Family Friday: Imelda Fransisca, Pentingnya Investasikan Diri Untuk Keluarga

“Ukuran bahwa kau dihormati oleh anak-anak bukanlah seberapa sukses kau berkarir, tapi seberapa banyak kau menginvestasikan dirimu untuk mereka.”

Ketika membaca kalimat tersebut di lembaran pertama yang tertulis dalam buku ‘Modern Mama’  yang ditulis Imelda Fransisca, rasanya kok, sangat menohok, ya?  Saya lantas berpikir, sudah berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk anak saya, Bumi?

Sebagai ibu yang masih bekerja kantoran, saya mengakui kalau waktu saya bersama Bumi memang terbatas. Walaupun begitu, saya selalu berusaha untuk ada di rumah sebelum larut malam sehingga ritual membacakan buku cerita atau mendongeng menjelang tidur tetap bisa saya lakukan. Di pagi hari, paling tidak saya juga berusaha untuk punya waktu berkualitas bersama Bumi sebelum kami berdua menjalani rutinitas masing-masing. Saya ke kantor, Bumi ke sekolah. Meskipun masih jauh dari kata sempurna, namun saya selalu berusaha menginvestasikan waktu bersama keluarga.

Hal ini rupanya juga sangat disadari oleh mantan Puteri Indonesia tahun 2005 silam. Setelah menikah dan memiliki dua orang anak, ia mengaku banyak mengalami perubahan. Jika dulu dirinya sangat career minded, kini prioritas utamanya adalah keluarga. Ia sangat percaya, sehebat-hebatnya ia di luar, yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana ia bisa dipandang dan apa yang sudah dirinya lakukan di rumah. “Yang paling penting, apa yang sudah bisa saya lakukan untuk keluarga.”

imelda

Mengemban tugas sebagai ibu  memang tidak mudah. Kita dituntut untuk terus belajar mengikut fase pertumbuhan anak, namun tetap bisa membagi waktu untuk karir, kehidupan sosial termasuk mengikuti kemajuan teknologi. Seperti yang pernah saya tulis di artikel ini, jadi ibu juga nggak boleh gaptek. Harus modern mengikuti perkembangan zaman.

Bicara soal jadi mama modern, sudah ada yang baca buku ‘Modern Mama’ yang ditulis Imelda Fransisca belum? Kebetulan, waktu peluncuran buku ini saya sempat datang mewakili Mommies Daily. Setelah membaca buku yang diterbitkan Gramedia ini, saya merasa mendapat insight yang menarik dan bisa saya aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir acara saya pun sempat berbincang dengan isteri dari pengusaha yang bernama Norman Edward Sebastian. Obrolannya benar-benar seru. Nggak percaya? Simak, deh, kutipan wawancara saya di bawah ini.

Ada alasan tertentu nggak, kenapa Imelda mau membuat buku tentang kehidupan sebagai ibu?

Karena sekarang ini kan banyak sekali orang yang menulis mengenai karir, kesuksesan, tapi kita juga harus tahu bahwa semua perempuan memiliki kesempatan yang sama. Jangan sampai ibu-ibu yang bekerja di rumah, yang memilih untuk menjaga anak-anaknya merasa tersisihkan atau merasa tidak berharga, sementara untuk ibu-ibu yang memilih untuk tetap bekerja jangan juga merasa bersalah. Intinya sebenarnya sama, kita sedang dalam perjuangan yang sama, bagaimana kita bisa membentuk generasi yang lebih baik. Karena dari sebuah keluarga yang kuat akan membentuk negara yang kuat. I think, peran seorang ibu jangan dijadikan sesuatu hal yang sekunder. Karena saya juga seorang ibu, saya ingin speak up, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengetahui bagaimana caranya memprioritaskan waktu yang kita miliki.

Bagaimana cara Imelda membagi waktu antara keluarga, kegiatan sosial ataupun yang lainnya?

Memang kesannya kegiatannya banyak, tapi kegiatan saya tidak sepadat itu, tidak seperti yang orang bayangkan. Tidak setiap hari kegiatannya padat. Biasanya ketika ada job, langsung  saya jadwalkan. Kalau memang saat itu saya tidak bisa, misalnya karena ada acara anak sekolah, akan saya reschedule. Karena saya sangat percaya, sehebat-hebatnya kita di luar,  yang dilihat bagaimana kita di rumah. Apa yang sudah bisa kita lakukan untuk keluarga.


One Comment - Write a Comment

Post Comment