Serba-serbi Bedah Plastik

Nggak susah, kok, sebenarnya kalau mau kroscek dokter bedah plastik yang bersangkutan merupakan anggota PERAPI atau bukan. Tinggal cek saja di www.perapisurgeon.co.id di tautan Doctors. Dokter bedah plastik resmi di Indonesia pasti terdaftar di sini karena rekomendasi buka praktek bedah plastik baru diperoleh setelah melalui tahap-tahap pendaftaran menjadi anggota PERAPI. Indonesia baru memiliki 106 dokter bedah plastik, jadi satu sama lain masih saling kenal dan bisa saling mengonfirmasi.

Masih sangat sedikit, ya, jumlah dokter bedah plastik kita. Sangat jauh dari jumlah ideal yang harusnya 1 berbanding beberapa puluh ribu penduduk. Penasaran, ‘kan, kenapa sangat sedikit. Ternyata selain karena pusat pendidikannya juga baru di tiga perguruan tinggi saja, yaitu UI, UNAIR, dan UNPAD, ada satu keahlian khusus yang harus dimiliki setiap calon dokter bedah plastik, yaitu menggambar. Calon ahli bedah plastik harus menguasai cara menggambar dan desain karena proses rekonstruksi juga dibarengi dengan rancangan bentuk hasil akhir yang dikehendaki.

Walaupun sangat sedikit, kualitas, kompetensi, dan keamanan bedah plastik di Indonesia setara dengan luar negeri. Hampir semua kebutuhan bedah plastik, baik estetik maupun rekonstruksi, dapat dilakukan di tanah air. Namun karena biaya tindakan tidak transparan sebagaimana dokter atau RS luar negeri yang memasang price list di situs mereka, banyak orang mengira biaya di Indonesia lebih mahal daripada di luar negeri.

Bedah plastik sendiri memiliki cabang keahlian khusus, di antaranya rekonstruksi, estetik, dan bedah mikro. dr. Lisa Hasibuan, SpBP(K), Ketua PIT, menyampaikan,”Ruang lingkup bedah plastik lebih luas dari estetik, antara lain microsurgery, misalnya untuk kasus-kasus rekonstruksi yang kompleks seperti pada pasca penanganan tumor, juga pada pasien korban luka bakar; penanganan operasi pada kelainan kongenital atau cacat bawaan lahir seperti bibir sumbing dan langit-langit mulut, serta hipospadia (kelainan pada saluran kemih) dan kelainan genital; juga hand surgery/bedah tangan dan bedah craniofacial untuk penanganan trauma, patah tulang dan wajah serta kelainan bawaan di daerah kepala dan leher lainnya.”

Jangankan tindakan estetis yang dilakukan secara ilegal atau di luar standar medis, bedah plastik yang dilakukan sesuai prosedur medis saja tetap harus diwaspadai risikonya. Karena itu sebelum menjalani tindakan, pasien harus:

  1. Berbekal informasi yang lengkap.
  2. Menjalani pemeriksaan awal.
  3. Memberikan informasi yang jujur mengenai riwayat kesehatan dan perawatan yang lalu.
  4. Memastikan berada dalam kondisi yang prima saat menjalani tindakan.
  5. Mengikuti tatalaksana perawatan pasca operasi dengan tertib, di antaranya:
  • Selama 2-3 minggu tidak boleh mengkomsumsi obat pengencer darah, wine, dan bawang putih.
  • Menjaga kegiatan, terutama yang berhubungan langsung dengan organ/daerah yang baru dioperasi, selama setidaknya 3-6 minggu hingga 24 bulan pemulihan total.

Penyembuhan luka pasca operasi sendiri bergantung pada:

  1. Lokasi luka. Ketenangan luka menentukan kecepatan pemulihan. Luka yang sering disentuh/diakses, atau berada di lokasi yang sering tersentuh akan lebih lama sembuh.
  2. Teknis penjahitan/penanganan.
  3. Perawatan pasca operasi.

Mommies ada yang sedang memerlukan bantuan dokter bedah plastik? Pastikan dokter yang didatangi terdaftar di PERAPI, ya.


Post Comment