Durchhalten: Lo Tahan-tahan Saja ;)

One typical day in our life, sebuah percakapan ringan dalam satu grup pertemanan online.

“Buibu, galau banget ni Dafa belakangan ini susah banget makannya. Kadang malah cuma satu suap, abis tu gak mau lagi. Udah diganti menunya, tetep gak mau. Perlu dikasih vitamin gak ya? Soalnya lagi musim hujan gini kan”

Dimulai dari curhatan seorang teman, lalu bertubi-tubi jawaban dari anggota grup pun bermunculan.

“Dilihat aja Din, kalo anaknya masih aktif, sehat sih dijaga aja, gak perlu vitamin”

“Minum susunya gimana Din? Biasanya males makan nasi karena kebanyakan susu”

“Coba ditanyain, atau dikasih pilihan menu, mana yang dia suka”

“Anak kecil pasti ngerasa laper juga Din. Coba gak dikasih apa-apa dulu, supaya dia tahu konsep lapar. Nanti dia pasti akan berusaha minta makan”

“Dicari dulu sebabnya apa Din, kenapa gak mau makan. Gigi/gusi masalah? Gak suka menunya?”

Dan semua jawaban smart mom pun muncul. Ibu-ibu sekarang adalah ibu yang berpengetahuan luas, selalu belajar dan membekali diri seiring perkembangan jaman, untuk selalu berusaha meningkatkan kualitas kehidupannya dan keluarga.

Untuk common problems menyangkut tumbuh kembang anak pun, biasanya kita semua, ibu-ibu generasi internet, sudah hafal dan memiliki pemahaman yang kurang lebih sama. But we’re human. Seringkali, jika sudah menghadapi permasalahan yang sebenarnya, kita terkadang lupa ‘standard operating procedure‘ tadi. Di sinilah peran sebuah support group, yang jaman sekarang bernama ‘grup WA‘ :D (seringkali support group online ini jadi pengganti konsultasi ke ibu kita sendiri ;)

——

Kembali ke percakapan diatas, setelah semua saran dan sharing diberikan, ada seorang teman yang nyeletuk, “Anak balita, apalagi 1-3 tahun itu emang jamannya susah makan, sering batpil, rewel. Welcome to the club. Selama 3 tahun gue juga pusing sama makannya anak-anak. Jadi yah I have nothing to say but like the Germans said ‘Durchhalten’, alias, Lo tahan2 aje ;)” (kebetulan teman saya satu ini memang menetap di Jerman).

can i call

Hehehehe… saya tersenyum penuh makna dengan jawabannya. Well, that’s such a different angle to look at the problem. But eventually, that’s something that keeps us sane and enjoy this journey called motherhood.

I like her statement, “Lo tahan-tahan aje”. Maknanya luas. Jelas bukan ‘pasrah dan menyerah’ atas keadaan, ataupun cuek dan menyepelekan. Durchhalten!, istilah bahasa Jerman ini punya makna positif yang manjur banget untuk menjaga kegembiraan kita dalam pengasuhan anak. Slogan tersebut seperti mengingatkan, “Keep up, you’re doing well“, atau “Tenang aja, problem ini nanti akan berlalu kok” atau “You know the drill, just do it“.

Tentu saja teman saya tadi tahu betul, bahwa ibu-ibu di sini adalah mereka yang well informed, terbuka terhadap segala informasi tentang pengasuhan anak, dan bisa memilih, memilah mana yang paling baik bagi keluarganya. Pesannya adalah, jadilah ibu yang percaya diri, because you have more than enough capital to do it, which is LOVE for your family. Menjadi ibu yang percaya diri, bukan berarti lalu menguasai segalanya, dan tidak perlu orang lain untuk membantunya. Tetapi selalu punya pengingat, bahwa kita bisa dan kita tidak sendiri. Ada suami yang selalu membantu, keluarga dan tentu saja teman-teman yang selalu menjadi support group.

Thank you for this ‘fun’ reminder ;)


12 Comments - Write a Comment

  1. Klo grup gue isinya malah emak yg durchhalten semua berarti ya haha. Anak sakit nanya sekali, PR ga pernah dicek terserah lu kerjain ato gak resiko hadapi sendiri jg, yg berat cuma support yg lagi hamil…dan seriously blm pernah ada mada dimana sama sekali ngga ada yg hamil haha. Klo bebarengan malah sering.

Post Comment