Matematika Rokok

Oleh: Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance

Hai mommies, ternyata pengeluaran untuk membeli rokok juga bisa menjadi penggerus keuangan keluarga. Pernahkah kita berhitung jika konsumsi rokok dihentikan, bagaimana dampaknya untuk kesehatan finansial keluarga?

Sebagai seorang ibu bekerja yang kebetulan punya alergi terhadap asap, momen nongkrong di kafe menjadi terganggu bila banyak asap rokok di ruangan. Entah mengapa, terlalu lama berada di area penuh asap rokok membuat badan saya kurang sehat keesokan harinya. Ternyata fenomena ini tidak hanya dialami oleh saya melainkan juga oleh banyak orang di luar sana yang menjadi perokok pasif. Bahkan, menurut penelitian “Fakta Tembakau” yang dilakukan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat pada tahun 2009, kerugian rumah tangga di Indonesia dari konsumsi rokok mencapai Rp.338.75 triliun!

quit-smoking

*Gambar dari sini

Secara umum, seorang perokok aktif dalam sebulan menghabiskan dana sebesar Rp. 250.000 untuk pembelian rokok. Rentang perokok yang aktif merokok setiap hari berada pada rentang 1- 60 batang sehari dengan rata- rata 10,9 batang. Sedangkan, bagi orang yang sekali- kali merokok mengonsumsi antara 1- 24 batang sehari dengan rata- rata 3,3 batang per hari  seperti dikutip dari The 2010 Greater Jakarta Transition to Adulthood Survey.

Mommies, pernahkah kita berhitung apa yang bisa kita lakukan dengan tambahan penghasilan sebesar ini setiap bulannya? Coba lihat daftar ini.

1 tahun 5 tahun 10 tahun
1 Ditabung* 3,049,200  16,202,082  35,022,693
2 Investasi emas** 3,167,570  19,520,595  51,638,005
3 Investasi reksa dana saham** 3,298,198  23,993,493  80,884,722

Asumsi:

*tingkat imbal hasil rata-rata 3% per tahun.

**tingkat imbal hasil rata-rata 10% per tahun.

**tingkat imbal hasil rata-rata 18% per tahun.

Dampak langsung dari penghematan belanja rokok ternyata bisa membuat kita para mommies dapat tambahan dana berlibur sebesar Rp. 23 juta dalam 5 tahun kedepan jika dananya diinvestasikan ke reksadana saham setiap bulan. Bahkan, dalam 10 tahun, bisa jadi tambahan dana pendidikan untuk anak lho!

Selain dampak langsung dari penghematan, ternyata masih ada lagi dampak tidak langsung yaitu turunnya pengeluaran untuk biaya kesehatan. Berdasarkan penelitian, terbukti bahwa rumah tangga perokok memiliki pengeluaran kesehatan minimum 2x lebih besar dibandingkan rumah tangga bukan perokok.

Nah, jika dana untuk kesehatan bisa berkurang 50% dari biasanya, maka mommies punya lagi tambahan dana yang bisa digunakan untuk belanja ataupun beli tiket konser artis favorit. Maklum ya mommies, godaan pengeluaran gaya hidup di tahun 2015 memang cukup banyak. Jadi, jika ingin keuangan rumah tangga tetap sehat, kita harus cermat untuk menyiasati pengeluaran tidak penting yang punya dampak besar untuk kesejahteraan rumah tangga. Live a Beautiful Life!

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen”, pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


One Comment - Write a Comment

Post Comment