Selai Nanas Rendah Gula

Jika Anda sering mengonsumsi roti tawar, pasti salah satu alternatif pilihan olesan yaitu selai buah. Dari segi nutrisi, selai buah mengandung serat pangan yang berguna untuk kesehatan pencernaan, tidak mengandung lemak, rendah sodium dan kandungan mineralnya yang terbanyak yaitu kalium.

Selai yang dijual di pasaran umumnya menggunakan gula yang cukup banyak dan bahan pengawet. Energi atau kalori yang diperoleh dari selai sebagian besar berasal dari gula. Akan tetapi beberapa jenis selai diolah sedemikian rupa sehingga bebas gula dan rendah kalori. Namun selai rendah kalori ini cukup mahal. Kali ini kita akan membuat selai yang rendah gula dan bebas bahan pengawet. Rasanya memang tidak semanis selai di pasaran dan per sajian 1 sdm hanya memiliki sekitar 13 kkal. Dari segi rasa, selai yang akan kita buat ini masih memiliki citarasa buah. Buah yang dipilih adalah nanas, karena citarasanya yang khas dan menyegarkan, kaya akan serat pangan dan zat gizi lainnya seperti kalium, mangan, tembaga, vitamin C, thiamin dan vitamin B6. Selain itu dari segi ekonomi, biaya pembuatannya pun sangat murah.

pineapple jam

Untuk olesan 26 lembar roti tawar (1 sdm)

Bahan

Daging buah nanas 350 gram

Gula pasir 175 gram

Agar-agar putih 1ts

Asam sitrat ¼ sendok teh

Cara membuat

  1. Kupas dan cuci bersih buah nanas.
  2. Potong-potong daging buah nanas. Hancurkan dengan menggunakan blender hingga halus.
  3. Saring hasil blender buah nanas tersebut untuk memisahkan sebagian sari buahnya. Sari buah bisa langsung diminum.
  4. ‘Ampas’ buah nanas yang telah dipisahkan dari sari buahnya dimasukkan ke dalam wajan dengan api sedang sambil diaduk.
  5. Setelah mendidih, masukkan gula, agar-agar putih dan asam sitrat. Aduk terus sampai agak padat.
  6. Masukkan dalam botol selai kosong yang sudah bersih dalam keadaan panas. Tutup rapat. Dinginkan (bisa direndam dalam air).
  7. Sajikan setelah dingin.

Nilai gizi per sajian/olesan (1 sdm)

Energi: 13.3 kkal

Lemak: 0 g

Karbohidrat: 3 g

Serat: 0.3 g

Protein: 0.1 g

Tips dan Saran

  1. Simpan dalam pendingin untuk mencegah kerusakan, karena selai ini tidak menggunakan bahan antimikroba dan kadar gulanya juga rendah.
  2. Bisa dimakan langsung atau untuk berbagai macam olesan seperti roti dan pancake ataupun untuk topping berbagai macam makanan/minuman.

Arief T Nur Gomo, STP, MSi adalah seorang food scientist, konsultan bisnis makanan, healthy chef, pengajar materi gizi di Jakarta Culinary Center, serta founder dari Healthy Bites. Mau tahu lebih jauh? Silakan lihat http://arieftng.blogspot.com atau follow @arieftng.


Post Comment