Bangga Memilikimu, Alana….

IMG_9447

18 Desember 2014, saya kembali kontrol ke dokter langganan saya, Alhamdulillah detak jantung bayi sudah stabil, kedipan di layar USG menandakan detak jantung bayiku sudah normal.
Alhamdulillah Ya Allah…. sudah mulai lega hati ini, karena semenjak pulang opname kemarin, si baby jadi lebih anteng dari biasanya, intensitas tendangannya berkurang daripada sebelum saya opname.

“Nah ini sudah bagus ini detak jantungnya, mungkin memang kecapekan aja ibunya”
“Jadi sudah sehat ya dok bayi saya”
“InsyaAllah sudah, kita lihat sampai minggu depan, Kalau sampai minggu depan masih seperti ini terus, InsyaAllah sudah sehat”
“Saya belum sempat USG 4D dok”
“Kalau seperti ini saya rasa ga perlu USG 4D, tapi kalau masih penasaran, silahkan USG”

Akhirnya setelah didiskusikan dengan suami dan keluarga, kami tidak melakukan USG 4D. Dilihat dari kondisi bayi yang sudah mulai sehat, jadi saya cukup istirahat saja.

Hanya puji syukur yang sanggup saya ucapkan kepada Allah, karena bayi saya sudah berangsur sehat kembali, selama bedrest seminggu di rumah, saya perbanyak stimulus ke bayi yang ada di perutku, hanya untuk merasakan tendangannya. Tapi tendangan bayi saya semakin lama semakin sedikit, hanya saja yang masih membuat lega adalah setiap malam menjelang tengah malam, si baby ada pergerakan sedikit, itupun setelah dipanggil-panggil oleh ayahnya.

Tiga hari bedrest di rumah, perasaan saya sudah semakin tidak nyaman, antara bosan, dan mulai stres memikirkan bayi saya yang semakin lama semakin anteng. Namun saya ber-positive thinking bahwa bayi saya akan baik-baik saja, karena setiap malam masih ada respon jika diberi stimulus. Akhirnya saya memutuskan untuk berangkat kerja lagi 1 hari, dan sorenya saya niatkan untuk kontrol ke dokter. Lebih cepat 2 hari dari jadwal yang diberikan oleh dokter.

Karena klinik dokter langganan saya ada di sebelah kantor, maka saya pun langsung menuju ke klinik sambil menunggu suami yang sedang dalam perjalanan. Saat nomor antrean saya dipanggil, suami masih dalam perjalanan, saya terpaksa masuk sendiri ke ruangan dokter

Dokter memeriksa seperti biasa, namun ketika dicari detak jantung bayi, detak jantung itu tidak ada. Kedipan di layar USG yang menandakan posisi jantung bayi juga tidak ada.
Di mana kedipan itu… Di mana detak jantung itu……?

Selanjutnya: Berita yang membuat dunia kami runtuh


21 Comments - Write a Comment

  1. ikut berdukacita ya mbak, saya ikut menangis saat membaca tulisan mbak.
    karena saya teringat pengalaman pribadi saya, 13thn yg lalu sama persis dengan kejadian yg mbak alami.
    gerakan bayi yang melemah, dan saya sebagai calon mama baru yang ga pengalaman..akhirnya membuat saya kehilangan bayi saya dalam kandungan. diusia kehamilan 8bln.
    Jonathan Kurniawan, lahir 14februari 2002, pk 03.30. Tepat di hari kasih sayang ..dalam kondisi tanpa detak jantung. Dan tidak diketahui juga apa penyebab kematiannya itu.

    Tapi life must go on. Semua harus berjalan seperti sediakala.
    Dan akhirnya setelah penantian yang begitu panjang…tgl 27Sep 2013, lahirlah putri kami yg ke tiga: JOANNE JEMIMA KURNIAWAN. Sempurna…Cantik…

    kami semua bangga memiliki Jonathan yang sempat hadir selama 8bulan dalam hidup kami sekeluarga..

  2. turut berduka cita ya mba…saya pernah mengalami hal yang sama kira2 6 thn yg lalu. bedanya saya langsung dioperasi caesar karena suami sudah tidak tega lagi melihat saya harus merasakan sakit di induksi. anak saya laki-laki lahir tgl 25 mei 2009 sudah berumur 34 minggu. penyebabnya sama karena tali pusar yg melintir seperti tali tambang. sedih rasanya..rasanya dunia ini runtuh dan sempat merasa Allah SWT tidak adil pada saya. semua orang menyuruh untuk ikhlas, tpi mereka tidak tahu betapa sulitnya melakukan itu. tapi Alhamdulillah Allah SWT memberi saya ganti yg begitu cepat. setelah masa nifas selesai saya tidak haid2 lagi dan ternyata saya positif hamil. pdhl seharusnya jika operasi caesar tidak diperbolehkan untuk hamil dulu. tapi Allah berkata lain, selama 3 bln pertama saya sering mengalami pendarahan hebat dan saya sudah ikhlas tpi janin ini tetap bertahan. dan dalam waktu kurang dr 1 thn saya harus mengalami 2x operasi caesar. alhandulillah anak saya lahir dengan selamat tgl 5 april 2010 dengan jenis kelamin perempuan. maaf ya mba saya jadi curhat. insya Allah mba akan cepat dapat gantinya…insya Allah alana jadi tabungan kedua ortunya di akhirat nanti. Yang tabah ya mba…*hug

