Jangan Abaikan Anak Bercerita

Saat anak sering mengajukan pertanyaan atau bercerita tanpa henti, bagaimana reaksi mommies? Meladeni semua pertanyaan, mendiamkaan sampai dia berhenti sendiri atau meminta dia diam? Tahu nggak, ternyata reaksi yang kita berikan dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya kelak.

Jangan abaikan cerita balita

Gambar dari sini

Sebenarnya, mempunyai anak yang ‘sukarela’ bercerita mengenai segala hal yang dia alami bisa disebut anugerah, lho, tanpa kita harus repot memintanya bercerita. Saya mengalami sendiri mempunyai dua orang anak berbeda karakter; satu introvert dan satunya lagi ekstrovert.  Kali ini, saya mau ngomongin tentang anak saya yang super ekstrovert, selalu bercerita dan bertanya kapan saja dia mau, nggak peduli mamanya lagi secapek apapun.

Seperti yang sudah saya tulis di atas, jujur saja, mood bisa memengaruhi cara saya menanggapi anak saat dia lagi berbcerita atau bertanya. Padahal, harusnya, kewajiban kita sebagai orangtua, ya, menjadi pendengar yang baik bagi anak. Pendengar di sini berarti, nggak hanya mendengarkan, tapi juga memberi respon alias terdapat pembicaraan dua arah. Karena dari hal se-simple ini, bonding antara anak dan kita sebagai orangtua semakin erat.

Apa yang akan terjadi saat respon orangtua tidak sesuai harapan si anak ketika ia bercerita atau bertanya?


Post Comment