Eggsperimen – Cara Menjelaskan Kerusakan Gigi Pada Anak

Bingung menghadapi anak yang kadang-kadang suka malas sikat gigi? Coba, deh, eggsperimen berikut ini agar si kecil mudah memahami  apa  yang akan terjadi jika dia masih malas menyikat gigi.

Coba cek sikat gigi yang biasa Anda pakai selama ini. Jangan-jangan bulu sikatnya sudah megar semua. Sikat gigi lama memang terasa nyaman dipakai karena bulu sikatnya sudah tidak lagi terasa keras. Tapi, tahu nggak? Sikat gigi dengan bulu sikat yang seperti itu daya bersihnya sudah jauuuuuuh berkurang dan otomatis sudah tidak optimal lagi untuk membersihkan gigi.

pio5jAnoT

 

*Gambar dari sini

Selain tidak efektif untuk membersihkan, sikat lama juga berpotensi menumpuk bakteri. Penelitian yang dilakukan oleh The University of Manchester menemukan lebih dari 200 juta bakteri pada bulu sikat gigi, termasuk bakteri E.coli dan staphylococci.  Berdasarkan hal tersebut, ADA (American Dental Association) menganjurkan agar sikat gigi digunakan kurang dari 3 bulan.

”Bakteri sangat mudah dan cepat berkembang biak terutama pada sikat gigi karena kondisinya lembap, terutama yang tidak terawat dan terlalu lama digunakan. Bakteri juga mudah berpindah dari sikat gigi ke tubuh manusia melalui rongga mulut dan kemudian menyebabkan timbulnya penyakit,” jelas Prof. Mel, panggilan akrab dari Prof. Dr. drg. Melanie S. Djamil, MBiomed FICD Lab BioCORE dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta yang menjadi narasumber pada workshop Formula.

Memilih sikat gigi juga menjadi ‘PR’ tersendiri terutama untuk orangtua yang memiliki anak berusia sekitar 8-12 tahun seperti saya. Untuk anak-anak yang lebih muda, sikat anak masih efektif dan sesuai dengan anatomi rahang anak yang masih kecil. Tapi untuk usia pre-teen, belum ada kategori sikatnya. Sikat anak kekecilan, namun sikat dewasa masih terlalu besar untuk rahang mereka yang belum berkembang sempurna.

Maka saran dari Prof. Mel adalah pilihah sikat yang bulunya halus, yang ada tulisan soft di kemasannya. Sedangkan untuk ukurannya, disesuaikan dengan besar rahang. Kalau rahangnya termasuk besar, sudah bisa pakai sikat dewasa biasa. Tapi kalau kecil, bisa pakai sikat dewasa dengan kepala sikat yang kecil.

Bagaimana cara mengetahui ukuran rahang?


Post Comment