Manfaat Bermain Puzzle!

Behavior & Development

sazqueen・18 Dec 2014

detail-thumb

Sewaktu Menik berusia 2 tahun, ada sebuah kado floor puzzle. Waktu itu Menik belum menunjukkan minatnya sama sekali. Bahkan ditengok aja nggak. Beberapa kali saya mencoba menarik perhatiannya ke puzzle dengan cara saya yang main, tetap saja anaknya cuek. Saya pikir, ya sudahlah, ya. Di box petunjuknya juga untuk anak usia 3 tahun ke atas, so why bother? Saat itu Menik lebih tertarik untuk bermain lego dan balok, serta menggambar menggunakan cat sesuka hati dengan tangannya.

puzzle3

Sampai tiba-tiba setelah ulang tahunnya yang ketiga, satu kotak puzzle besar itu menarik perhatiannya. "Bu, main ini, yuk! Ini apa, bu?" Saya coba terangkan bahwa mainan ini bernama puzzle, jenisnya jigsaw, cara memainkannya dengan menyusun ulang kepingan gambar agar menjadi gambar yang utuh. Seminggu pertama, Menik seperti melakukan observasi saat saya mendampinginya bermain. Dan setelah itu, saya mulai melepas Menik untuk menyelesaikan jigsawnya sendiri. Awalnya saya menyambungkan 5 keping bagian atas, sisanya diselesaikan sendiri, walau masih sering bertanya sesekali. Kemudian saya kurangi, hanya 3 keping yang saya bantu, sampai akhirnya Menik terlihat mencoba menyambungkan dua keping sebagai awalnya. Tanpa bantuan sama sekali, Menik berhasil menyelesaikan 38 keping jigsaw dalam waktu kurang lebih 40 menit. Takjub!

puzzle4

Karena merasa bangga, haha tipikal ibu-ibu yang baru melihat keberhasilan anaknya, lalu saya mulai mencari, apakah fungsi puzzle ini? Lihat di halaman selanjutnya ya!

Ternyata menurut sebuah paper hasil penelitian fungsi puzzle bagi anak usia PAUD, puzzle memiliki beberapa fungsi seperti:

  • Melatih konsentrasi, ketelitian, dan kesabaran.
  • Melatih koordinasi mata dan tangan.
  • Memperkuat daya ingat.
  • Mengenalkan anak pada konsep hubungan.
  • Melatih anak untuk berpikir secara matematis, menggunakan otak kiri.
  • puzzle2Gambar dari sini

    Sebagai tambahan dari bacaan lain, puzzle juga membantu anak dalam :

  • Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Jadi puzzle ini merupakan masalah pada awalnya, karena berantakan. Anak-anak diharapkan bisa menyelesaikan masalah, dengan cara menyusun kepingan-kepingan tersebut.
  • Melatih metode "Coba & Ralat". Dengan ini, anak akan diasah kemampuannya untuk tidak putus asa, dan juga belajar konsep Trial & Error.
  • Mengembangkan kemampuan bersosialisasi. Jika dimainkan bersama-sama, puzzle ternyata juga bisa dipakai untuk melatih anak bersabar, bekerja sama, dan menunggu giliran.
  • Mengenalkan konsep "Berhasil". Perhatikan, deh, saat anak bermain puzzle yang sama untuk kedua atau ketiga kalinya. Si anak akan mencari cara untuk menyelesaikan puzzle dengan lebih cepat dan lebih efisien. Selain itu, puzzle juga melatih anak untuk berkenalan dengan yang namanya sukses. Ketika bungkus puzzle dibuka, maka ia mulai menyusunnya. Untuk apa? Supaya selesai, kan? And by this, he/she jut learn to achieve small goals as a means toward a larger goal.
  • Wah, banyak gunanya, ternyata! Anyway, puzzle juga sudah banyak sekali jenisnya, loh. Misalnya:

  • Papan puzzle. Jenis ini biasanya diperuntukkan bagi balita. Single pieces which fit into single space. Potongannya besar dalam berbagai bentuk dan warna.
  • Crossword. Atau biasanya kita sebut dengan TTS. Iya, teka-teki silang ini berguna untuk mengasah otak, dan mulai bisa dikenalkan sejak anak usia SD. Anak-anak harus berpikir dua kali. Pertama mencari jawaban, kedua mengurutkan ejaan huruf.
  • Logic Puzzles. Jenis ini lebih untuk mengasaha kemampuan matematika. Catur, checkers, ludo, adalah beberapa contohnya, dan rasanya sulit ya, dikenalkan untuk anak usia TK? Nah, tenang, puzzle logika ini juga bisa dikenalkan pada anak usia TK dengan mengajaknya bermain Lego. They have to count and use their logic to build something with Lego.
  • Jigsaw. Nah, ini sebetulnya adalah nama yang benar untuk puzzle yang sering kita sebut. Iya, bermain menyusun potongan-potongan menjadi gambar yang utuh, dari mulai 4 hingga ratusan ribu keping. Percaya nggak, kalau main jigsaw ini merupakan salah satu alat relaksasi? Hmm, pantas kalau sedang main jigsaw, Menik terlihat santai ;)
  • Game Puzzle. Hmm, ini banyak jenisnya, nih. Dari mulai scrabble, bananagrams, sudoku, hingga rubik! Soothe your self with this one.
  • Word Search. Jenis yang satu ini bisa dikenalkan pada anak usia SD yang baru mulai belajar mengenal huruf dan kata. Puzzle yang ini juga bisa membantu anak belajar mengeja.
  • puzzle1Gambar dari sini

    Banyak jenis dan banyak manfaat, it's a good toy, right? Bahkan para psikolog juga menyatakan kalau puzzle banyak gunanya dalam perkembangan. Karena hasil penelitian para psikolog ini menunjukkan kalau perkembangan otak anak akan terstimulasi secara maksimal jika anak berhasil mempengaruhi atau memanipulasi keadaan sekitarnya. Nah, dengan bermain puzzle, anak akan bekerja sama dengan keadaan. Dari mulai mengatur emosi saat menyusun sesuatu hingga melihat perubahan sebagai hasil memecahkan teka-teki puzzle-nya.

    Kalau saya sendiri, merasa mendapat me-time setitik sejak Menik sering sibuk dengan puzzle. Hahaha, lumayan, dapat waktu untuk mengerjakan sesuatu tanpa merasa bersalah nyuekin anak bermain sendirian.

    Psst, puzzle juga terbukti bisa membantu mengasah otak agar tidak mudah lupa, loh! Penting, nih, buat para orangtua ;)

    Yuk, main puzzle!

    --

    Referensi:

    huffington post dan childdevelopmentnifo