Motherhood Monday: Stella Sutjiadi, “Bermain Jadi Perekat Orang Tua dan Anak”

Kalau nggak salah dengar, kemarin sempat cerita ada rencana besar di tahun 2015, ya? Apa tuh?

Ada banget! Iya, saya pengen banget memenuhi janji untuk teman-teman di Instagram untuk menyelesaikan Buku Main Daffa. Tapi ternyata, menyelesaikan buku sederhana ini nggak simpel ya. Padahal bukunya beneran sederhana, deh. Enggak ada niat untuk diajukan ke penerbit juga, mau print sendiri aja pakai printer di rumah. Tapi memang waktu untuk menyelesaikannya yang sulit karena saya harus berbagi waktu dengan membuat mainan atau aktivitas Daffa.

Mohon doa, ya, Mommies! Agar buku ini bisa terealisasi tahun ini. Aamiin!

By the way, kapan, sih, waktu Stella pegang HP? Untuk update aktivitas Daffa di IG itu real time, nggak?

Hihihi, saya memang coba mengurangi pegang HP kalau sedang bersama Daffa. Niatannya mencoba untuk konsisten dengan Daffa yang juga diajak untuk bisa beraktifitas tanpa gadget. Jadi biasanya kalau update di IG itu seringnya saat Daffa tidur siang atau malam. Bisa juga real-time, sih! Ini bisa terjadi kalau Daffa sedang sibuk beraktivitas sendiri.

Nah, akhir-akhir ini Daffa mulai terbiasa hidup tanpa gadget, otomatis screen time berkurang banyak, dan sudah jarang sekali meminjam gadget. Kalau dulu, sempat ada masanya tiap lihat ada yang pegang HP atau gadget lainnya, Daffa akan insist untuk pinjam, sekarang hanya sesekali. Itupun kalau diarahkan ke jam screen time-nya, Daffa sudah mengerti. Jatah screen time Daffa 2 kali sehari, 11-12 siang dan 8-9 malam.

Screen Shot 2015-03-07 at 2.25.44 AM

Stella merasa mendapat pelajaran nggak setelah punya anak dan memtuskan untuk membuat alat bermain serta bermain setiap hari bersama Daffa?

Tentunya, dong. Pertama bahwa setiap anak sebenarnya terlahir sangat-sangat pintar. Setiap anak, bahkan yang belum bisa bicara sebenarnya terus menyerap yang yang ia dengar dan lihat setiap hari. Jadi, jangan kaget kalau suatu hari tiba-tiba anak mengulang sebuah kalimat yang dulu sekali pernah kita ucapkan disaat si anak belum fasih bicara. Karena itu, saya selalu berusaha untuk memberikan contoh terbaik, karena sadar Daffa nanti akan berprilaku seperti apa yang ia lihat dan rasakan.

Kedua, bahwa setiap anak punya passion masing-masing, punya kecepatan, dan pola belajar sendiri yang tidak dapat kita paksakan atau atur sesuai keinginan kita. Tapi justru kitalah yang harus menyelami anak sedemikian rupa sehingga kita bisa menemukan pola belajar anak yang unik dan berbeda satu sama lain. Dengan begini, stimulasi bisa dilakukan dengan maksimal.

Ketiga, terakhir, nih, menurut saya tidak ada anak yang memiliki maksud untuk membuat orang tuanya emosi. Kalau saja, kita sebagai orang tua, punya kesabaran yang cukup panjang, akhirnya kita bisa menemukan alasan baik (atau lucu atau polos) dari setiap kelakuan anak. Karena kadang kelakuan anak-anak kan seperti selalu menguji limit kesabaran kita pada saat itu, ya.

Jadi pelajaran terbaiknya adalah untuk terus melatih dan mengolah kesabaran serta emosi diri sendiri setiap hari.

Ada kiat khusus untuk mommies yang sedang mencari cara untuk bisa bermain bersama anak secara intensif?

Ciptakan quality time bersama anak sebanyak-banyaknya. Dalam setiap kegiatan bermain, jangan terfokus dengan alat permainannya karena alat permainan ini hanya alat bantu, yang utama adalah interaksi dan perhatian penuk kita sebagai orang tua untuk anak saat bermain bersama.

Dari perhatian yang penuh saat bermain, pasti kemudian akan mempermudah kita menentikan jenis atau tipe kegiatan yang pas dan disukai oleh anak. Inilah yang akan membantuk kita menemukan ide bermain yang sesuai untuk anak kita masing-masing.

Thank you so much, Stella! Semoga bisa terus menginspirasi banyak orang terutama para orang tua untuk bermain dengan sepenuh hati bersama anak-anaknya. Semoga bukunya cepat terbit, ya!

And Mommies, let’s play with our kids!


One Comment - Write a Comment

  1. Stella is such a big inspiration!
    Bukan hanya soal DIY mainan atau cara bermain kreatif untuk anak, tapi juga soal visi-nya tentang pengasuhan dan pendidikan Daffa. Sama satu lagi, komitmen untuk konsisten dari hari ke hari ngelakuin itu. Itu butuh kerja keras dan kegigihan seorang ibu. Salut banget!

    Satu lagi artikel keren dari @Sazqueen. Love!

Post Comment