Pentingnya Meliburkan Diri untuk Stay at Home Mommies

Sebagai ibu rumah tangga, saya tidak punya waktu untuk pergi keluar setiap hari untuk menyenangkan diri (baca: jalan-jalan keluar seorang diri demi mewaraskan hati dan pikiran) atau untuk sekadar berkumpul bersama teman-teman. Memang, saya masih bisa bertemu tetangga di sekitar kompleks atau mampir ke mal terdekat membawa anak saya yang terhitung masih balita. Tapi, tidak akan sama rasa senangnya dibandingkan bepergian sendiri atau menghabiskan waktu sendiri maupun dengan teman dekat.

Menjadi ibu rumah tangga memang benar-benar menyita perhatian saya. Bukan hanya mengurus suami dan anak, tapi saya pun memiliki tanggung jawab atas pekerjaan domestik. Selain itu, saya juga wajib mengurus diri sendiri. Walaupun saya sudah tahu celahnya, yaitu saya harus belajar memanajemen waktu yang saya miliki, namun kenyataannya tidaklah mudah. Adakalanya saya kalang-kabut sendiri, keteteran beberapa pekerjaan rumah tangga, kelelahan fisik-batin, dan emosi pun naik-turun.

Karena itulah, saya meminta kepada suami agar saya diberikan satu hari dalam seminggu untuk libur. Loh, kenapa juga saya harus minta ijin suami?

Karena saya paham bahwa suamilah pemimpin di keluarga kecil kami dan hanya kepada suamilah saya meminta pengertian juga kerjasamanya. ‘Kan nggak mungkin juga, saya tiba-tiba melepaskan diri dari pekerjaan rumah tangga seharian tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Bisa-bisa, anak dan suami malah kebingungan melihat saya tiba-tiba bersantai dan membiarkan semua pekerjaan domestik terbengkalai.

Awalnya terdengar janggal di telinga suami. Namun setelah saya memaparkan alasannya, suami bisa paham dan mau menerima saran saya. Memang,, sih, kenyataannya saya tidak bisa melepaskan pekerjaan domestik seratus persen ke tangan suami. Tetap saja ada beberapa pekerjaan rumah tangga yang masih saya kerjakan seorang diri. Namun, saat suami mau menyapu rumah, mencuci pakaian, membuatkan sarapan dan mengurus anak kami sepenuhnya, membuat saya menjadi lebih ringan dalam bekerja. Enaknya lagi, kami bisa mengerjakan satu-dua pekerjaan rumah tangga bersama-sama dan saya merasakan aura romantis di antara kami (membayangkannya sambil senyum-senyum sendiri).

Sesekali, saya gunakan hari libur saya untuk bertemu dengan teman-teman yang jarang saya temui secara langsung, seperti yang sering ngobrol di chat room tapi jarang bertatap muka. Rasanya seru sekali! Walaupun anak dan suami saya ajak serta, namun mereka berdua memilih memisahkan diri dan menyediakan waktu beberapa jam untuk saya agar bisa leluasa bercengkerama bersama teman-teman. Kebetulan, teman-teman saya mayoritas adalah ibu bekerja dan lingkungan tempat tinggalnya berbeda dengan saya. Otomatis, setiap kali bertemu dengan teman-teman, saya sering mendapatkan cerita-cerita baru. Efeknya membuat saya “melek dengan lingkungan di luar sana” dan pikiran bisa fresh kembali.

Tidak hanya bertemu teman-teman, hari libur pun sering saya gunakan untuk bermalas-malasan di rumah. Mulai dari mendengarkan musik dengan earphone, membaca buku yang saya suka, browsing di Internet tanpa diganggu siapapun, ataupun melakukan perawatan diri di rumah (bisa luluran, scrubbing tubuh hingga maskeran wajah). Sesekali saya juga menonton video tutorial makeup dari Youtube. Kadang, suami mengajak kami berjalan-jalan ke Bogor atau Jakarta selama seharian dan saya bebas dari pekerjaan rumah tangga. Pokoknya, benar-benar meliburkan diri dari rutinitas dan fokus pada diri sendiri.

Setelah dijalani beberapa lama, kami sekeluarga merasakan sekali manfaat dari saya meliburkan diri ini. Yang paling saya rasakan adalah kedekatan suami dan anak benar-benar terlihat nyata. Anak kami tidak “ngelendot” ke saya terus-menerus,  ia memilih berdekatan dan melakukan banyak kegiatan dengan ayahnya saat ayahnya ada di rumah. Saya juga merasakan kedekatan komunikasi antara kami berdua dan meningkatnya rasa kerjasama di antara kami. Saya pribadi pun benar-benar merasa utuh dan tidak kehilangan kepribadian saya. Penting, loh, untuk merasa tidak kehilangan waktu bagi diri sendiri. Jelas saja, supaya ibu tidak menjadi stres karena rutinitas pekerjaan sehari-hari. Karena jika ibu stres, bisa-bisa suasana di rumah malah tidak nyaman.

Maka, buat Mommies di luar sana (terutama ibu rumah tangga seperti saya yang sehari-harinya berkutat di dalam rumah) yang masih ragu untuk “meliburkan” diri sendiri dari rutinitas pekerjaan harian, mungkin sudah saatnya menimbang dan memutuskan kapan mengambil hari yang tepat untuk mewujudkan hari libur tersebut. Yakin deh, efeknya pasti positif untuk Mommies dan keluarga. Selamat mencoba, ya!

 


Post Comment