10 Pelajaran Dari Najwa Shihab

Beberapa waktu lalu, Mommies Daily menghadiri Konferensi Pendidikan dengan tema ‘Membangun Kemampuan Berpikir’ yang diadakan oleh LifeLong Learners http://www.lle.or.id/ di Sekolah Cikal. Pembicaranya ada Bapak Menteri Pendidikan Dasar & Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan, Najwa Shihab Vice Chief Editor Metro TV, Alexander Rusli CEO PT Indosat dan Farid Saenong Dewan Pakar Pusat Studi Al Qur’an. Pastinya ada banyak sekali ilmu yang bisa dibagi. Untuk artikel ini, kita fokuskan dulu ke sharingnya Najwa Shihab, ya. Penasaran bagaimana seorang Najwa Shihab bisa seperti sekarang? Bagaimana sih masa kecilnya dulu? Simak ya!

 IMG_4946

  1. Aktif berorganisasi. Najwa merasa dulu tidak terlalu tertarik dengan pelajaran sekolah ketika SD, SMP, SMA. Tapi, dia aktif dalam berbagai organisasi hingga kuliah.
  2. Najwa senang mengeksplorasi hal-hal baru, sewaktu kuliah di bidang hukum dulu, Najwa magang di RCTI yang sangat jauh dari kuliahnya di bidang hukum. Tapi dia merasa itu lah yang membuka pintu kesempatannya. Jadi tau tentang media dan jatuh cinta dengan industrynya.
  3. Berani keluar dari comfort zone. Ketika SMA dulu Najwa mengikuti program AFS ke kota kecil di Amerika, menjadi satu-satunya orang Indonesia dan satu-satunya muslim di sana.
  4. Senang berteman. Najwa sempat panik ketika tidak punya teman di Amerika, akhirnya dia aktif untuk ikut berbagai kegiatan supaya banyak kenal orang. Dari mulai club bowling, panjat tebing sampai klub debat diikutinya.
  5. Selalu punya ambisi. Dulu, ambisinya dimulai dari yang kecil-kecil seperti ikut lomba tingkat RT sampai tingkat Nasional dan pernah menjadi juara lomba baca puisi se-DKI. Tapi itu mengajarkan dia untuk punya ambisi dan punya mimpi. Ini adalah salah satu yang dia tanamkan ke anaknya, untuk selalu punya mimpi setinggi mungkin. Apalagi dunia akan semakin kompetitif.
  6. Hidup dengan penuh cinta. Hubungan dengan keluarganya sangatlah dekat, terutama dengan kakaknya Najelaa Shihab yang selalu satu kamar sampai menikah. Menurut Najwa, kita harus mengajari anak untuk cinta sama orang. Hal ini menjadi syarat utama untuk Najwa dalam memilih sekolah untuk anaknya, Izzat, pendidikan yang berbasis keluarga, yang melibatkan masyarakat supaya dapat membentuk pondasi anak untuk lebih aware dengan sekelilingnya.
  7. Dukungan keluarga. Najwa merasa dukungan dan restu keluarga sangat berarti untuk totalitas dalam karir. Dari dulu, Najwa merasa apapun yang dia cita-citakan selalu mendapat dukungan penuh dari keluarganya, seperti mengikuti AFS dan tinggal di Amerika selama 1 tahun ketika masih berumur 16 tahun. Begitu juga dengan keputusannya dalam menikah muda dan berkarir di luar dari bidangnya semasa kuliah. Sekarang, suaminya juga tidak pernah berhenti mendukung, dari mulai menjemput sampai memberikan feedback.
  8. Punya role model. Untuk Najwa, salah satu role modelnya adalah kakaknya sendiri, Najelaa Shihab. Untungnya sekarang, ada banyak sekali orang baik, orang berprestasi yang dapat dijadikan contoh. Politisi juga banyak yang menginspirasi. Pelajari latar belakang orang tersebut dan ambil contoh-contoh yang baiknya. Contoh orang baik sekarang banyak, politisi juga banyak yang menginspirasi. Pelajari latar belakang orang tersebut.
  9. Persistensi. Jangan pernah putus asa. Najwa percaya bahwa kerja keraslah yang bisa mengantar kita ke pintu kesuksesan.
  10. Menemukan passionnya. Untuk Najwa, bekerja sesuai passion is a blessing. Jadi dia juga merasa wajib untuk memberikan pilihan untuk anaknya, bantu mencari passionnya dan mendekatkan dia pada minatnya. Ada banyak pilihan lain selain jadi dokter.

Banyak ya Mommies yang bisa dipelajari?  Nggak heran kalau Najwa bisa sukses dalam berkarya dan juga berkeluarga. Semoga kita juga bisa menginspirasi seperti seorang Najwa Shihab :)


Post Comment