Ketika Si Kecil Bertanya Soal Tuhan

Kalau banyak orang yang bilang anak toddler seperti Bumi sering bikin pusing dengan beragam pertanyaannya, hal ini memang benar adanya. Selain mulai banyak mempertanyakan segala hal yang berkaitan dengan pendidikan seks, Bumi juga mulai sering melontarkan pertanyaaan sulit yang berhubungan dengan agama.

god-is-love

Buat saya dan suami yang pengetahuan agamanya belum banyak, jelas pertanyaan yang berkaitan dengan agama ataupun soal keberadaan Allah bikin kami pening. Ketika keliru menjawab, bukan nggak mungkin anak jadi punya persepsi yang salah atau malah menumbuhkan benih kesyirikan dalam diri anak kita? Duh, jangan sampai, ya..

Suatu kali, saat Bumi pernah ikut salat Jumat bersama bapaknya. Rupanya waktu itu ia sempat mengajukan beberapa pertanyaan mulai dari kenapa kenapa kita harus salat? Memangnya kalau kita salat Allah senang, ya? Kenapa kita nggak bisa melihat Allah? Hingga akhirnya Bumi bertanya soal keberadaan Allah, sampai di mana Allah tinggal.

Serupa dengan saya, salah satu teman SMP juga sempat menuliskan status di Facebook kalau dirinya merasa kesulitan menjawab rentetan pertanyaan anak laki-lakinya.

Percakapan dengan Tole mulai sulit dijawab. Beberapa waktu lalu sebelum tidur muncul percakapan kayak gini:

T : Ma, Allah itu satu apa banyak

M : Satu

T : Kenapa satu, ma?

M : Karena Allah itu Esa

T : Kalo Allah tinggalnya di mana, Ma?

Saya sendiri sama sekali nggak menyangka kalau menghadapi pertanyaan polos anak-anak akan sesulit ini. Dengan rasa ingin tahu mereka yang besar, setiap pertanyaan yang sudah dijawab pasti akan dilanjutkan dengan pertanyaan berikutnya. Tinggallah, kita sebagai orangtua yang dibikin deg-degan mencari jawaban yang tepat.

Memang, sih, untuk menjawab pertanyan yang berkaitan dengan keimanan, dan agama, kita yang muslim, bisa merujuk pada hadis ataupun ayat Alqur’an. Tapi kan tetap saja kita harus mencari kalimat yang pas dan proporsional sesuai dengan usia anak-anak.

Beruntung saat ini sudah ada buku Pertanyaan Anak  Tentang Islam yang ditulis oleh M.Quraish Shibab. Paling tidak, buku ini bisa saya jadikan pegangan untuk menjawab keingintahuan Bumi tentang agamanya atau penciptanya. Buku ini merupakan kumpulan berbagai pertanyaan polos khas anak-anak tentang Islam. Bisa dibilang, keingintahuan anak tentang Islam bisa terpantul lewat pertanyaan- pertanyaan yang terangkum dalam buku ini. Berbekal buku ini, harapannya saya bisa memberikan pemahaman yang benar sejak dini.

bukujuga

Soalnya buku ini nggak hanya berisikan pertanyaan soal Allah saja, tapi termasuk menjawab pertanyaan anak-anak soal Nabi dan Rasul, Al-Quran, Setan, Hari Kiamat, Salat, Puasa, Doa dan yang nggak kalah penting adalah perihal hubungan sosial antar sesama manusia.

Salah satu pertanyaan yang menurut saya sangat menarik adalah pertanyaan yang diajukan Sinta Aayu Pratiwi, siswi SDN Jembatan Besi 01 pagi. Ia bertanya, apakah setiap orang harus masuk agama Islam? Di sini M. Quraish Shihab menjawab, kalau Allah memang memerintahkan setiap orang untuk memeluk Agama Islam, tetapi Allah tidak mau memaksa mereka. Seandainya Allah memaksa, maka kita tidak akan dianugerahi kemampuan untuk memilih dan memilah. Beragama, harus didasari pengetahuan, kesadaran dan ketulusan.

Di halaman pengantar penulis, M.Quraish Shihab juga menuliskan beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebelum menjawab pertanyaan anak-anak.  Saat menghadapi pertanyaan anak seputar agama atau keimanan yang paling utama dan harus diperhatikan, kita sebagai orangtua harus memahami pertanyaannya lebih dulu, kalau perlu tanya pemahaman anak. Kemudian harus diluruskan jika memang pertanyaan tersebut keliru. Selain itu, saat memberikan jawaban kita harus menyesuaikan dengan kemampuan nalar dan rasa mereka. Jika kita tidak memahami persoalan yang ditanyakan anak, tentu akan mengalami kesulitan berganda.

buku

Bagaimana Mommies, tertarik untuk membeli buku ini?


One Comment - Write a Comment

Post Comment