Family Friday : Fenita & Arie Untung, Makin Mesra Karena Satu Profesi

Banyak orang yang berpendapat, memiliki  profesi yang sama dengan pasangan memiliki banyak keuntungan. Paling tidak hal inilah yang dirasakan pasangan Fenita dan Arie Untung.

Punya profesi yang sama dengan suami, bekerja di sebuah media sebagai jurnalis memiliki keuntungan tersendiri buat saya. Betapa tidak, kami sama-sama lebih paham dengan tugas masing-masing, lebih mudah diajak diskusi, bahkan dalam hal pekerjaan suami pun sering saya jadikan konsultan pribadi, hahaha.

Nggak hanya saya dan suami saja, sih, beberapa  teman dekat yang punya profesi yang sama dengan pasangannya juga punya pendapat yang sama. Hal ini pun diakui oleh Fenita dan Arie Untung. Pasangan yang berprofesi sebagai presenter ini, juga merasakannya.

“Beberapa kali kita memang dipercaya untuk kerja berdua. Kalau kerja couple itu, tek-toknya harus cepat. Tapi jadi lebih enak. Mungkin hal ini yang membuat kami makin dekat,” ungkap Fenita saat saya temui beberapa waktu lalu di  acara Molto.

Berbeda dengan pasangan selebritas lainnya, biduk rumah tangga Fenita dan Arie memang bisa dibilang jarang diterpa gosip. Mampu menapaki perkawinan hingga usia panjang hingga 10 tahun tentu bukan hal yang mudah. Terlebih untuk para pelaku dunia hiburan yang identik dengan kawin cerai. Jadi nggak heran, ya, kalau ada yang menganggap sebagai sebuah prestasi tersendiri.

Lebih lanjut, perempuan asal Palembang ini menandaskan, “Enaknya punya satu profesi dengan suami tentu kita bisa sama-sama terus karena kerjanya bareng. Rezeki juga nggak ke mana kan. Cuma, ya itu, kalau kita lagi kerja bareng, otomatis anak-anak jadi ditiggal, nggak ada yang temenin karena dua-duanya lagi kerja.”

“Kalau berdua lagi kerja, anak-anak memang sudah bisa ditinggal, sih. Lagi pula juga ada utinya yang bisa jagain,” timpal Arie.

arie

Mengingat jadwal keduanya yang begitu padat, saya pun tergelitik untuk bertanya, apakah kedua anaknya pernah mengeluh?

“Kadang, sih. Tapi justru malah sekarang ini saya yang yang suka complain ke anak-anak karena jadwal kegiatan mereka justru lebih sibuk dari kita berdua. Kalau ada shooting, biasanya kita suka minta shootingnya di rumah saja supaya bisa tetap sama anak-anak, eh, malah mereka yang nggak ada di rumah karena pulangnya sore. Makanya kita selalu punya quality time.”

Kebayang, sih, ya, betapa sibuknya pasangan ini. Lah, wong, saya dan suami yang sama-sama punya jam kerja yang jelas, harus pintar membagi waktu. Apalagi mereka kan?

Tidak mau kehilangan moment spesial bersama keluarga, mereka pun punya cara tersendiri untuk menyiasatinya. Seperti yang dikatakan Fenita, biasanya di akhir pekan dirinya sering menghabiskan waktu bersama keluarga dengan nonton bersama. “Atau saat pulang kerja tahu-tahu kita jemput anak-anak ke sekolah, terus makan bareng di restoran favorit mereka. Jadi, bukan sama pasangan aja yang harus kasih surprise, sama anak juga harus begitu.

Sebagai ibu pekerja, Fenita pun merasakan kalau dirinya kerap kesulitan untuk mengatur waktu antara keluarga dan pekerjaan. Namun, sejak menikah dirinya sudah memiliki komitmen dengan suami, kalau pekerjaan bisa diibaratkan sebagai sambilan saja. Sementara untuk profesi utama teta saja menjadi istri dan ibu. “Prioritas aku tetap keluarga dan anak,” ujarnya.

Yang jelas, sebagai orangtua Fenita dan Arie mengakui kalau mereka menerapkan pendidikan yang moderat.  Di mana keduanya selalu mendukung apa yang disukai kedua anaknya. “Anak-anak itu kan masanya ingin mencoba segala macam hal, jadi yang kita dukung saja, Toh, kita masih belum tahu ke depannya mereka ajan jadi apa. Misalnya anak senang musik, ya, kita support. Anak senang gambar, kita ajak untuk ikut kelas gambar atau melukis. Anak aku yang laki-laki itu senang sekali pelajaran matematika, jadi kita support saja apa yang mereka suka,” pungkas Fenita di akhir pembicaraan.

 

 


Post Comment