Wild But True, Belajar Mencintai Alam

Sejak Bumi berusia satu tahun, saya dan suami sepakat untuk memasang TV berbayar. Pikir kami, dari pada Bumi terpapar dengan tayangan yang nggak bermutu di televisi lokal, ya, mending anak lanang kami melihat program yang memiliki nilai edukasi. Bukannya mau bermaksud menjelekan TV lokal, sih, tapi sampai sekarang progam anak-anak yang mereka tawarkan sepertinya belum ada kemajuan.

Walau pun begitu, bukan berarti kami membebaskan Bumi nonton dengan sesuka hati, sih. Setiap hari kami masih memberikan batasan waktu, paling lama sehari hanya 3 jam. Tontonannya juga masih terbatas pada program tertentu, seperti Barney, Sesame Street, Hi5, dan yang jarang kelewat tentunya film kartun Thomas & Friends.

RobertKabar yang paling menyenangkan, bulan Desember nanti di Discovery Kids akan ada program baru, yaitu Wild But True. Program ini akan membahas tentang peranan alam terhadap kehidupan manusia modern sistem biomimicry. Pada program ini Robert Irwin dan Isabel Yamazaki yang didapuk menjadi pembawa acaranya. Di setiap episodenya, mereka akan bakal meneliti dan memberikan solusi atas masalah yang ada di alam liar dengan biomimicry tersebut.

Robert Irwin sendiri, merupakan putera dari penakluk hewan buas legendaris mendiang Steve Irwin. Rupanya, jejak ayahnya terhadap hewan buas khususnya buaya, menular ke dirinya.

Waktu acara jumpa pers yang dilangsungkan di Gandaria City anak lelaki kelahiran 1 Desember 2003 ini sempat bilang kalau dirinya sangat senang dan antusias dengan program yang akan tayang 2 Desember nanti, setiap SeIasa jam 4 sore. Ia juga berharap kalau acarnya tersebut akan disenang anak-anak Indonesia.

“Biomimicry ini acara yang menyenangkan, ini konsep yang menarik. Dapat penemuan baru dari sains-sains. Penuh eksperimen yang menarik,” ujar Robert.

Saat jumpa pers, Robert Irwin yang datang bersama Ibu dan kakak perempuannya ini sempat memperlihatkan beberapa permainan yang berdasarkan sistem Biomimicry. Salah satu eksprerimen telah dibuat Robert dan sempat saya lihat adalah peralatan yang dapat menyamai tenaga baling-baling kapal selam.

Menurut saya, sih, sangat menarik ya. Terbukti saat showcase di atrium Mall Gandaria City, banyak sekali anak-anak yang ingin terlibat dan mencoba permainan bersamanya. Paling tidak lewat tayangan bermutu seperti ini, anak-anak kita, seperti Bumi, bisa belajar sains dengan cara yang fun.

“Ini acara perdana saya yang akan lebih fokus pada biomimikri sehingga bisa mengedukasi anak-anak. Bahwa alam bisa memberi inspirasi perihal teknologi canggih yang sudah ada saat ini,” ungkap Robert.

Robert1

Dalam setiap episodenya, Irwin bersama Isabel sang ‘kutu buku’ memang akan mengeksplorasi solusi ampuh yang disediakan alam untuk permasalahan yang ada di alam liar, dan mengungkap bagaimana manusia menggunakan solusi alam untuk menjaga Bumi agar tetap hijau, dan aman.

Aah… nggak sabar nih, buat nonton bareng Bumi. Siapa tau saya bisa ikut mempraktikan eksperiman dilakukan Robert Irwin.

 

 

 

 

 

 


Post Comment