Editor’s Letter: New Year, New You!

Selamat tahun baruuuuu!

Sudah hari ke-5 sejak malam tahun baru berlalu, sudah ada kejadian apa nih, Mommies? Kegembiraan pertama? Kesedihan pertama? Atau adakah hal lainnya yang sudah dikerjakan selama 5 hari ini?

Malam tahun baru saya, ya seperti ibu-ibu lainnya deh. Bersama keluarga, dan ketiduran pas detik pergantian tahun. Haha #klasikIbuibu ya :D

Liburan akhir tahun juga nggak ke mana-mana, di rumah saja menghabiskan waktu dengan keluarga deh, judulnya. Haha. Menjelang liburan justru  saya mendapat pengalaman berharga, yaitu melepaskan Langit pertama kali menginap tanpa orangtua di pelantikan Pramuka sekolahnya.

Saya terharu, lho, nebayangin anak saya ini tidur bareng teman-temannya, harus makan apa yang disediakan (secara kalau di rumah bisa request), mandi bareng-bareng teman-temannya, membereskan barang-barang yang ia bawa sendiri, dan seterusnya. Ah :’)

Walaupun ketika keesokan paginya menjemput di lokasi pelantikan, Langit terlihat happy, saya sempat merasa cemas saat melepas kepergiannya. Yah, secuek-cueknya saya dan sepercaya-percayanya saya pada kemampuan anak sendiri, wajar rasanya saya (dan ibu-ibu lain) khawatir. We’re not supermom, kan?

Menghalau rasa tersebut, saya jadi ingat katanya apa yang dirasakan orangtua akan berpengaruh ke anak, ya? Jadi saya mencoba menguatkan hati *tsah*.

Ngomong-ngomong tentang supermom, siapa di sini yang sering merasa dirinya insecure dan kerap gagal jadi seorang ibu? Saya sih, sering. Secara saya nggak bisa masak, ya. Haha, itu saja kayanya sudah kegagalan tingkat pertama untuk menjadi seorang ibu. Tapi untung saya cukup ndableg (LOL) dan suami mengerti kelemahan saya yang ini. Alih-alih nge-push saya untuk bisa, dia lebih sering berkata, “Makan mah gampang, selama rumah makan masih pada buka”. Alhamdulillah, ya :’)

Dengan adanya berbagai kriteria supermom yang berkeliaran di muka bumi sejak kita jadi ibu, wajar sekali kalau kita sering merasakan pressure untuk memenuhi kriteria-kriteria yang diciptakan oleh entah siapa itu. Padahal kalau dipikir-pikir, setiap ibu pasti ada kekurangan dan kelebihannya kan?

Ada yang jago masak, tapi mungkin kurang pandai bersosialisasi. Ada yang jagoan bikin baju sendiri buat keluarga tapi nggak bisa beberes rumah. Ada juga yang nggak bisa masak, tapi jagoan berbisnis. Dan seterusnya. Masing-masing dari kita punya peranan, kok.

Daripada ikut-ikutan orang lain yang kita pandang sebagai sosok sempurna, bukannya lebih baik kita mengembangkan potensi yang kita miliki dan jadi diri sendiri?

2014-12-15 07.08.22

Ah, jadi panjang lebar.

Tema bulan ini memang seputar We’re Not Supermom! Saya yakin, Mommies punya banyak cerita seputar ini. Misalnya cerita Kirana di sini atau Cibs yang ini. Share yuk, untuk Mommies yang lain! Caranya bagaimana? Silakan lihat dan submit ceritanya di sini, ya!

Sebelum menutup sapa-sapa di bulan Januari ini, saya mau menginfokan juga nih tentang Faily Fun Day-nya Mommies Daily yang akan diadakan tanggal 11 Januari besok! Kita nobar yuk, ajak si kecil dan suami. Selain nonton film bareng, juga bakal ada sesi crafting dengan Amesh. Acara ini masih merupakan rangkaian ulangtahun Mommies Daily yang ke-5.

Seru nggak? Ya pasti dong! Mana pernah sih, acara Mommies Daily yang nggak seru :D

Lihat detail dan pendaftarannya di sini ya! Atau bisa langsung mendaftar di laman registrasi juga.

Sampai ketemu tanggal 11 Januari, kita seru-seruan, foto-foto, dan berkenalan satu sama lain yuk!


Post Comment