Bangga Memilikimu, Alana….

newborn-baby-photo

“Ini yang saya takutkan waktu minggu lalu Ibu Tia saya minta opname di sini”
“Kenapa dok, ada apa Dok..”
“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin Bu, Tapi mungkin ini yang terbaik buat bayinya Ibu Tia”
“Coba dicari lagi dok, pasti ada dok”
“Semoga saya yang salah mba, silahkan Ibu Tia diskusikan dengan suami, silahkan cari Second Opinion ke dokter lain untuk memastikan”
“Dok… tolong diperiksa lagi dok”
“Saya minta maaf mba, kita semua sudah berusaha sebaik mungkin,’

Yaa Allah… Dunia seakan terbalik… semua gelap… aku harus bagaimana Yaa Allah…

Di luar ruangan dokter, sambil menunggu suami saya datang, saya hanya bisa diam. Bahkan untuk menangispun tidak bisa. Saya syok bukan main. Saya bingung luar biasa dan saya sedih setengah mati.
Tak berapa lama kemudian, suami saya datang, pelan-pelan saya sampaikan hasil diagnosa dokter, dan tepat perkiraan saya, suami juga tak kalah syok.

Setelah berdiskusi, akhirnya kami sepakat langsung menuju ke rumah sakit langganan saya. Di sana kami langsung mendaftar ke dokter kandungan yang saat itu sedang praktik.
Saat masuk keruangan dokter, saya jelaskan ke dokter kondisi bayi saya yang sempat kekurangan oksigen minggu lalu, namun saya tidak berani bilang ke dokter kalau bayi saya sudah tidak ada detak jantungnya,
Sejujurnya saya masih berharap kalau dokter langganan saya yang salah.
Kemudian Dokter memeriksa kandungan saya melalui USG, setelah dicari ternyata benar, Dokter tidak menemukan detak jantung bayi dalam kandungan saya. Semua hampa, seperti melihat pada ruangan kosong… Bayi kami sudah tidak ada.

“Mohon maaf ibu, Bayinya memang sudah tidak ada. Mungkin ini yang terbaik menurut Allah, bisa saja bayinya memang cacat, jadi seperti seleksi alam, jadi sekarang diambil lagi oleh Allah, dan besok diganti lagi yang lebih baik, yang lebih sehat”
“Bener-bener sudah tidak ada detak jantungnya ya dok” suami saya bertanya
“Iya Pak, diikhlaskan ya Pak, lagipula kalau misalnya masih ada dan dipaksakan diteruskan juga kasihan, kasihan bayinya, dan orangtuanya pasti juga kasihan, karena kemungkinan besar bayinya cacat”
“Jadi kami harus gimana dok, harus operasi?” suami saya bertanya
“Saya tidak menyarankan operasi, karena ini kan bayinya sudah ga ada, jadi saya ga mau ambil risiko dengan operasi. Jadi kita akan usahakan lahir normal dengan induksi. Kalau operasi nanti penyembuhannya lama. Kalau lahir normal nanti 3 bulan lagi sudah bisa program hamil lagi. Cuma memang harus sabar, karena tiap orang reaksinya beda-beda terhadap obat. Bisa sampai 3 hari, tapi semoga saja bisa lebih cepat. Jadi harus sabar, dan keluarga juga harus diberi pengertian kalau prosesnya lama”
“Kira-kira kenapa dok, apa penyebabnya”
“Kita masih belum tahu, karena di USG juga tidak kelihatan penyebabnya, nanti setelah lahir baru kita bisa tahu penyebabnya apa”

Kami minta waktu ke dokter untuk menenangkan diri, saya dan suami sama-sama menangis di lobi rumah sakit. Dunia seakan gelap semuanya, agak lama kami menangis. Kemudian kami menghubungi keluarga di rumah, memberi kabar tentang apa yang terjadi. Setelah itu kami ke ruang IGD untuk memulai menjalani prosedur kelahiran.

