All About That Bass: Bukan Sekadar Lagu Enak

“Because you know I’m all about that bass

‘Bout that bass, no treble

I’m all about that bass, 

‘Bout that bass, no treble

I’m all about that bass, 

‘Bout that bass”

Lagu ini sedang ngehits banget, yah, Mommies?

Setiap saya menyetel radio, saya mendengar lagu ini diputar paling tidak dua sampai tiga kali dalam sehari. Lagu yang dibawakan Meghan Trainor ini memang sangat catchy, mudah disukai dan juga dinyanyikan. Apakah ada Mommies yang juga suka lagu ini? Hihi, sepertinya bukan cuma orang dewasa yang suka, tapi juga anak-anak dan remaja, ya.

allaboutthatbass*Gambar dari sini

Tapi, selain ikut bernyanyi kalau lagu ini sedang diputar, apakah Mommies pernah memperhatikan lirik lagunya juga?

Saya sendiri baru tahu, kalau ternyata lagu ini mengajak para perempuan yang “ain’t no size two” untuk nggak terobsesi menguruskan badan agar langsing seperti “stick figure silicone Barbie doll.” Lagu ini juga ingin kita menyadari kalau kecantikan yang dilihat di halaman-halaman majalah wanita kebanyakan tidak nyata. Because you know, Photoshop and all. Another strong message from this song is that “every inch of you is perfect / from the bottom to the top.” 

Pesan yang sangat positif, bukan? Tapi, ketika saya sedang iseng browsing di sebuah forum ibu-ibu yang berbasis di Amerika Serikat, saya menemukan sebuah thread yang membahas lagu ini namun dengan nada yang tidak begitu positif. Ada beberapa ibu yang beranggapan kalau lagu ini memuat bait lirik yang ‘berbahaya.’ Spesifiknya, yang ini:

“Yeah, my mama she told me don’t worry about your size

She says boys like a little more booty to hold at night”

Kalimat yang belakangan itu membuat beberapa ibu merasa tidak sreg, karena patokan kecantikan perempuan dianggap diserahkan ke tangan laki-laki. It’s like you need boys’ approval to feel pretty. Karena lagu ini banyak disukai oleh anak-anak usia ABG, banyak ibu khawatir ini dapat mempengaruhi body image mereka dengan mengarahkan bahwa menjadi cantik berarti berwujud seperti yang disukai oleh laki-laki.

Intriguing, huh? 

Saya jadi berpikir, iya juga, ya. Saya ingat ada fase di mana lagu-lagu Britney Spears sedang ngehits dan banyak anak perempuan (di luar negeri, sih) yang ikut-ikutan memakai cropped tank top seperti idolanya. Meski kalau dipikirkan secara praktis, sometimes all you think about a pop song is just that it’s nice to singalong to. 

Terlepas dari apakah lagu ini mengandung pesan yang kontroversial, atau bisa mengindoktrinasi anak-anak perempuan, saya jadi ingin menyoroti hal utama yang dibahas oleh lagu ini sekaligus menjadi bahan perdebatan ibu-ibu tadi. It’s body image. 

Body image atau citra diri akan tubuh adalah bagaimana kita berpikir tentang diri sendiri, baik itu saat kita sedang mematut diri di depan cermin, atau saat kita membayangkan sosok diri di pikiran.

Saya kutip dari situs ini, citra diri mencakup antara lain:

  • Apa yang kita yakini tentang penampilan kita, termasuk ingatan, asumsi, dan generalisasi.
  • Bagaimana perasaan kita tentang diri sendiri, termasuk tinggi, bentuk, dan berat badan.
  • Bagaimana kita merasakan dan mengendalikan badan kita saat kita bergerak.

Selanjutnya: Mudahkah memiliki citra diri yang positif?


One Comment - Write a Comment

  1. ketupatkartini

    hahahahaha…kok aku baru baca ini ya Ris :))
    aaahhh iya bener bangeeet ;)
    I don’t know, awalnya emang bener si kayanya dia pesannya positif untuk ga obsesif sama ‘size zero’, tapi ya itu, secara keseluruhan plus visualisasi, jadi kurang tepat kalo itu jadi ‘panduan’ buat anak2 kita. Sure this will be our -me and my kids- kinda fave song, tapi mereka harus diajak diskusi juga tentang liriknya. will do!

Post Comment