Art Therapy: Solusi Jitu Bonding dengan Si Kecil

Cara untuk membangun kedekatan yang kuat antara anak orangtua kini semakin beragam, membantu Anda dan pasangan memiliki bonding yang berkualitas bersama si kecil. Adalah Art Therapy sebuah metode yang memungkinkan Anda menemukan arti lain dari ritual bermain sekaligus sebagai media seni penyembuhan beberapa keluhan yang terjadi pada anak.

Pertengahan bulan Maret lalu Mommies Daily menjadi media partner di acara New Parent Academy (NPA) di bilangan Bintaro. Buat saya, NPA ini super kreatif, di beberapa acaranya – sebut saja Mencari Ide Untuk Bermain Di Rumah dan Bermain Secara Konkret Bersama Anak berhasil membuat para peserta yang datang tercerahkan dengan metode bermain yang dihadirkan. Entah yang idenya datang dari NPA sendiri ataupun yang berasal dari para ahli.

IMG_2197

Nah, kali ini ide bermain dari dari seorang Art Therapist – Mutia Ribowo, SDs, MA. Profesi Art Therapist sendiri memang belum lazim di Indonesia dan baru ada empat orang termasuk Mbak Mutia ini. Tapi di Singapura, Amerika dan beberapa negara Eropa profesi ini sudah cukup popular. Selain Mbak Mutia, narasumber lainnya yang tak kalah kreatifnya adalah Putri Iput atau lebih dikenal dengan @IbuRakaRayi di dunia Instagram – kreatif dan super fun melihat ide-ide segarnya tampil di IG. Dijamin kalau lihat Instagramnya jadi pingin cepat pulang atau menanti akhir pekan datang lebih cepat supaya bisa bermain dengan si kecil.

Apa itu sebetulnya Bonding?

Sebelum masuk ke menu utama short class NPA hari itu, yang dipandu oleh Sazkia Rosseina Gaziscania atau akrab dipanggil Sazki yang juga penulis lepas di Mommiesdaily.com, terlebih dahulu Tari Sandjojo psikolog dari Sekolah Cikal mengingatkan mengenai bonding atau attachment. Karena sering kali beberapa orangtua masih salah persepsi tentang hal tersebut. Dan fatalnya sering menggunakan kata-kata tadi namun tidak mengetahui artinya. Menurut Tari, bonding atau attachment adalah koneksi, atau hubungan antara satu atau dua orang tapi yang “deep” atau dalam dan lebih ke emosional. “Kadang-kadang kita berpikir bahwa, oh saya setiap hari di rumah kok sama anak saya. Tapi permasalahannya deep nggak ya? Emosinya di mana? Terkait atau tidak ya? Kita paham betul apa tidak anak-anak kita itu butuh apa?” jelas Tari.

Dan perlu diingat juga hindari terlalu sibuk dengan kegiatan tertentu saat bonding time dengan anak. Karena bagaimanapun anak akan merasa, Anda “tidak ada” di sampingnya padahal secara fisik Anda hadir di dekatnya. Dan sebetulnya ada hasil penelitian yang bilang, dari 24 jam sehari, orangtua hanya membutuhkan 20 menit untuk betul-betul mempunyai hubungan berkualitas dengan anak. Tapi 20 menit itu harus gadget free, dan tv free atau bentuk intervensi lainnya.

Well, well, well, baru sampai tahap ini saja saya sebagai ibu dari bayi yang berumur hampir 9 bulan merasakan momen “jleb”, pasalnya saya masih suka membalas email pekerjaan atau cek social media kalau sedang berduaan dengan Jordy, ok harus mulai diubah!

Di halaman selanjutnya mari berkenalan dengan Art Therapy


Post Comment