“Kalau Ibu Tugas Ke Luar Kota, Ajak Aku Ya….”

Pagi tadi, ketika saya mau berangkat kerja Bumi bertanya ke saya, “Ibu, kapan mau liputan ke luar kota lagi?”. Saat ditanya kenapa dia mengajukan pertanyaan tersebut, eeeh… dia jawab, “Kalau Ibu ada tugas ke luar kota, Bumi jadi kangen sama Ibu. Makanya waktu ibu telepon, Bumi nangis. Bumi kangen. Kalau Ibu tugas ke luar kota, ajak aku ya….”

Duh…. sedih amat dengernya! Gimana nggak, ketika anak saya merasa berat ditinggalkan Ibunya beberapa hari, saya malah sering kali merasa girang ketika mendapat tawaran untuk liputan ke luar kota. Pikiran saya, tugas ke luar kota sama saja artinya dengan me time, bebas tugas dari pekerjaan rumah tangga.  Umh.. salah nggak sih, punya pikiran seperti ini?

BPJS*Foto bareng bersama teman-teman media setelah liputan BPJS di Imah Seniman, Lembang

Bukannya apa-apa, soalnya banyak juga kan para Ibu yang memilih untuk tidak melakukan dinas di luar kota karena merasa berat meninggalkan anak. Sebenarnya, kalau merasa berat pasti sih, ya. Tapi walaupun pikiran bercabang antara ngerasa bersalah sudah meninggalkan anak di rumah, tapi di lubuk hati yang paling dalam, saya senang kalau mendapat tugas dinas ke luar kota. Selain punya kesempatan untuk me time, saat pergi tugas ke luar kota bisa dipastikan saya akan mendapat pengalaman dan pengetahuan baru. Termasuk teman baru. Buat saya, hal ini nggak kalah penting.

Jadi ingat, momen pertama kali saya meninggalkan Bumi untuk tugas ke luar untuk mengikuti ASIAN Blogger di Solo. Waktu itu usia Bumi sudah 3 tahun. Meskipun sudah mendelegasikan sebagian tugas dengan orang rumah, baik suami, ataupun Mama saya, tetap saja awalnya terasa begitu berat. Yang ada di pikiran, “Bagaimana Bumi bisa tidur malam, ya? Soalnya, kebiasaan Bumi sebelum tidur selalu minta dibacakan buku cerita dan tangannya di elus-elus, serta kebiasaan lain yang biasa Bumi lakukan bersama saya.”

Dan, benar saja dooong… malam pertama saya menginap di Solo, suami langsung laporan, katanya Bumi nggak bisa tidur dan hanya mau didongengin sama Ibunya. Jadilah malam itu kami video call. Padahal waktu itu saya sedang menghadiri makan malam di rumah Walikota Solo. Demi mendongeng, saya harus cari pojokan yang agak sepi. Kalau mengingatnya lagi, bikin saya senyum senyum sendiri.

Lalu, apa yang harus saya katakan pada Bumi? Umh… menghadapi urusan seperti ini memang terkadang bikin dilema, ya. Tapi, ternyata pergi menjalankan tugas ke luar kota banyak manfaatnya, lho. Tidak hanya untuk saya sendiri tapi juga untuk suami dan Bumi. Nggak percaya? Baca penjelasan Ayoe Sutomo M. Psi, Psi di halaman berikut, deh.


2 Comments - Write a Comment

  1. saya juga pingin tugas keluar kota, cm krn masih pumping jadi alasan buat nolak ke bos, walapun sempet iseng juga pngin ninggalin baby dan me time, sesekali, tpi blm berani ambil kesempatan, krn males pumpingnya, hehehe

Post Comment