Money Talks: Tips Hemat untuk Ibu Baru

Oleh: Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance

Anda baru saja melahirkan anak pertama? Welcome to motherhood mommies! Menjadi seorang ibu baru merupakan sebuah tahapan kehidupan yang sangat menyenangkan bagi setiap perempuan. Sukacita dan tantangan pasti ada, termasuk juga untuk urusan finansial.

20130504074206-Lalabu_City_3

*Gambar dari sini

Sebuah riset yang dilakukan ZAP Finance pada tahun 2013 berhasil menyimpulkan bahwa rata-rata kenaikan biaya hidup di tahun pertama kelahiran anak mencapai Rp. 70 juta setahun atau kira-kira Rp. 5.8 juta per bulan. Nah, wajar jika pengaturan keuangan sesaat setelah melahirkan menjadi cukup menantang, apalagi untuk mommies yang memutuskan untuk berhenti bekerja.

Mengatur ulang anggaran atau rencana pengeluaran bulanan sebaiknya dilakukan oleh setiap ibu baru. Namun, saat penghasilan lebih sedikit daripada rencana pengeluaran, maka melakukan penghematan menjadi salah satu solusinya. Ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan dari rumah yang ternyata berdampak besar terhadap pengeluaran rumah tangga lho!

1. Memberikan ASI Eksklusif

Sebuah riset yang saya lakukan atas dua anak saya menyimpulkan hasil nyata dalam hal finansial hanya dari pemberian ASI secara eksklusif untuk buah hati kita. Riset yang saya jadikan tulisan popular dengan judul MatematikASI ini menampilkan fakta: Pada tahun 2011 ada penghematan sebesar Rp.31,5 juta selama 3 tahun untuk anak pertama yang mendapatkan ASI selama 10 bulan dengan anak kedua yang ASI selama 36 bulan. Belum lagi penghematan tidak langsung dari sisi biaya kesehatan.

2. Membatasi pemakaian popok sekali pakai

Kebiasaan menggunakan popok sekali pakai sejak bayi juga pasti berpengaruh terhadap keuangan rumah tangga. Ada baiknya konsumsi ini dibatasi meski tidak perlu dihilangkan sepenuhnya.Misalnya, saat tidur atau pergi keluar rumah si kecil tetap dipakaikan popok sekali pakai.

3. Sikapi keinginan vs kebutuhan

Sebagai ibu baru, saya paham betul godaan untuk membeli semua peralatan dan baju bayi yang menggemaskan. Namun, pahamilah antara kebutuhan bayi dengan keinginan orangtua (maklum, bayi di bawah setahun keinginannya hanya menyusui lho mommies), apalagi jika harus mengorbankan dana darurat keluarga. Ada beberapa kebutuhan anak yang bisa sewa seperti mainan.  Jika berniat memiliki anak kedua atau ketiga, maka tidak ada salahnya membeli yang baru dengan kualitas bagus.

4. Manfaatkan BPJS Kesehatan

Salah satu manfaat BPJS Kesehatan adalah pemberian imunisasi wajib secara gratis bagi buah hati. Betul, lokasi fasilitas kesehatan memang tidak fleksibel sesuai keinginan, namun penghematan dari biaya vaksin bisa mencapai angka jutaan rupiah.

Itu dia beberapa tips hemat untuk ibu baru. Selamat menikmati kehidupan baru sebagai seorang ibu. Live a Beautiful Life!

 

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen”, pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment