Belajar Sabar dan Mengendalikan Diri Melalui Pengelolaan Uang

Sejauh mana pemahaman si kecil soal konsep keuangan baik dalam sisi EARN, SAVE, SPEND, dan DONATE? Untuk mengetahui tingkat pemahaman anak, mungkin kita bisa melakukan sebuah “tes uang” ke mereka. Bagaimana caranya?

Rupanya masa kecintaan Bumi yang saat ini berusia 5 tahun pada mainan Thomas & Friends sudah mulai pudar. Saat ini anak lanang saya lagi jatuh cinta pada mainan Lego. Mengingat permainan Lego ini memiliki banyak manfaat bagi tumbuh-kembang kecerdasan anak balita seperti Bumi, saya dan suami sih senang-senang saja membelikannya. Tapi, berhubung harganya tidak murah, ya, nggak mungkin dong kami membelikannya setiap saat.

Ketika Bumi menginginkan Lego baru, saya pun selalu bilang, “Belinya tidak sekarang ya Mas Bumi, kita harus menabung dulu. Sekarang Mas Bumi lihat-lihat saja dulu, pilih yang paling Mas Bumi suka. Kalau uangnya sudah terkumpul, baru kita beli.”

kids-saving-money

*Gambar dari sini

Untungnya, anak saya ini bukan tipe anak yang hobinya merengek. Setelah diberi pengertian kalau harga mainan tersebut mahal, sehingga membelinya harus menabung lebih dulu,  dia cukup paham. Sebenarnya, kebiasaan menabung ini sudah dari dulu kami kenalkan pada Bumi.

Bahkan tahun lalu, saat Bumi ulang tahun, kami sekeluarga sempat jalan-jalan ke Taman Safari menggunakan uang receh yang berhasil kami tabung bersama-sama. Sejak saat itu, sepertinya Bumi cukup paham kalau lewat aktivitas menabung, ia  bisa membeli suatu barang yang ia inginkan.

Paling tidak, dengan mengenalkan budaya menabung ini kami berharap bisa jadi langkah awal  Bumi untuk memiliki skill mengatur keuangan yang baik. Bagaimanapun kecerdasan seorang anak itu kan nggak cuma diukur dari nilai akademis sekolah saja. Kepandaiannya untuk mengatur emosi ataupun keuangan juga jadi bagian yang tidak kalah penting. Saya percaya dengan belajar menabung dan menunda untuk membelikan mainan, Bumi bisa belajar untuk lebih sabar dan mengendalikan keinginannya sejak awal.

Saya juga yakin kalau semua orangtua punya pandangan yang sama dengan saya. Buktinya, Prudential melakukan survei di beberapa negara Asia, yaitu di Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam yang menunjukkan bahwa 61% orangtua memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola uang dan mereka setuju agar kemampuan ini juga perlu dipelajari oleh anak-anaknya. Sayangnya, hanya 8% dari mereka yang merasa anaknya memiliki kemampuan mengelola uang.

Memang, mengedukasi literasi keuangan pada anak itu tidak mudah. Kita sebagai orangtua harus pintar-pintar mencari cara supaya anak jadi tertarik. Sejauh ini, saya memang baru sebatas mengajarkan Bumi menabung di celengan.  Supaya Bumi lebih semangat, saya pun sengaja memilih celengan yang terbuat dari plastik bening sehingga pertumbuhan uang receh yang ia tabung bisa terlihat. Terbukti lho, kalau cara ini bikin dia tambah semangat nabung :D

Enaknya lagi, saat ini juga sudah ada sebuah program yang sangat membantu kita, para orangtua untuk memberikan skill pengelolaan keuangan kepada anak. Namanya  Cha-Ching. Ada yang sudah mendengar soal Cha-Ching ini? Waktu tahu ada program ini, saya sendiri merasa sangat terbantu. Nggak percaya? Langsung buka link ini deh Mommies (www.cha-ching.co.id )

Karena program Cha-Ching ini dikemas dalam animasi musikal, dengan berbagai karakter yang sangat berkaitan tentang manajemen keuangan, saya sih yakin kita jadi lebih mudah memberikan contoh pada anak-anak. Misalnya, lewat video “Little Spender” dengan karakter Pepper sang Kibordis dan Vokalis, kita bisa mengajarkan anak supaya jangan boros. Dengan menabung, kita bisa mendapatkan sesuatu yang benar-benar kita butuhkan, bukan membeli berdasarkan faktor keinginan saja. Selain itu, program Cha-Ching ini juga punya fitur games yang bisa dimainkan anak-anak yaitu Cha-Ching Penabung dan Cha-Ching Wirausahawan. Lengkap banget, ya!

Oh iya, Mommies sendiri sudah tau belum, sejauh mana pemahaman si kecil soal konsep keuangan baik dalam sisi EARN, SAVE, SPEND, dan DONATE? Untuk mengetahui tingkat pemahaman anak, mungkin kita bisa melakukan sebuah “tes uang” ke mereka. Gimana caranya? Intip video #ChaChingChallenge ini, yuk!

Rasanya, ‘tes uang’ di atas patut kita coba, ya. Setuju nggak Mommies?