari Papa dan Mama.  Mama yakin bahwa dirimu akan menjadi anak yang bertanggung jawab, anak yang bahagia, anak yang sehat dan lebih pandai dari orangtuamu. Jika orangtuamu melakukan kesalahan, maka sebaiknya kamu tidak melakukan kesalahan yang sama karena akan menyakiti orang lain. Ingat ya sayang, berbuat baik dengan sesamamu ya Nak.

Di halaman selanjutnya, dua kasus berbeda dari dua single mother


2 Comments - Write a Comment

Post Comment