Bagaimana Cara Memilih Beras?

beras

Selama ini saya nggak pernah ribet kalau memilih beras. Asal berasnya berwarna putih, nggak banyak batu, dan wangi, sudah lebih dari cukup. Urusan bagaimana beras itu diproses, mulai dari ketika benih padi ditanam, dipanen, kemudian bagaimana gabah itu disimpan hingga diproses jadi beras, saya nggak ambil pusing. Yang saya tau, beras yang saya masak harus wangi dan pulen. Titik.

Tapi, pernah kebayang nggak, bagaimana kalau ternyata kualitas beras yang kita beli selama ini nggak bagus? Atau mungkin warna beras putih yang kita beli ternyata hasil diberi pewarna putih kimia seperti zat klorin? Duh, apa jadinya dengan kesehatan kita dan keluarga?

Ternyata urusan memilih beras memang nggak bisa dianggap enteng. Hal ini tentu saja berkaitan dengan kualitas hidup keluarga kita sendiri. Di sinilah tugas kita sebagai Ibu sangat dibutuhkan. Sebagai sentra keluarga, pastinya kita terus berupaya memberikan apapun yang terbaik untuk keluarga, dong?

Tanpa disadari, beras yang bekualitas turut andil mendukung kualitas hidup keluarga. Nasi yang selama ini masih jadi makanan pokok keluarga, tidak sekedar bikin perut kenyang. Tentunya kandungan gizi nasi tetap harus diperhatikan sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Lalu, apa saja syarat beras yang berkualitas? Baca di halaman berikut, ya.