Do’s & Dont’s Kelola Uang Untuk Mompreneur

Oleh: Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GcertFP – Chief Financial Planner ZAP Finance

Di zaman yang penuh dengan kebutuhan dan keinginan, banyak mommies yang harus lincah dalam pemenuhan kebutuhan finansial keluarga. Bekerja sendiri ataupun wirausaha banyak juga dipilih oleh para mommies seperti Anda dan juga saya.

tabungan2

 

*Gambar dari sini

Sebagai seorang Mompreneur, kita harus lebih pandai dan bijak dalam pengaturan finansial. Bukan hanya mengurus keuangan rumah tangga, keuangan usaha pun perlu perhatian yang sama. Banyak Mompreneur di luar sana yang punya bisnis dan berhasil, tetapi secara finansial tidak terlalu terasa perubahannya. Nah, berdasarkan pengalaman saya sebagai financial planner sekaligus mompreneur selama lebih dari 8 tahun, ada beberapa tips yang bisa saya bagi untuk Anda.

Do’s

  1. Memisahkan pengaturan keuangan

Sejak hari pertama memutuskan untuk punya usaha, pisahkan segera keuangan rumah tangga dan usaha kita. Cara termudah adalah memiliki rekening operasional rumah tangga dan rekening bisnis.

  1. Selalu siaga

Mompreneur dihadapkan dengan situasi penghasilan yang tak menentu. Sehingga, memiliki dana darurat sebesar 3 kali dari pengeluaran rutin normal menjadi suatu kewajiban sebelum memulai usaha. Setelah usaha kita berjalan 3 bulan, maka dana darurat untuk usaha juga perlu mulai dibentuk. Sebaiknya kita menggunakan rekening tabungan untuk urusan dana darurat.

  1. Memiliki 2 kartu kredit

Sebagai Mompreneur, saya anjurkan Anda untuk tidak meminjam dana sebagai modal usaha. Namun, apabila diperlukan modal kerja untuk order yang sudah pasti, boleh saja Anda menggunakan bantuan kartu kredit untuk membeli bahan baku. Itu sebabnya, seorang Mompreneur sebaiknya memiliki 2 kartu kredit, yaitu khusus untuk urusan usaha dan satu lagi untuk cadangan rumah tangga.

  1. Menghitung laba bukan omzet

Omzet penjualan bukanlah laba bersih. Uang yang bisa masuk ke penghasilan rumah tangga adalah keuntungan yang telah dikeluarkan untuk berbagai biaya. Pastikan usaha kita memberikan untung ya, mommies. Untuk apa punya usaha, jika ada lelah tanpa mendatangkan keuntungan bagi rumah tangga?

Don’ts

  1. Membayar biaya usaha dengan penghasilan rumah tangga

Hal yang umum terjadi adalah Mompreneur menggunakan jasa para Asisten Rumah Tangga untuk membantu usahanya. Namun, biaya jasa ini dibayarkan dengan penghasilan rumah tangga. Jangan dibiasakan, karena apabila usaha kita semakin besar, maka kita akan kaget dengan adanya biaya-biaya tambahan seperti sewa ruangan, biaya kurir, biaya karyawan dan lainnya.

  1. Tidak memiliki asuransi yang memadai

Asuransi kesehatan dan asuransi kecelakaan sebaiknya dimiliki oleh setiap usaha. Jika usaha masih kecil, penggunaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sudah cukup lho. Paling penting, kita pastikan keuangan usaha dan rumah tangga tidak carut marut apabila terjadi musibah.

Nah, itu dia beberapa tips untuk pengelolaan keuangan bagi Mompreneur. Semoga bisa bermanfaat ya. Live a Beautiful Life!


Post Comment