3 Langkah Mudah Mempertahankan Cinta Ke Suami

Happy-Marriage

Salah satu teman masa sekolah dulu sampai sekarang belum memutuskan untuk menikah. Dia mengaku trauma dengan lembaga pernikahan karena dirinya memang tumbuh di keluarga broken home.  Belum lama ini saya dan beberapa teman sedang reuni kecil-kecilan, seorang teman ada yang nyeletuk, “Jadi kapan, nih, kita semua terima undangan dari loe? Kita semua sudah punya ‘buntut’ semua, elo masih aja bingung pilih pasangan”.

Teman saya yang bertanya ini memang tipe orang yang cukup blak-blakan. Malah kami memberinya cap miss nying-nying, habis, apa-apa selalu komentar. Ceriwis banget-lah! Mendengar pertanyaan ini, teman saya cuma bisa mesem-mesem sambil bilang, “Kalau ada lembaga yang menjamin pernikahan bisa langgeng seumur hidup gue baru mau, nikah, deh”.

Aah… keinginanan teman saya ini ada-ada saja, ya! Kami yang sudah menikah pun terpnacing untuk menimpalinya.

“Yah… sampai lebaran monyet juga nggak ada ada lembaga yang akan ngejamin pernikahan kita bakal langgeng.”

“Pernikahan itu kan komitmen kita sama pasangan, ya jadi semua harus bergantung pada diri sendiri, dong. Masa loe mau menggantungkan hidup pada sebuah lembaga?”

“Saat elo nikah, berarti loe udah milih pasangan hidup loe. Itu juga janji degan Tuhan juga, kan… jadi ngapain takut? Belum juga dijalanin,”

Ngomongin masalah pernikahan, meskipun sudah bertahun-tahun hidup sebagai suami istri, yang namanya perpisahan atau perceraian memang bisa datang kapan saja. Malah, nggak sedikit pasangan yang baru ada masalah sedikit, lantas gampang bilang cerai. Tapi apa, iya segampang itu? Perceraian jadi sebuah pilihan yang tepat?

Berkaca pada orangtua, ke dua kakak-kakak saya, dan beberapa saudara, saya sih justru jadi belajar kalau sebenarnya ketika usia pernikahan sudah memasuki usia lanjut, maka diperlukan beberapa keahlian khusus. Karena kenyataannya dalam hubungan pernikahan, cinta saja tidaklah cukup. Banyak faktor yang bisa perlu dibangun untuk mempertahankan tonggak pernikahan.

Sejauh ini, ada beberapa hal yang saya yakini untuk membuat cinta saya dan suami makin subur. Apa saja? Langsung baca halaman berikut, ya!


6 Comments - Write a Comment

  1. Aduh, I’m not good at this kinda things, Dis!
    Tapi satu cara gue paling hanya, keep connect with him. Jadi biar kata lagi marahan yang kadang suka bikin komunikasi macet, tetap berhubungan. Entah cuma basa basi nanyain lagi di mana atau ngomongin urusan rumah tangga :D

    Urusan jangan panik kalau lagi bertengkar, nah ini gue masih kurang. Walaupun di luar keliatan selalu tenang, tapi otak gue yang keseringan nonton film kriminal ini sering bikin skenario2 tertentu *sigh* padahal nggak bagus yaaaa…

    1. hahahaaa… Litaaaa… mungkin untuk bikin skenario tertentu bukan karena loe seneng nonton film kriminal, deh. Tapi, memang karena loe kelamaan kerja di tipi, jadi otak loe terlalu kreatif bikin skenario :D

      Kiat di atas juga berhasil gue curi saat ngobrol sama tante2 gue, kok. Mudah2an aja, sih, bisa banyak belajar nemuin cara-cara ‘menyiram’ cinta supaya bisa tumbuh, *tsah…

  2. Boleh ya ikutan nimbrung walau usia pernikahan diriku masih seumur jagung :D, di poin “Tetap Mesra” setuju banget sama ritual morning hug, selain itu biasanya gw juga ada session “pillow talk”, we can discuss anythiiiiinng. Dengan maksud supaya apa yg jadi unek2 hari itu bisa terobati dgn masukan2 dr pasangan, dan “keep in touch” walaupun sama2 sibuk dg aktivitas kantor.

    Selain ituuu… berkaca dari nyokap, sebisa mungkin gw masak utk suami. Yaaa, meskipun juga terhitung jarang yaa, but once in a while kalau weekend, masak makanan favorit suami. Efeknya instan, wajahnya langsung sumringah kegirangan lihat wajan masak penuh dengan menu kegemarannya :D

  3. Cieeee… Thatha… masakin makanan favorit. Kalau gue mah, masak paling yang itu2 aja, sih. Lah wong, suami sukanya cuma sama sayur bening. Paling banter soto ayam, sayur asam, sama lodeh. Yang lain ga cocok, hahahaha.

    Tapi poin masak menu favorit suami emang penting, kok. Itu juga jadi kiat gue buat terlihat cantik di depam suami. Udah baca artikelnya belom? Siapa tau bisa menginspirasi loe juga, Tha, hihihihii

Post Comment