Keluarga satu per satu berdatangan, semua menangis, terutama saat orangtua kami datang.
Saya melihat kesedihan dan kekecewaan di mata mereka.
Yaa Allah … aku telah mengecewakan mereka..

Selanjutnya: Proses melahirkan yang menyakitkan


21 Comments - Write a Comment

  1. ikut berdukacita ya mbak, saya ikut menangis saat membaca tulisan mbak.
    karena saya teringat pengalaman pribadi saya, 13thn yg lalu sama persis dengan kejadian yg mbak alami.
    gerakan bayi yang melemah, dan saya sebagai calon mama baru yang ga pengalaman..akhirnya membuat saya kehilangan bayi saya dalam kandungan. diusia kehamilan 8bln.
    Jonathan Kurniawan, lahir 14februari 2002, pk 03.30. Tepat di hari kasih sayang ..dalam kondisi tanpa detak jantung. Dan tidak diketahui juga apa penyebab kematiannya itu.

    Tapi life must go on. Semua harus berjalan seperti sediakala.
    Dan akhirnya setelah penantian yang begitu panjang…tgl 27Sep 2013, lahirlah putri kami yg ke tiga: JOANNE JEMIMA KURNIAWAN. Sempurna…Cantik…

    kami semua bangga memiliki Jonathan yang sempat hadir selama 8bulan dalam hidup kami sekeluarga..

  2. turut berduka cita ya mba…saya pernah mengalami hal yang sama kira2 6 thn yg lalu. bedanya saya langsung dioperasi caesar karena suami sudah tidak tega lagi melihat saya harus merasakan sakit di induksi. anak saya laki-laki lahir tgl 25 mei 2009 sudah berumur 34 minggu. penyebabnya sama karena tali pusar yg melintir seperti tali tambang. sedih rasanya..rasanya dunia ini runtuh dan sempat merasa Allah SWT tidak adil pada saya. semua orang menyuruh untuk ikhlas, tpi mereka tidak tahu betapa sulitnya melakukan itu. tapi Alhamdulillah Allah SWT memberi saya ganti yg begitu cepat. setelah masa nifas selesai saya tidak haid2 lagi dan ternyata saya positif hamil. pdhl seharusnya jika operasi caesar tidak diperbolehkan untuk hamil dulu. tapi Allah berkata lain, selama 3 bln pertama saya sering mengalami pendarahan hebat dan saya sudah ikhlas tpi janin ini tetap bertahan. dan dalam waktu kurang dr 1 thn saya harus mengalami 2x operasi caesar. alhandulillah anak saya lahir dengan selamat tgl 5 april 2010 dengan jenis kelamin perempuan. maaf ya mba saya jadi curhat. insya Allah mba akan cepat dapat gantinya…insya Allah alana jadi tabungan kedua ortunya di akhirat nanti. Yang tabah ya mba…*hug

  3. Baca kisah ini jd mengingatkan saya 3 bulan yg lalu kehilangan Azka. Tidak ada yg tahu pasti penyebabnya, tapi kemungkinan karena terlilit tali pusar dan tali pusarnya yg melintir2 sehingga asupan makanan susah masuk. Beberapa hari sebelum Azka tiada, dia sangat hiperaktif dan saya tenang2 saja krn tandanya dia hidup. Padahal mungkin itu tanda bahwa dia sedang kesakitan. Semoga kita bisa saling menguatkan ya mbak. Saya pun sampai sekarang masi berjuang untuk ikhlas. Padahal asi saya deras sekali tp sayang Azka sudah terlanjur pergi. Semoga Allah cepat beri adik buat Azka. Azka dan Alana pasti bangga liat kita yg kuat…

