Saluran Cerna Sehat, Bekal Anak Cerdas

Saya penasaran, sebenarnya sudah banyakkah mommies dan orangtua secara umum yang mengetahui pentingnya dan kaitannya saluran cerna bagi tumbuh kembang dan kecerdasan anak? 

gut brain axis

Saat menghadiri talkshow mengenai saluran cerna ini, saya yakin akan banyak ilmu penting yang bisa saya dapatkan dan pelajari. Dan ternyata benar adanya. Acara ini bukan sekadar penyampaian informasi dan sosialisasi biasa mengenai saluran cerna. Ada banyak momen yang bikin kita terdiam – beda, sih, dengan ‘jleb’ moment karena ini lebih ke “Oooh… ternyata…” Berikut hal-hal menarik yang saya temukan:

  • Banyak dari kita yang masih menganggap bahwa saluran cerna hanya berfungsi sebagai organ utama pencernaan dan penyerapan nutrisi. Padahal, saluran cerna adalah organ imunitas terbesar, dan berperan penting pada pertumbuhan otak dan tumbuh kembang anak. Daya tahan tubuh 80%-nya berada pada saluran cerna; usus, lho, bukan darah atau hormon.
  • Bagaimana bisa saluran cerna menjadi organ imunitas terbesar? Ternyata, karena kolonisasi bakteri baik yang terdapat pada saluran cerna, yang akan menentukan anak-anak memiliki daya tahan baik terhadap penyakit. Saya lupa mencatat persentase persisnya, tapi sebagian besar penyakit atau gangguan kesehatan pada anak berasal dari saluran cerna yang tidak nyaman.
  • Bagaimana, sih, saluran cerna yang baik/nyaman? Yaitu saluran cerna yang mempunyai bakteri baik lebih banyak dari bakteri jahat. Ini ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak yang sesuai dengan yang direkomendasikan, dan jarang mengalami gangguan pencernaan seperti kolik, diare, konstipasi, sakit sebelum BAB, dan muntah berulang.
  • Sejak kelahiran hingga periode awal kehidupan bayi ternyata sangat menentukan dan merupakan periode kritis kesehatan saluran cerna. Nutrisi apa yang harus diberikan untuk ‘menjamin’ kesehatan saluran cerna? Tidak lain hanyalah ASI. Anak yang memperoleh ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan hingga usia 2 tahun akan memperoleh daya tahan tubuh yang optimal.

    ASI mengandung probiotik yang berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh, salah satu dan yang terpenting adalah L. reuteri. Probiotik ini terbukti mampu menjaga kesehatan saluran cerna.

  • Selain ASI, anak yang lahir secara normal (per-vagina) juga akan memperoleh paparan kolonisasi bakteri baik yang terdapat dalam jalan lahirnya, di mana ‘kebaikan’ ini tidak diperoleh oleh bayi yang lahir secara sectio.

So, kembali lagi pada hubungan saluran cerna dengan kecerdasan anak, salah seorang pakar Happy Tummy Council, dokter Ahmad Suryawan, SpA(K) mengungkapkan sebuah konsep yang disebut Gut-Brain Axis, di mana saluran cerna dan otak secara aktif melakukan komunikasi dua arah melalui sinyal biokimia. Saluran cerna yang sehat mengirimkan sinyal positif sehingga dapat memengaruhi perkembangan otak. Begitu pula sebaliknya, sinyal yang dikirimkan otak akan memengaruhi komposisi mikrobiota yang terdapat dalam saluran cerna sehingga berdampak pada proses penyerapan nutrisi. Ini mengapa saluran cerna atau usus dianggap seperti otak kedua.

Tetapi faktanya, ada periode kritis terjadinya hubungan timbal balik ini. Pada bayi yang mendapat ASI eksklusif hingga usia 2 tahun, terjadi kolonisasi bakteri yang luar biasa pada saluran cerna, yang akan memberi sinyal pada pembentukan sirkuit-sirkuit otak (duh, rumit ya). Intinya, seperti konsep golden period pembentukan synaps otak. Sinyal dari kolonisasi bakteri pada saluran cerna bayi yang baik tersebut akan mempunyai efek jangka panjang terhadap otak. Jadi, ini berarti menambah alasan perlunya memberikan ASI ya, Mommies.

Oke, seperti itulah konsepnya secara medis. Nah, Happy Tummy Council ini dalam modulnya juga memberi langkah-langkah praktis yang harus dilakukan untuk mencapai saluran cerna yang baik sejak lahir.

Intinya, kehamilan yang sehat, senang, stress-free menjadi faktor penting. Setelah itu, upayakan sebisa mungkin untuk melahirkan secara normal, dengan senang dan nyaman. Melakukan inisiasi menyusui dini, ASI eksklusif, dan seterusnya.

Tetapi bukan hanya fisiologis yang harus dipenuhi. Pola asuh yang melekat (secure attachment) juga harus diterapkan untuk menghindarkan anak dari stres. Ini karena stres dapat memicu terbentuknya mikrobiota jahat yang bisa mengganggu kesehatan saluran cerna.

Ada sebuah pertanyaan yang sangat penting dan pasti juga mengganggu banyak orangtua, “Apabila anak kita sudah terlanjur besar, misalnya setelah lewat masa balita, tapi saat bayi dulu tidak mendapat ‘perlakuan’ optimal seperti di atas, bagaimana cara memperbaiki kesalahan tersebut?” Para dokter  menjawab, “Tidak ada yang salah jika apa yang bapak/ibu dulu lakukan apabila tidak bisa optimal seperti ini. Yang salah adalah, apabila kita sudah mempunyai pengetahuan seperti ini, tetapi masih tetap tidak peduli.” Nah, ini baru momen yang ‘jleb,’ ya. Karena sebenarnya tidak ada yang rumit atau canggih, kok, dari pengetahuan saluran cerna ini. Kita telah diberikan semua fasilitas oleh Tuhan, dan hanya tinggal menjalani itu secara alami. You are what you eat, and you are what you think. Apa yang telah diungkap oleh ilmu pengetahuan, ilmu kedokteran itu hanya untuk mengingatkan kita kembali untuk hidup lebih sehat, secara alami.

happy tummy
Happy Tummy Council

(Talkshow saluran cerna sehat ini disampaikan oleh Happy Tummy Council, yang terdiri atas 5 pakar kesehatan di bidang kedokteran dan kesehatan psikologi anak yang memiliki perhatian terhadap kesehatan pencernaan, terutama pada anak usia dini. Mereka adalah Prof. Dr. M. Juffrie, SpA(K), Ph.D; Prof DR. Dr. Soebijanto Marto Sudarmo, SpA(K); DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K); DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc dan Rini Hildayani MSi, Psi. Happy Tummy Council memiliki misi untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya para tenaga kesehatan dan orangtua mengenai pentingnya saluran cerna bagi tumbuh kembang yang optimal.)


Post Comment