Beberes Rumah dan Panduan Donasi Barang Bekas

Berhubung saya moody, biasanya nggak ada waktu khusus untuk memilah barang anak yang sudah tidak terpakai. Padahal mendingan sesudah bagi rapor, ya, sekalian membereskan buku pelajaran dan sisa printilan sekolah seperti kertas-kertas tugas, prakarya, dll yang sudah lewat.

Biasanya kertas-kertas tugas, ulangan, dan ujian dari tahun sebelumnya masih saya kumpulkan dan simpan, buat jaga-jaga saja mungkin masih diperlukan. Kadang guru suka keselip belum menginput nilainya. Tapi begitu masuk tahun ajaran berikutnya, berarti bisa pindah ke kotak daur ulang untuk dipakai coret-coret atau crafting.

declutter

Gambar dari sini

Beberapa tugas prakarya yang dibawa pulang juga nggak lama nasibnya jadi sampah karena akan dibongkar atau lepas-lepas. Mau disimpan juga suka susah cari storage yang bisa menghindarkan dari debu. Paling didokumentasikan dalam bentuk foto saja sebelum dibongkar lagi.

Sambil membereskan buku pelajaran, buku cerita atau mainan lama juga bisa sekalian dipilah. Pop-up book zaman bayi mungkin sudah nggak sesuai sama umur anak yang sudah baca buku ‘WHY?’ ‘kan? Atau mungkin buku yang sudah lepas-lepas halamannya atau cover-nya, masih mau disimpan? Mainan seperti shape sorting atau stacking cups masak masih dimainkan anak SD, misalnya? Belum lagi mainan yang bagiannya sudah  lepas dan tercecer.

Sorting selesai, masuk ke bagian yang (menurut saya) lebih susah, yaitu putting away. Yang memang rusak dan tidak bisa dimanfaatkan lagi pasti dibuang. Nah, sisanya? Put away disini nggak cuma berarti dibuang, tapi lebih ke disingkirkan. Dibuang sayang karena sebenarnya buku masih bisa dibaca, mainan juga masih bisa dimainkan walau terbatas. Tapi ke mana? Siapa yang mau?

Setelah beberapa kali bingung, akhirnya saya dapat alternatif tempat-tempat yang biasanya mau menerima donasi barang-barang seperti baju, buku, dan mainan layak pakai.

  • Anak-anak kurang beruntung di sekitar rumah. Mungkin bisa ditanyakan atau dititipkan ke mbak ART yang bantu di rumah. Biasanya ART yang kerjanya nggak menginap, di sekitar kontrakannya banyak keluarga pekerja juga. Tanyakan dahulu pada si mbak apa kira-kira mereka mau menerimanya. Kadang mereka juga belum tentu mau, loh, barang bekas.
  • Lembaga Pengelola Zakat, biasanya mempunyai data dan akses ke tempat yang memerlukan barang-barang seperti ini. Lembaga seperti ini juga di garis depan saat ada bencana.
  • Dropbox donasi yang sedang diselenggarakan oleh event atau brand tertentu. Misalnya seperti Rinso dengan baju bekas pakainya beberapa waktu lalu. Yang sedang berjalan sekarang di antaranya CSR Datsun yang membutuhkan donasi mainan dan buku layak pakai untuk mendukung program perpustakaan berjalan mereka. Dropbox program Datsun ini bisa ditemui di bengkel dan showroom Datsun, Datsun mobile exhibitions, kantor Yayasan 1001Buku, dan kantor GEN FM sampai dengan April 2015.
  • Panti asuhan. Pastikan bertanya dulu pada pengelola panti barang seperti apa yang mereka butuhkan supaya donasi bisa tepat guna. Karena beberapa panti kadang sudah punya donatur tetap termasuk untuk donasi berupa barang.
  • Sanggar belajar. Beberapa sanggar belajar membutuhkan mainan edukasi layak pakai dan buku-buku pelajaran dari kurikulum yang cukup baru sebagai panduan belajar anak jalanan atau anak kurang beruntung yang nggak bisa sekolah.

Jangan lupa ajak anak menjalani semua prosesnya dari memilah barang sampai mengantar atau memberikan ke orang-orang yang membutuhkan. Kegiatan ini bisa memupuk empati dan rasa bersyukur anak atas apa yang sudah dimilikinya.

Bila Mommies ada info tempat lain yang menerima donasi barang-barang layak pakai, boleh, dong, ditambahkan di bagian komentar di bawah!


Post Comment