Dari Car Seat Menuju Booster Seat

Saat anak sudah meninggalkan fase balita dan car seat, maka jawabannya adalah gunakan booster seat sebagai kelanjutan dari car seat.

Sebagai orangtua tentu saja kita semua sudah paham pentingnya menggunakan car seat saat berkendara roda empat bersama balita. Dari banyak manfaat pemakaian car seat, yang utama bagi saya sudah pasti karena faktor keselamatan, dong, bukan hanya untuk si anak tapi juga untuk si pengendara mobil. Karena pada dasarnya, car seat dirancang untuk menjaga keamanan balita selama kendaraan melaju.

Awalnya,  saya sendiri kurang mengenal booster seat. Namun, setelah melihat sendiri bahwa anak saya membutuhkan kursi sejenis car seat dengan ukuran tempat duduk lebih besar ketimbang car seat sebelumnya, mulailah saya bergerilya mencari informasi mengenai kursi khusus (kursi tambahan) untuk anak-anak yang belum bisa menggunakan safety belt dengan benar. Hingga akhirnya, seorang kawan menginformasikan mengenai booster seat kepada saya.

 

 

 

 

 

 

Booster Seat 1

 

*Gambar dari sini

Booster seat sendiri sebenarnya merupakan bantalan alas duduk tambahan khusus untuk anak-anak. Permasalahan yang sering dihadapi orangtua saat berkendara roda empat adalah anak-anak (terutama yang masih kecil dan baru beranjak dari fase balita) belum bisa duduk dengan baik dan menggunakan safety belt dengan benar. Biasanya, jika tidak menggunakan tambahan bantalan duduk, safety belt yang digunakan anak tidak akan melindunginya dan cenderung mengganggu mereka. Karena pada dasarnya, safety belt yang dipasang di dalam mobil memang dirancang dan dikondisikan untuk orang dewasa. Jadi, nggak heran ya jika anak kita yang masih kecil akan merasa tidak nyaman untuk duduk diam dan menggunakan safety belt, sedangkan tali pengaman tidak melindungi anak kita dengan benar (bisa saja tali pengaman melintang di depan wajah/melintang di leher dan bisa menimbulkan bahaya bagi anak kita).

Penggunaan booster seat yang benar, jelas akan mengurangi kecemasan orangtua selama di berkendara. Konsentrasi kita tidak akan terganggu dengan polah anak yang bergerak kesana kemari di dalam kendaraan, anak dapat menikmati perjalanan dan yang lebih utama adalah kita dapat mengemudikan mobil dengan tenang dan aman. Selain itu, posisi safety belt dapat terpasang dengan baik karena posisi duduk anak telah sesuai standar dan anak dapat terjaga dengan aman selama di dalam mobil. Meski terdengar sepele, namun booster seat dapat melindungi anak dari bahaya yang ditimbulkan oleh kesalahan saat menggunakan safety belt yang biasa disebut sindrom sabuk pengaman, yaitu menyebabkan cedera perut/tulang belakang akibat tertariknya sabuk pengaman ke perut ketika terjadinya kecelakaan mobil.

Ada beberapa hal yang harus  diperhatikan saat akan menggunakan booster seat di dalam kendaraan, di antaranya:

  • Pasang booster seat dengan benar sesuai dengan petunjuk penggunaan dan pastikan booster seat tidak goyang.
  • Pastikan fungsi child lock sudah terpasang sebelum Anda menutup pintu kendaraan (pintu di mana Anda memasang booster seat). Kegunaannya untuk menghindari terbukanya pintu ketika anak tanpa sengaja mematikan tombol kunci pembuka pintu.
  • Sebaiknya Anda memasang booster seat di kursi belakang (tepatnya di baris kedua di belakang kursi penumpang).
  • Pastikan booster seat yang akan digunakan sesuai dengan bobot dan besar tubuh anak.
  • Untuk memudahkan Anda selalu mengawasi gerak-gerik anak selama duduk di belakang, maka sebaiknya pasang spion di tengah kabin mobil dengan visibilitas yang lebih baik dan lebih luas, sehingga Anda tidak perlu mengalihkan pandangan selama mengemudi kendaraan.

Bisa dilihat betapa pentingnya keberadaan booster seat sebagai kelanjutan dari carseat bagi anak-anak kita yang tidak lagi balita namun belum bisa duduk nyaman di dalam mobil tanpa kursi tambahan. Maka, sudah saatnya kita tidak lagi meremehkan keamanan dan kenyamanan berkendara bagi anak-anak kita selama di dalam mobil. Setuju ya, mommies.


Post Comment