Membahas Masalah Sekolah di Acara #MDLunch

Wiiiih….nggak berasa banget, ya, tau-tau sekarang sudah akhir tahun aja. Sudah siap-siap buat liburan keluarga belum , nih? Atau di antara Mommies justru lagi pusing mikirin persiapan sekolah anak? Biasanya, kan, akhir tahun seperti sekarang ini kita sudah mulai repot nyari sekolah, ya.

Kemarin Manda cerita kalau anak sulungnya Igo, baru saja trial di Sekolah Gemala Ananda. Walaupun mengaku sempat deg-degan takut Igo nggak diterima, tapi Manda bersyukur karena proses trial yang berlangsung seharian bisa dilewati Igo dengan lancar. “Feeling gue, sih, Igo bisa masuk, nih. Doain juga, ya…” begitu kata Manda.

Kalau ngomongin sekolah anak, khususnya untuk tingkat Sekolah Dasar memang bikin pusing, ya. Soalnya, di tingkat SD ini bisa dibilang masa krusialnya anak-anak. Di mana mereka memang harus mendapatkan banyak bimbingan yang tepat sehingga ke depannya punya pondasi yang kuat, terlebih soal pengembangan karakternya. Kebayang nggak, kalau sekolah yang kita pilih nggak tepat? Anak nggak enjoy di sekolah? Nggak heran ya, kalau kita memang perlu ‘belanja’ sekolah untuk mengumpulkan informasi untuk tau sekolah yang tepat untuk anak itu seperti apa.

Dan ternyata, saat memilih sekolah idaman untuk anak, si kecil juga harus dilipatkan, lho. Jangan sampai kita saja yang merasa sreg dengan sekolahnya. Yang menjalani sekolah itu kan anak, bukan kita. Jadi si anak kita kita pun harus merasakan hal serupa.

IMG_0569Bulan lalu, #MDLunch sempat membahas masalah seputar sekolah. Mulai dari menentukan sekolah yang baik dan tepat untuk anak, sampai  permasalahan yang sering dihadapi anak saat sekolah. Misalnya, bagaimana mereka bersikap, bagaimana cara anak-anak bersosialisasi, termasuk masalah bullying. Waktu itu, Ibu Delfi, Direktur Pendidikan Al-Fajri Bekasi banyak mentransfer ilmunya dengan sharing soal bagaimana memilih sekolah. Sekedar informasi, Ibu Delfie ini juga punya latar belakang di dunia psikologi.

Pertama kali ngobrol Bu Delfie lansung berpesan saat memilih sekolah untuk anak, yang paling digaris bawahi adalah kita sebagai orangtua harus ingat kalau tujuan sekolah itu sebenarnya untuk belajar keterampilan menghadapi hidup. Bukan untuk jadi juara dan menang kompetisi ini dan itu. Memang, sih, kalau anak berprestasi kita pasti akan bangga. Tapi, bukan berarti anak di-push untuk mendapatkan nilai yang tinggi.

Lalu, apa lagi sih yang harus kita perhatikan? Rangkumannya ada di halaman selanjutnya, ya.


2 Comments - Write a Comment

Post Comment