Family Friday : Dewi Gita, “Saya Itu Tipe Ibu-Ibu Banget”

Siapa di antara Mommies yang suka masak nasi menggunakan air galon? Sementara kualitas berasnya kadang suka terlupakan? *ngacung tangan sendiri*

Seperti yang sudah saya tulis dalam artikel ini, ternyata lewat riset yang dilakukan Beras Cap Ayam Jago untuk memenuhi kebutuhan konsumen, terbukti kalau masih banyak kaum Ibu yang justru lebih memperhatikan kualitas air dibandingkan kualitas berasnya. Saat masak mereka banyak yang menggunakan air mineral, sementara, kualitas beras tidak diperhatikan.

dewigita

Rupanya, hal ini juga dilakukan oleh Dewi Gita. Makanya, sama seperti saya, ketika diundang ke acara yang di gagas Beras Cap Ayam Jago, istri Arman Maulana ini mengaku mendapat pengetahuan baru. “Senang banget bisa diundang di acara ini, dan pendengar penjelasan langsung dari para ahlinya seperti Prof. Djoko. Selama ini kan saya nggak pernah diedukasi beras berkualitas itu seperti apa, jadi sekarang lebih tau. Ya, namanya juga ibu-ibu, kadang-kadang suka mau coba berbagai jenis beras. Tapi kalau sekarang sudah tau dan mana beras yang berkualitas dan tidak, buat apa ganti lagi”.

Memang, sih, sekarang ini Dewi Gita sudah mulai mengurangi asupan nasi, tapi sama seperti saya, kalau belum makan nasi dirinya seperti belum makan, hahahaa. Selain itu, perempuan berdarah Sunda ini juga mengaku kalau masak nasi merupakan salah satu ritual yang ia lakukan setiap pagi.

“Mungkin banyak orang yang kalau bangun pagi senangnya mencium aroma kopi, tapi kalau di rumah saya nggak ada yang ngopi, jadi justru kepulan nasi yang ditanak yang bisa membangkitkan gairah untuk memulai hari,” katanya,

Rupanya sejak kanak-kanak, Dewi Gita sudah suka mencium aroma nasi yang barus saja di masak. Ia mengaku, dulu waktu dirinya masih anak-anak dulu, ia sering terbangun oleh aroma kepulan asap nasi yang baru dimasak. Hal inilah yang akhirnya masih terus terbawa sampai sekarang.

Bahkan, Dewi sempat bilang kalau ia nggak masak nasi bisa kena tegur oleh Ibunya. “Ya, paling nggak memang harus masak nasi. Walaupun cuma sedikit, yang penting harus ada persediaan nasi di rumah. Ibu saya bilangnya, kalau nggak menanak nasi, rezekinya bisa nggak datang. Ya, mungkin itu memang cuma mitos, tapi kan kalau dulu cara pandangnya seperti itu, ya. Yang namanya rezeki, ya bisa makan nasi. Ya, mungkin masih kebawa sampai sekarang. Tapi kalau buat saya, logikanya adalah buat kita yang hidup zaman sekarang, ya di saat ada orang yang ke rumah dan kelaparan, ya nasi memang harus sudah tersedia.”

Selanjutnya, Dewi Gita bercerita soal bagaimana mengasuh anaknya yang sudah masuk dalam usia puber.


Post Comment