Family Friday : Joe Taslim, “Cinta Itu Harus Dibangun & Perlu Kerja Keras”

Mampu menjalani pernikahan selama 10 tahun secara long distance relationship tentu bukan perkara yang mudah. Namun Joe Taslim dan Juli Taslim mampu  melaluinya dengan baik, bahkan tanpa diterpa gosip. Apa rahasianya?

Seperti yang sempat saya tulis di artikel ini, saya merupakan tipe perempuan yang sepertinya susah menjalani hubungan LDR dengan pasangan. Bukannya nggak percaya, tapi, kok, kalau pasangan tidak ada di samping saya rasanya seperti ada sesuatu yang hilang. Lagi pula, urusan membesarkan anak tanpa dampingan suami, tentu tidak mudah untuk melakukannya.

Oleh karena itu, saya sangat kagum dengan mereka yang bisa menjalankan bahtera rumah tangga dengan baik, meskipun LDR-an. Contohnya, seperti Joe Taslim dan Juli Taslim.

Molto Perfume Essence - JT menyanyi 2

Saya yakin, banyak Mommies yang nge-fans dengan aktor kawakan yang sempat membintangi Film Fast & Fourius 6 ini. Termasuk saya. Rasanya, saya semakin mengidolakan bapak dari Mika, 9 tahun, Hiero, 6 tahun, dan Karra, 2,5 tahun ini ketika, istrinya mengatakan,  “Joe Taslim itu merupakan sosok suami dan ayah yang diadam-idamkan semua perempuan. Joe itu family man, dia sangat disiplin dan memiliki pribadi yang baik.”

Beberapa waktu lalu, saya sempat bertemu dengan pasangan   Joe Taslim dan Juli Taslim di acara Undangan Media Launch “Molto Perkenalkan Kemasan Baru Produk Molto Premium: Molto Perfume Essence”. Rupanya, perjalanan cinta mereka yang terbilang unik sehingga banyak menginspirasi pasangan suami istri menjadikan Joe dan Julie Taslim dipilih menjadi Brand Ambassador Molto. Cerita bagaimana keduanya memiliki romantisme yang begitu mendalam juga bisa kita lihat lewat mini web series di Youtube. Ada yang sudah melihat?

Wawancara singkat di bawah ini, sepertinya bisa memberikan sedikit gambaran tentang sisi romantis Joe Taslim dan layak kita contoh.

Halo Joe, cerita dong awalnya bertemu dengan istri…

Kami pacaran 3 tahun. Waktu itu kami bertemu di Jakarta saat saya masih aktif menjadi atlet.  Saya mau ada kompetisi dan kami  sedang nongkrong bareng teman-teman, tahu-tahu waktu kami tinggal berdua saja. Ya, akhirnya berjalan begitu saja. Tapi ketika kami jatuh cinta, karena berawal dari teman kami sudah tahu baik buruknya masing-masing seperti apa.

 Jadi bisa dibilang jatuh cinta karena first impression?

Pada awalnya, kagum, sih, iya. Tapi kalau cinta itu kan harus dibangun dan kerja keras terlebih dulu.

Mengingat pekerjaan Joe yang sering ke luar negeri, bagaimana kiatnya bisa membangun rumah tangga yang harmonis meskipun LDR?

Kalau ngomongin tantangan, pastinya akan ada. Jadi ketika saya ada di Jakarta, semua hal saya fokuskan pada anak dan keluarga saja. Ibaratnya, saya korbankan waktu saya bersama teman-teman. Jadi porsi yang saya pilih adalah keluarga, pekerjaan dan teman-teman. Keluarga mejadi fokus utama saya.

Bagaimana rasanya ketika Joe melakukan hal itu? Sementara pasti ada momen ketika Joe juga ingin bersosialisasi dengan teman.

Sebenarnya itu memang keputusan  yang saya pilih, makanya saya butuh pasangan yang bisa terus memberikan support. Istri saya mengerti sekali kapan saya membutukan teman-teman. Jadi Juli tidak pernah membuat segalanya menjadi lebih sulit. Kontrol dalam dirinya sangat baik. Istri saya sangat paham kalau memang saya ingin olahraga bareng atau kumpul bersama-teman-teman.

Sebenarnya istri saya nggak pernah melarang sama sekali kalau saya ingin bertemu dengan teman-teman, saya itu pilihan saya. Justru sebenarnya ujian paling berat buat kami ketika kami sedang pacaran. Karena waktu itu sering sekali saya ‘tinggal’, kami banyak diuji saat awal  menikah.

Buat Julie sendiri, momen seperti apa yang paling ngangenin ketika Joe lagi tidak di rumah?

Seperti yang sudah saya bilang, Joe itu tipe family man. Jadi momen yang paling membuat saya rindu tentu saja ketika kami sedang kumpul bersama anak-anak.

Kalau lagi kangen, biasanya apa yang dilakukan?

Biasanya sih salah satu hal yang sering saya lakukan adalah membuka lemari pakaian dan mencium bajunya Joe. Cara ini sering ampuh mengobati rasa rindu saya.

Bagaimana, benar nggak apa yang saya sudah bilang, kalau pasangan ini merupakan pasangan yang romantis? Yang jelas, obrolan saya dengan pasangan ini bisa membuktikan, ya, kalau sebenarnya hubungan rumah tangga secara LDR bisa berjalan dengan baik. Toh, memang banyak hal yang bisa dilakukan untuk menguatkan hubungan. Selain itu, dampak aroma pasangan untuk meredam rasa rindu juga tidak bisa disepelekan. Soalnya keharuman memberikan kesan mendalam sehingga terus mengingatkan kita dengan orang yang kita cintai.

 


Post Comment