Cukupkah Asupan Omega-3 dan Omega-6 Anak Kita?

Belakangan banyak makanan olahan yang difortifikasi dengan kedua asam lemak ini. Walau ada Omega-9 juga, tapi nampaknya dari keluarga asam lemak esensial yang terkenal cuma Omega-3 dan Omega-6. Ini karena Omega-9 bisa dibuat oleh tubuh sementara Omega-3 dan Omega-6 tidak bisa, harus diperoleh dari asupan makanan.

Manfaat keduanya dalam tubuh juga nggak main-main. Menurut Harvard School of Public Health, dari yang bisa memperbaiki tingkat kolesterol, mengurangi peradangan, sampai ke menstabilkan irama jantung, thus menurunkan kemungkinan gangguan pada jantung. Terutama Omega-3, nih, penting untuk pembekuan darah, dan pembentukan membran sel otak. Asam lemak selain membantu melindungi dari penyakit jantung, juga terhadap kanker dan stroke.

F

gambar dari sini

Kalau pada anak-anak, asupan Omega-3 dan 6 penting untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal, di antaranya membuat membran-membran sel dalam tubuh fleksibel, sehingga nutrisi dapat diserap secara optimal; diperlukan juga dalam sistem saraf dan pembentukan hormon.

Begitu pentingnya sampai-sampai kecukupan gizi untuk anak ada Permenkesnya, lho. Dalam Peraturan No. 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan bagi Bangsa Indonesia tersebut menganjurkan konsumsi Omega-3 sebesar 0,9 gram dan Omega-6 sebesar 10 gram bagi anak usia 7-9 tahun. Sementara anak usia 10-12 tahun dianjurkan untuk mendapat asupan sebanyak 1,2 gram Omega-3 dan 12 gram Omega-6 per hari. Secara umum perbandingannya 1:10 antara Omega-3:6.

Tapi menurut penelitian Dr. Artemis Simopoulos dari The Center for Genetics, Nutrition and Health, Washington, DC, makin seimbang prosentase konsumsi Omega-3 dan 6, makin baik. Karena sifat Omega-6 yang sebenarnya hanya dibutuhkan sedikit oleh tubuh dan kalau terlalu banyak justru akan memicu peradangan, yang pada tingkat selanjutnya bisa berkembang menjadi tumor atau kanker. Apalagi bila ada ditambah paparan polusi dan rokok.

Nah, walaupun banyak makanan olahan seperti sereal, biskuit, margarin, bahkan beberapa makanan kalengan dan instan seperti mi sekarang juga mengklaim difortifikasi dengan Omega-3 dan 6, tetap yang berasal dari sumber alamilah yang paling baik dan mudah diserap tubuh.

Sumber makanan alami yang mengandung kedua nutrisi ini sebenarnya nggak susah dicari, kok. Malah mungkin sudah jadi bagian masakan atau makanan kita sehari-hari.

Omega-3 banyak ditemukan dalam:

  • ikan dan minyak ikan seperti salmon dan tuna
  • biji-bijian seperti chia dan flax
  • kacang-kacangan, seperti pecan, butternut, hazelnut, walnut
  • beberapa jenis berry
  • telur
  • daging merah yang difortifikasi dengan omega-3.

Sedangkan Omega-6 dalam:

  • daging unggas
  • kacang-kacangan, seperti mente, pecan, walnut, pine nut
  • minyak tumbuhan dan minyak sayur, di antaranya yang paling banyak dalam minyak sawit rapeseed/canola, bunga matahari, dan kedelai.

Bagaimanapun, rumusnya kembali ke ‘berlebihan itu nggak baik,’ ya. Ini ternyata berlaku juga untuk nutrisi, baik vitamin, mineral, asam lemak maupun yang lainnya.


Post Comment