Khitan Pada Balita: Sebelum Dan sesudah

toddlercold

Orangtua kami berdua sempat kaget saat kami beritahukan bahwa kakang (anak pertama kami) harus segera disunat. Tidak sampai dua minggu setelah kakang divonis mengalami fimosis, kami segera menyetujui tindakan dokter bedah anak untuk mengkhitan si sulung. Sempat terlintas, apa tidak ada cara lain untuk mengatasi fimosis selain dikhitan? Kekhawatiran orangtua kami sangat wajar adanya, karena kakang terhitung masih balita. Memang, saat kakang disirkumsisi, usianya baru 3 tahun 10 bulan.

Awalnya saya sempat ngeri membayangkan kakang harus dibius total. Namun, karena dilakukan di rumah sakit yang cukup saya percaya nama baiknya dan dilakukan oleh dokter yang ahli, maka kekhawatiran saya agak berkurang. Pertemuan demi pertemuan antara kami selaku orangtua kakang dengan dokter spesialis anak, dokter bedah anak hingga dokter anastesi, membuat saya tercerahkan bawah prosedur sirkumsisi pada anak, terutama balita, memang agak ribet.

Dimulai dari pemeriksaan awal di dokter spesialis anak, dirujuk ke dokter bedah anak kemudian dokter bedah anak melihat langsung bagaimana keadaan ujung penis anak, melakukan tes darah yang diminta oleh dokter bedah anak – kegunaan utamanya untuk mengetahui pembekuan darah pada anak, menetapkan hari eksekusi dan bertemu dengan dokter anastesi beberapa hari sebelum hari pelaksanaan sirkumsisi.

Dokter bedah anak telah menjelaskan pada kami bahwa pelaksanaan sirkumsisi akan dilakukan di ruang operasi dan anak akan dibius total. Tujuan dari dilakukannya bius total adalah untuk menenangkan anak saat proses sirkumsisi berlangsung. Kebayang ya kalau anak tidak dibius total, pasti akan meronta-ronta. Salah-salah bisa fatal deh akibatnya.

Meski berlangsung sebentar, persiapan yang dilakukan sebelum sirkumsisi bukanlah asal belaka. Aturan dan penjelasan dokter selama proses sirkumsisi berlangsung harus benar-benar diperhatikan. Terutama, saat calon pasien bertemu dengan dokter anestesi. Kita harus benar-benar memahami seberapa banyak obat bius yang akan dihirup oleh anak dan bagaimana kondisi anak setelah pulih dari anastesi. Saya sendiri sudah menyiapkan mental mendampingi anak saat akan dianastesi dan membantunya saat proses pemulihan. Sungguh, ini bukanlah hal yang mudah karena kakang sempat menangis dan meronta di meja operasi.

Selanjutnya: Metode khitan, moderen atau tradisional?


6 Comments - Write a Comment

  1. hai mbak mamul, same story, sekedar cerita, anak yg pertama Fadhil (skg 4th) pernah divonis fimosis wkt umur 2 tahun, ya kejadiannya selang beberapa minggu setealh ia berulang tahun, obatnya memang harus sirkumsisi, itu juga harus melewati pembiusan total juga, deg2an juga, tapi alhamdulillah operasi lancar, pemulihan lancar, besoknya agak rewel, lusa kemudian dah mulai lari2 walo ga pake “cd”, pk baju gombrong aja haha..dan ga mau dipakein celana khusus hbs sunat..ya menjaga kebersihan sangat penting setelah disunat, untuk mencegah infeksi lanjut. tks mbak dah sharing

    1. Hai, mba diniarti. Thank u juga loh sharingnya. Kalau sudah fimosis, memang sebaiknya langsung khitan ya. Nah, beda nih sama kakang. Dia malu ga pake cd, jadi kita beliin celana sunat. Selesai sirkumsisi, langsung deh aktivitas seperti biasa. Memang, saya larang dulu untuk berlari-lari, hihihi… Tapi disuruh baringan seharian juga nggak. Yang terpenting, menjaga kebersihan setelah sirkumsisi supaya nggak bernanah dan lekas kering lukanya

  2. Gendra juga disirkumsisi waktu umur 4 bln! penyebabnya sama, fimosis. alhamdulilah waktu itu blm sampe infeksi krn saya sudah curiga kalo pipis kok ngeden plus ujung penisnya menggelembung. Untuk alasan kesehatan, setelah konsul dgn DSA nya, akhirnya kami putuskan untuk sunat saat usianya masih 4 bln.

    Dokter spesialis bedah anak yg waktu itu menangani Gendra, saat operasi hanya menggunakan bius lokal, jadilah si anak akhirnya nangis kejerrr T_T

    Setelah oprasi aktivitas Gendra seperti normal aja, mungkin krn masih bayi jd blm paham apa yg terjadi. Alhasil dia tetap guling2 seperti biasa -_-“

    1. Hahahah, mba dona… Kalau masih bayi, pasti nggak bisa diminta diam ya. Tapi banyak yg bilang, saat masih bayi justru lekas sembuhnya. Cepet kering gitu lukanya. Naahh… Aku gak kebayang biusnya lokal aja. Haduh, kemarin aja liat kakang dibius total, aku ikutan nangis

  3. Thanks for sharing mba mamul. Kebetulan anakku jg udah disunat umur 3thn 3bulan. Juni 2014 kmrn.

    Prosedurnya sama kayak mba mamul tulis diatas. Mulai dr konsultasi ke dsa, sp. Bedah anak, sp. Anastesi, masuk kamar operasi dan bius total

    cuma bedanya kata dr.bedah kmrn waktu habis pipis, dibersihkan/disiram pake air larutan betadine. Hari pertama setelah operasi memang dilap/diseka saja badannya, besoknya boleh mandi diguyur.

    1. Sama-sama, mba ikafajri. Iya, setiap dokter bedah anak memang punya saran masing-masing ya. Wah, hebat nih hari kedua sudah mandi diguyur. Kakang butuh waktu 3 harian supaya mau diguyur ;D… Yang penting sekarang, jagoaannya sudah sehat ya mbak

Post Comment