  3. Baca kisah ini jd mengingatkan saya 3 bulan yg lalu kehilangan Azka. Tidak ada yg tahu pasti penyebabnya, tapi kemungkinan karena terlilit tali pusar dan tali pusarnya yg melintir2 sehingga asupan makanan susah masuk. Beberapa hari sebelum Azka tiada, dia sangat hiperaktif dan saya tenang2 saja krn tandanya dia hidup. Padahal mungkin itu tanda bahwa dia sedang kesakitan. Semoga kita bisa saling menguatkan ya mbak. Saya pun sampai sekarang masi berjuang untuk ikhlas. Padahal asi saya deras sekali tp sayang Azka sudah terlanjur pergi. Semoga Allah cepat beri adik buat Azka. Azka dan Alana pasti bangga liat kita yg kuat…

  4. Dear All

    Thanks untuk responnya. tidak mudah mengikhlaskan memang, saya sempat down hampir 3 bulan. apalagi Setiap kali teman saya yang barengan hamilnya mengabarkan bahwa sudah lahiran, rasanya dihati seperti teriris-iris.
    Januari kemarin HPL Normal.nya Alana, tapi Allah berkehendak lain.
    Dan.. Alhamdulillah saya bisa melewati januari dengan mudah.. semua karena dukungan suami dan orang-orang terdekat saya.
    Saya akhirnya sadar, Alana sudah berjuang untuk kami, saat diketahui detak jantungnya lemah, saat itulah Alana berjuang mempertahankan hidupnya. dan… entah sesakit apa yang dia rasakan saat semua kebutuhannya untuk hidup terhambat. Alana sudah memberikan yang terbaik untuk kami.
    Jadi sekarang giliran kami yang memberikan yang terbaik untuk Alana.. dengan cara mengikhlaskan dia kembali kepada Yang Maha Kuasa. Karena disana dia lebih bahagia.
    Setiap saat kasih sayang kami selalu tercurah untuk Alana, Melalui doa tentunya…

    Doakan saya, semoga adiknya Alana segera hadir, sehingga kelak dapat saya ceritakan kepadanya betapa hebatnya kakak.nya dahulu….

  5. Turut berduka cita ya mba..
    Saya bisa merasakan apa yang mba rasakan. Krn saya juga baru kehilangan putri kedua saya 27 jan kemarin. Saat itu adalah HPl dede Ayu. Saya baru pembukaan 2. Jam 2 siang di cek denyut jantung normal. Jam 15.45 dicek lagi denyut jantung sdh tdk ada. Saya shock bukan kepalang mba. Krn sy jg tdk merasakan apa2. Hanya kontraksi yg makin lama makin hebat. Setiap 5-10 menit sy kontraksi. Stlh d usg oleh dsog saya baru ketahuan tyt tali pusar terpelintir. Saat itu saya dan suami putuskan untuk secar. Krn sy trauma kalo harus di induksi krn sy melahirkan putri pertama saya melalui induksi. Suami jg khwatir dgn keadaan sy yg sdh drop jd lsg diputuskan untuk secar.
    Dan akhirnya saya melahirkan dd Ayu tapi tanpa pernah mendengar tangisanny. Bahkan tdk sempat untuk melihat dan menggendongnya.
    Sampai skrg sy msh suka nangis kalo inget. Rasany nyesek mba. 9bulan 7hari sy lewati kehamilan tanpa ada masalah. Rutin cek k dsog, minum vitamin. Kdg msh ada perasaan marah,menyesal,merasa ini tdk adil. Tapi mau bagaimana lagi. Ini semua sdh mjd ketentuan Allah. Saya punya rencana tapi tyt Allah sdh punya rencana lain.
    Semoga qt diberikan kekuatan,keikhlasan dan kesabaran ya mba. Semoga Allah berkenan untuk memberikan amanah lagi untuk kita.
    Yg pasti anak anak qt sdh bahagia di surga ya mba. Insha Allah akan mjd tabungan qt dan suami..
    Oia HPl Alana kpn ya mba? Sama sama januari ya?
    Kalo bole aq minta alamat email bole mba?spy qt bs sharing..

    1. Kita sebagai manusia hanya bisa berencana mba, Kita sudah berusaha yang terbaik untuk menjaga dan merawat titipanNya, tapi saat Allah berkehendak lai, kita hanya bisa Pasrah.
      Allah sayang sama kita mba, dan Allah juga lebih sayang kepada anak anak kita, jadi Allah mengambilnya lagi sebagai tabungan kita, kelak meraka akan menunggu kita didepan pintu Syurga, memberikan Syafaat untuk bunda dan Ayahnya, InsyaAllah…
      Turut berduka cita ya mba Ratih. Semoga mba Ratih dan keluarga tabah dan tegar mengikhlaskan kepergian dede ayu.

      HPL Normalnya Alana Tanggal 11 Januari Mba.
      Alamat Email saya tya.ai3ya@gmail.com
      silahkan mba kalau mau sharing. . saya tunggu..

      #BigHug

Post Comment