  4. Dear All

    Thanks untuk responnya. tidak mudah mengikhlaskan memang, saya sempat down hampir 3 bulan. apalagi Setiap kali teman saya yang barengan hamilnya mengabarkan bahwa sudah lahiran, rasanya dihati seperti teriris-iris.
    Januari kemarin HPL Normal.nya Alana, tapi Allah berkehendak lain.
    Dan.. Alhamdulillah saya bisa melewati januari dengan mudah.. semua karena dukungan suami dan orang-orang terdekat saya.
    Saya akhirnya sadar, Alana sudah berjuang untuk kami, saat diketahui detak jantungnya lemah, saat itulah Alana berjuang mempertahankan hidupnya. dan… entah sesakit apa yang dia rasakan saat semua kebutuhannya untuk hidup terhambat. Alana sudah memberikan yang terbaik untuk kami.
    Jadi sekarang giliran kami yang memberikan yang terbaik untuk Alana.. dengan cara mengikhlaskan dia kembali kepada Yang Maha Kuasa. Karena disana dia lebih bahagia.
    Setiap saat kasih sayang kami selalu tercurah untuk Alana, Melalui doa tentunya…

    Doakan saya, semoga adiknya Alana segera hadir, sehingga kelak dapat saya ceritakan kepadanya betapa hebatnya kakak.nya dahulu….

  5. Turut berduka cita ya mba..
    Saya bisa merasakan apa yang mba rasakan. Krn saya juga baru kehilangan putri kedua saya 27 jan kemarin. Saat itu adalah HPl dede Ayu. Saya baru pembukaan 2. Jam 2 siang di cek denyut jantung normal. Jam 15.45 dicek lagi denyut jantung sdh tdk ada. Saya shock bukan kepalang mba. Krn sy jg tdk merasakan apa2. Hanya kontraksi yg makin lama makin hebat. Setiap 5-10 menit sy kontraksi. Stlh d usg oleh dsog saya baru ketahuan tyt tali pusar terpelintir. Saat itu saya dan suami putuskan untuk secar. Krn sy trauma kalo harus di induksi krn sy melahirkan putri pertama saya melalui induksi. Suami jg khwatir dgn keadaan sy yg sdh drop jd lsg diputuskan untuk secar.
    Dan akhirnya saya melahirkan dd Ayu tapi tanpa pernah mendengar tangisanny. Bahkan tdk sempat untuk melihat dan menggendongnya.
    Sampai skrg sy msh suka nangis kalo inget. Rasany nyesek mba. 9bulan 7hari sy lewati kehamilan tanpa ada masalah. Rutin cek k dsog, minum vitamin. Kdg msh ada perasaan marah,menyesal,merasa ini tdk adil. Tapi mau bagaimana lagi. Ini semua sdh mjd ketentuan Allah. Saya punya rencana tapi tyt Allah sdh punya rencana lain.
    Semoga qt diberikan kekuatan,keikhlasan dan kesabaran ya mba. Semoga Allah berkenan untuk memberikan amanah lagi untuk kita.
    Yg pasti anak anak qt sdh bahagia di surga ya mba. Insha Allah akan mjd tabungan qt dan suami..
    Oia HPl Alana kpn ya mba? Sama sama januari ya?
    Kalo bole aq minta alamat email bole mba?spy qt bs sharing..

    1. Kita sebagai manusia hanya bisa berencana mba, Kita sudah berusaha yang terbaik untuk menjaga dan merawat titipanNya, tapi saat Allah berkehendak lai, kita hanya bisa Pasrah.
      Allah sayang sama kita mba, dan Allah juga lebih sayang kepada anak anak kita, jadi Allah mengambilnya lagi sebagai tabungan kita, kelak meraka akan menunggu kita didepan pintu Syurga, memberikan Syafaat untuk bunda dan Ayahnya, InsyaAllah…
      Turut berduka cita ya mba Ratih. Semoga mba Ratih dan keluarga tabah dan tegar mengikhlaskan kepergian dede ayu.

      HPL Normalnya Alana Tanggal 11 Januari Mba.
      Alamat Email saya tya.ai3ya@gmail.com
      silahkan mba kalau mau sharing. . saya tunggu..

      #BigHug

Post Comment