8 Cara Berterima Kasih Pada Orangtua

“Terima kasih,” dua kata yang sangat sederhana namun mengandung arti yang cukup dalam. Kemampuan dua kata ini sangat besar untuk mengharmoniskan hubungan dalam konteks apapun dan dengan siapapun. Sekarang, saya ingin mengerucutkannya ke dalam hubungan antara anak dan orangtua. Terbayangkah, Mommies, setelah puluhan tahun mereka merawat, membesarkan, dan memberikan apapun yang kita butuhkan, namun kita masih enggan mengucapkan “Terima kasih?” Mengingat saya tinggal bersama orangtua dan menitipkan anak saya, Jordy, kepada mereka, maka kebiasaan ini tak boleh saya kesampingkan.

 

Thank You

 Gambar dari sini

Yep, I’m a working mom dan (masih) saja merepotkan dengan menitipkan anak pada orangtua – karena sejauh ini langkah inilah yang saya anggap paling logis. Pun mereka yang dengan gamblang menyatakan kepada saya bahwa tidak keberatan dititipi Jordy. Walau begitu, tetap harus ada etika yang sekilas sepele namun penting. Singkatnya, saya harus tahu diri; karenanya, sejak awal kehamilan sudah mencari ART atau Mbak yang bisa membantu Mama mengasuh Jordy. Maklum saja, di rumah saya, ART hanya kerja paruh waktu – datang siang dan akan pulang sore hari – and I need a fulltime housemaid (walau hingga sekarang saya belum juga mendapatkannya)! Well, hikmahnya adalah level toleransi dan kompromi saya bersama pasangan jadi bisa terasah atas kekurangan orangtua saya dalam merawat Jordy.

Adakah cara selain mengatakan secara verbal? Cari tahu di halaman selanjutnya, ya, Mommies.